detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 09 Nov 2020 18:15 WIB

Pelatnas Karate Menuju Olimpiade Digelar di Denpasar

Mercy Raya - detikSport
Atlet karate putra Indonesia Rifki Ardiansyah Arrosyiid sukses menyumbang medali perak. Yuk, intip foto-fotonya. Ilustrasi karate (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta -

Pemusatan latihan nasional karate menuju Olimpiade dijadwalkan berlangsung pekan depan. Kota Denpasar ditunjuk sebagai lokasinya.

Kepala bidang Pembinaan Prestasi FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia), Djafar Djantang, mengatakan Surat Keputusan (SK) 26 karateka dan enam pelatih hari ini telah dikeluarkan. Dengan demikian, para atlet bisa mempersiapkan diri untuk melakukan pemusatan.

"Paling lambat mereka (atlet karate) kumpul pekan depan. Tapi SK sudah kami keluarkan sehingga bagi mereka yang dipanggil diharapkan sudah mempersiapkan diri," kata Djafar kepada detikSport, Senin (9/11/2020).

"Lokasinya sudah kami tetapkan di Denpasar, Bali. Kami memutuskan kota tersebut berdasarkan situasi dan kondisi pandemi," dia menambahkan.

Kepala bidang Pembinaan Prestasi FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia), Djafar Djantang,Kepala bidang Pembinaan Prestasi FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia), Djafar Djantang, Foto: (dok Istimewa)

Djafar menjelaskan sebenarnya ada dua kandidat kota lainnya, seperti DKI Jakarta dan Balikpapan. Tapi mengingat keamanan dan keselamatan atlet menjadi utama, makanya dua lokasi itu batal menjadi pilihan.

"Nanti pun atlet yang dipanggil itu akan langsung ke Denpasar dari daerahnya. Jadi tidak kami kumpulkan dulu di Jakarta. Hal itu yang justru tidak boleh karena situasi sangat ketat saat ini," ujarnya.

"Jadi anak-anak yang meninggalkan daerahnya harus sudah melewati tes kesehatan lebih dulu, apakah itu rapid test atau test swab. Setibanya mereka di Pula Dewata, akan dites kembali supaya betul-betul bersih (dari paparan Corona) dan bisa memulai kegiatan."

"Di mess tempat tinggal mereka pun rencananya hanya satu orang per kamar. Terkecuali memang kuota kamarnya sudah tidak muat.Tapi ini terkecuali."

Menyoal programnya, FORKI akan memfokuskan pada pemulihan fisik atlet untuk program dua bulan ke depan. "Karena memang belum boleh dilakukan kegiatan body contact dulu. Maka itu, programnya lebih dititikberatkan pada kebugaran atletnya," dia menjelaskan.

"Setelah program pelatnas 56 hari itu,kami menyebutnya begitu, kami bisa melanjutkan fokus pada target yang ingin dicapai. Seperti persiapan menuju kualifikasi Olimpiade. Kan banyak event yang sempat ditunda kemarin dan event yang memang sudah terjadwal di tahun depan," sebut dia.

(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com