Tumben-tumbenan Klub Spanyol Memble di Liga Champions

ADVERTISEMENT

Tumben-tumbenan Klub Spanyol Memble di Liga Champions

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Kamis, 27 Okt 2022 21:20 WIB
MADRID, SPAIN - OCTOBER 26: Antoine Griezmann (R)  and of Alvaro Morata (L) Atletico Madrid react during the UEFA Champions League Group B week 5 match between Atletico Madrid and Bayer Leverkusen at the Metropolitano Stadium in Madrid, Spain on October 26, 2022. (Photo by Burak Akbulut/Anadolu Agency via Getty Images)
Klub-klub Spanyol lagi memble di Liga Champions (Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)
Madrid -

Cuma satu klub Spanyol yang lolos ke fase gugur Liga Champions 2022/2023. Ini jadi anomali di balik dominasi mereka di Eropa.

Ada empat tim Spanyol yang tampil di kompetisi antarklub terelit Eropa itu, yakni Real Madrid sebagai juara bertahan, lalu Barcelona, Atletico Madrid, dan Sevilla.

Keempatnya selalu menghiasi Liga Champions dalam sedekade terakhir ini. Tapi, untuk musim ini, hanya Madrid yang melaju ke babak 16 besar.

Sementara Barcelona, Atletico, dan Sevilla kandas barengan di Matchday V pekan ini. Ironisnya tim-tim tersebut seperti kesulitan menang di fase grup ini.

Ketiganya baru sekali menang dan Atletico bahkan masih mungkin tersingkir sama sekali dari kompetisi Eropa. Sebab, Atletico dengan lima poin cuma unggul satu angka dari Bayer Leverkusen di posisi keempat.

Jika mereka gagal meraih poin penuh di partai terakhir dan Leverkusen menang, maka pasukan Diego Simeone jadi juru kunci.

Menurut catatan Misterchip, klub-klub Spanyol secara total cuma menang enam kali di Liga Champions musim ini dan lebih banyak kalahnya, yakni delapan.

Enam sisanya berakhir imbang. Dari enam kemenangan, cuma sekali diraih di kandang lawan yang menunjukkan betapa buruknya wakil negara Semenanjung Iberia tersebut.

Bandingkan dengan wakil Italia yang bisa meraih 11 kemenangan dari total laga yang sama, yakni 20. Tim Jerman jadi paling banyak dengan 13 kemenangan.

Ini jadi anomali ketika tim-tim Spanyol menguasai Eropa sejak 2010, lewat Real Madrid yang meraih lima gelar dan Barcelona dua gelar. Lalu, Atletico pernah dua kali melaju ke final.

Di Liga Europa juga sama saat Sevilla mampu meraih empat gelar juara dan Atletico tiga kali juara.

"Tidak adil jika menghakimi sesuatu hanya dalam semusim. Perkembangan tim-tim dari negara lain juga sangat penting dan terkadang semuanya terlalu fokus ke tim-tim Spanyol, ketika tim-tim dari negara lain tampil luar biasa. Anda bisa lihat tim-tim lain bermain di level tertinggi setiap pekannya," ujar pelatih Bayer Leverkusen Xabi Alonso seperti dikutip Football Espana.

"Jangan pernah meragukan kualitas sepakbola Spanyol. Semua mengaguminya. Meski demikian, ada yang salah memang ketika cuma satu tim yang lolos dari empat. Tapi itu bukan urusan saya, karena saya fokus pada pekerjaan saya saja.

Leverkusen asuhan Alonso tidak bisa lolos ke babak 16 besar, sementara Bayern Munich, Dortmund, dan RB Leipzig semuanya melaju.

(mrp/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT