Madrid Disebut Beruntung Juara Liga Champions, Ini Respons Ancelotti

ADVERTISEMENT

Madrid Disebut Beruntung Juara Liga Champions, Ini Respons Ancelotti

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Rabu, 05 Okt 2022 06:30 WIB
Real Madrids Italian coach Carlo Ancelotti (2L) waves as he celebrates with players at the regional government headquarters in Madrid on May 29, 2022, a day after beating Liverpool in the UEFA Champions League final in Paris. - Real Madrid claimed a 14th European Cup as Vinicius Juniors goal saw them beat Liverpool 1-0 in the Champions League final at the Stade de France amid chaotic scenes yesterday. (Photo by OSCAR DEL POZO / AFP) (Photo by OSCAR DEL POZO/AFP via Getty Images)
Carlo Ancelotti berkukuh, Real Madrid pantas juara Liga Champions musim lalu. (Foto: AFP via Getty Images/OSCAR DEL POZO)
Madrid -

Carlo Ancelotti menepis anggapan Real Madrid beruntung bisa menjuarai Liga Champions musim lalu. Ancelotti meyakini Madrid pantas juara karena memang hebat.

Ancelotti memimpin Los Blancos menjadi kampiun Liga Champions untuk ke-14 kalinya pada 2021/2022. Dalam perjalanannya ke tangga juara, Madrid menciptakan sederet comeback di fase gugur melawan Paris Saint-Germain, Chelsea, dan Manchester City.

Di kesempatan lain, pelatih Barcelona Xavi Hernandez mengatakan Liga Champions lebih sulit dimenangi dibandingkan LaLiga karena lebih sulit dan tidak adil. Soalnya menurut dia, tim terbaik tidak selalu menjadi juara.

Ancelotti merupakan pelatih tersukses di Liga Champions dengan empat medali juara. Pelatih Real Madrid itu menegaskan, timnya adalah juara yang pantas karena unggul dalam mentalitas serta detail-detail kecil yang selalu menentukan di kompetisi itu.

"Saya sih selalu ingin memenangi Liga Champions. Liga itu sangat penting, tapi Liga Champions itu kompetisi yang paling penting. Keduanya beda. Satu terdiri atas 38 pertandingan, dan lainnya jauh lebih sedikit. Kadang-kadang duelnya sepanjang 180 menit. Itulah di mana detail-detail kecil penting," sebut Ancelotti di Stats Perform.

"Ini bukan beruntung atau tidak beruntung. Kadang-kadang membicarakan tentang keberuntungan justru menyembunyikan masalah yang anda punya dan kepantasan dari rival. Jika saya bilang bahwa kami kurang beruntung melawan Osasuna (seri 1-1), itu berarti saya menyembunyikan masalah yang kami punya dengan bola, dan penampilan bagus dari rival."

"Membicarakan tentang detail-detail kecil itu penting, di Liga Champions anda bisa mencetak tiga gol dalam beberapa menit, seperti yang terjadi dengan kami. Itu juga bisa terjadi pada anda di sebuah semifinal," sambung pelatih Italia ini.

"Detail-detail kecil itu dikendalikan dengan mentalitas yang sangat kuat. Real Madrid sejauh ini adalah tim yang paling bagus mengurus detail-detail itu. Semua orang toh punya pendapat masing-masing. Sepakbola itu terbuat dari banyak hal."

"Di Liga Champions, anda harus melakukan segalanya dengan baik. Saya kira tim terbaiklah yang memenangi Liga Champions. Saya pikir sejarah dan tradisi klub ini memainkan peran dalam cara kami bermain. Ini bukan beruntung atau tidak beruntung yang membuat tim ini memiliki sukses sedemikian besar di kompetisi ini," terang Ancelotti.



Simak Video "Perpisahan Emosional Marcelo dengan Real Madrid"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/nds)

ADVERTISEMENT