detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 21 Mar 2019 20:31 WIB

Kemenpora Sayangkan Jika Filipina Mundur dari SEA Games 2019

Mercy Raya - detikSport
SEA Games 2019 bisa gagal digelar di Filipina (Sigid Kurniawan/Antara Foto) SEA Games 2019 bisa gagal digelar di Filipina (Sigid Kurniawan/Antara Foto)
Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengaku belum mendengar keputusan pengunduran diri Filipina sebagai tuan rumah SEA Games 2019. Jika benar, Indonesia menyayangkan.

Filipina terancam tak bisa menyelenggarakan SEA Games 2019 lantaran Komite Olimpiade Filipina (POC) gagal mendapatkan persetujuan dana sebesar 5 Miliar Peso atau setara Rp 3,7 triliun.

Kabar itu dimunculkan sendiri oleh media lokal mereka, The Daily Tribune. Dana tersebut untuk persiapan Filipina menuju multievent Asia Tenggara yang rencananya berlangsung 30 November sampai 11 Desember.




Anggota Komite Olimpiade Filipina (POC), Prospero Pichay bahkan menyampaikan kemungkinan besar Filipina batal menjadi tuan rumah jika masalah pendanaan tak beres.

"Jika sampai April masalah dana tak juga disetujui maka kita lupakan saja Filipina menjadi tuan rumah SEA Games," kata Pichay.

Menanggapi kabar tersebut, pemerintah melalui Kemenpora belum bisa berkomentar banyak. Sebab, mereka belum mendapat informasinya ofisial.

"Kami belum dapat informasi secara ofisial dari pihak NOC maupun pemerintah Filipina. Karena pengalaman Asian Games, ketika saya awal menjadi Deputi V, Vietnam angkat tangan memang awalnya media. Kemudian ada pernyataan dari Vietnam, kemudian dari pihak Komite Olimpiade-nya menyampaikan itu. Nah sekarang belum ada informasi dari NOC Filipina dan pemerintahnya," kata Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, saat dihubungi detikSport, Kamis (21/3/2019).




Gatot berpikir positif dan berharap Filipina bisa tetap melaksanakan. Sebab, akan sayang jika persiapan sudah jalan tapi batal. Jika Filipina gagal maka Indonesia atau Singapura kemungkinan besar bakal jadi tuan rumah pengganti,

"Kami tidak ingin berandai-andai. Harapan kami tetap terlaksana. Sayang gitu, kami tidak mengatakan kecewa karena semangat kami kan menjunjung tinggi solidaritas," ujar dia.

"Ya semoga itu dibantah oleh pihak Filipina sendiri. Tapi kalau itu benar terjadi kami juga tak bisa memaksa karena isu seperti ini sudah pernah berhembus saat SEA Games 2017 Kuala Lumpur dan waktu itu dibantah oleh Filipinanya sendiri," dia menambahkan.

"Artinya nanti pasti dewan council SEA Games akan akan buru-buru bersidang karena kalau ada masalah di finansial Filipina kami tidak memaksa."


(mcy/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed