detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 19 Okt 2016 15:15 WIB

Penjelasan PPK GBK Soal Alih Fungsi Lapangan Tenis GBK Menjadi Stadion Bisbol

Mercy Raya - detikSport
Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto
Jakarta - Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK), Winarto, sudah mempertimbangkan risiko pengalihfungsian lapangan tenis menjadi lapangan bisbol di GBK, Senayan, Jakarta. Dia bahkan sampai membicarakan prospek bisbol ke Olimpiade 2020 Jepang.

Dari pertimbangan PPK GBK, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengusulkan penggusuran 18 lapangan di kompleks lapangan tenis GBK. Di sana nantinya bakal dibangun stadion bisbol untuk gelaran Asian Games 2018.

Dalam perjalanannya, Pelti keberatan. Sebab, ada ketidakcocokan rencana yang ada dengan pemahaman Pelti. Pelti pun mengajukan gugatan kepada PPK GBK. PPK GBK menyebut berencana menggusur 18 lapangan outdoor, sedangkan Pelti bersikukuh kalau tawaran renovasi masih menyisakan 12 lapangan dengan perbaikan fasilitas pada center court.

[Baca Juga: Hanya Sisakan Center Court, Kompleks Tenis GBK Cuma Akan Jadi 'Museum']

"Tentu itu sudah menjadi pertimbangan, bahkan pertimbangan dilakukan bersama cabang olahraga yang bersangkutan dan cabang lainnya. Prosesnya dilakukan sejak Januari sampai Agustus kemarin. Bahkan sempat dikomunikasikan lagi untuk cabang olahraga yang diundang," kata Winarto, Rabu (19/10/2016).

"Jadi saya kira dengan iklim kebebasan berpendapat dan sebagaimana itu sangat dimungkinkan (terjadi)," ucap dia.

Winarto menyebut ada lima alasan hingga mengorbankan lapangan tenis tersebut dan merelakan center court nanti hanyalah jadi 'pajangan' di GBK. Sebab center court sudah tak memiliki lapangan pendukung lagi.

Alasan pertama alih fungsi, dikemukakan Winarto, dikaitkan dengan keterbatasan venue yang ada di GBK. Kedua, keterbatasan dari berbagai cabang olahraga yang harus diakomodasikan, ketiga keterbatasan pembiayaan.

Selain itu, alasan keempat yang dikemukakan Winarto adalah keterbatasan dari program yang sudah disusun oleh KOI bersama OCA, lima keterbatasan dari kebijakan pemerintah untuk memajukan tempat-tempat olahraga tidak hanya di Jakarta, makanya berbagi dengan Palembang.

[Baca Juga: Pernah Sepakat Alih Fungsi Menjadi Stadion Bisbol, Kini Pelti Gugat Dirut PPK GBK]

"Nah dengan fakta-fakta yang ada maka harus ada yang berbagi antara satu dengan yang lainnya. Kebetulan kalau kita berbicara antara tenis dan bisbol, bisbol ini memang disiapkan sebagai sekaligus persiapan Indonesia menuju Olimpiade karena di Tokyo 2020," kata dia.

Selain itu, kata Winarto, PPK GBK sudah mengajak bicara Pelti dan pengurus cabang olahraga terkait. Pertemuan terakhir dilakukan pada Jumat (14/10/2016).

"Beliau (PP Pelti) juga hadir di sana, dan sebelumnya kalau kita tarik mundur itu juga ada koordinasi antara keterbatasan venue yang ada, dan itu adalah hal terbaik yang bisa dilakukan pemerintah hari ini," kata pria yang pernah menjabat sebagai Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk tersebut.


(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com