detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 27 Agu 2020 14:35 WIB

Atletik: Lalu Zohri Cs Wajib Makan Sehat, tapi...

Mercy Raya - detikSport
Lalu Muhammad Zohri Ilustrasi latihan Lalu Zohri di lintasan atletik. (Foto: Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta -

Pola makan Lalu Muhammad Zohri cs, khususnya di pemusatan latihan nasional (pelatnas) atletik, senantiasa dipantau dengan ketat. Mereka wajib makan sehat. Tapi ada pula toleransi.

Kebiasaan makan para atlet sedang ramai dibahas seiring dengan sejumlah pemain sepakbola Indonesia yang pamer makanan di media sosial. Disorot karena makanan itu terbilang tak sehat untuk hitungan olahragawan.

Terkait dengan itu, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menegaskan bahwa mereka rutin memperhatikan pengaturan menu dan pola makan Lalu Muhammad Zohri dkk.

Apalagi saat ini mereka tak lagi tinggal di asrama PB PASI di kawasan Permata Hijau. Zohri dan rekan atletnya lain dipusatkan di Hotel Atlet Century, Senayan, sejak 11 Agustus lalu, atau dimulainya pelatnas Atletik di tengah pandemi COVID-19.

Menurut pelaksana tugas Ketua Umum PB PASI, Zacky Anwar Makarim, sejauh ini pengawasan ketat dilakukan untuk menjaga asupan atlet.

"Pengawasan ketat kita lakukan sebisanya tapi kami juga berprinsip tidak berlebihan karena pembentukan imunitas mereka juga dibutuhkan terhadap lingkungan," kata Zacky dalam pesan singkatnya kepada detikSport, Kamis (27/8/2020).

Hal senada diungkapkan manajer pelatnas atletik, Mustara Musa. Menurutnya, meski sudah pindah dari asrama sebelumnya, tempat tinggal atlet di Century cukup memenuhi gizi atlet.

"Kalau di Permata Hijau memang by design PB PASI. Sementara di Century itu akomodasi plus konsumsi Rp 400 ribu. Artinya dengan nilai itu cukup untuk memenuhi makanan karena ada daging, ayam, nasi putih, bihun, buah lima macam berikut sop buah," kata Mustara, dikonfirmasi terpisah.

"Mungkin yang menjadi permintaan pelatih kemarin adalah sarapan inginnya ada nasi. Karena yang disiapkan roti, telor, dan segala macam. Kemudian pilihan karbo juga terbatas. Tidak ada jenis lain selain nasi putih," lanjutnya.

Mustara tak menafikan, makan di hotel dengan menu yang sama akan menimbulkan rasa bosan si atlet. Namun, ia meyakini atletnya cukup profesional dengan apa yang dibutuhkan oleh tubuhnya.

"Konsep peraturan ada. Atlet dilarang makan di luar karena sudah disiapkan, jadi jika terjadi maka itu merusak tatanan program. Kami juga mengedukasi, tapi peran pelatih jadi penting. Karena mereka lebih banyak ketemu dan didengar. Prinsipnya atletik ada aturan secara tertulis dan tidak, namun kami tapi punya toleransi kewajaran," ujarnya.

Toleransi kewajaran yang dimaksud Mustara adalah jaminan si atlet tidak makan di luar, apalagi sudah banyak kemudahan dalam memesan makanan. Ia menambahkan kalau Lalu Muhammad Zohri cs pun sudah disiplin.

"Tapi jika pertanyaannya kira-kira ada tidak yang makan di luar karena faktor jenuh makanan? Pertanyaannya saya balik, ada tak yang bisa jamin anak itu tidak makan di luar. Saya manajer bilang enggak. Tapi barangkali yang harus diperhatikan toleransi. Ya, alhamdullilah anak-anak masih menurut," imbuhnya.

(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com