Ridwan Kamil Dianugerahi Gelar Pendekar Pencak Silat Jabar

Yudha Maulana - Sport
Sabtu, 12 Des 2020 17:30 WIB
Ridwan Kamil
Ridwan Kamil Dianugerahi Gelar Pendekar Pencak Silat Jabar (Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan kamil mendapatkan anugerah Pendekar Jabar dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jabar. Ciat!

Ketua IPSI Jabar H Phinera Wijaya atau yang akrab disapa Kang Icak mengatakan, penganugerahan ini diberikan karena kontribusi Ridwan Kamil dalam mempromosikan pencak silat ke telinga dunia.

"Prestasi besar ini bukan suatu kebetulan melainkan karena kerja keras, apresiasi kami sampaikan untuk sosok seorang Ridwan Kamil (Gubernur Jabar) dengan semangat juara menunjukkan kepeduliannya, ketika beliau baru menjabat sebagai Gubernur Jabar langsung memberikan dukungan sepenuhnya kepada pencak silat dengan promosi kepada UNESCO di negeri Belanda, Belgia dan Perancis pada Oktober 2018," ucap Kang Icak di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (12/12/2020).

Ia berharap, Ridwan Kamil bisa menjaga komitmen dalam melestarikan pencak silat.

"Maka atas nama segenap IPSI Jabar menganugerahkan Ridwan Kamil sebagai Pendekar Jabar, pada kesempatan ini pula kami haturkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat pencak silat Jabar, atas dukungan dan doanya sehingga pencak silat menjadi bagian penting dalam eksistensi budaya dunia," katanya.

Ridwan KamilRidwan Kamil (Yudha Maulana/detikcom)

Kang Emil - sapaan Ridwan Kamil- mengatakan, dirinya pernah belajar pencak silat ketika masih kecil di wilayah Cigadung, Kota Bandung. Selama belajar seni beladiri tersebut, ia merasakan ada perubahan positif dalam kepribadiannya ketika kecil.

"Saya ingin pembelajaran pencak silat bisa hadir di seluruh anak-anak di Jabar," kata Kang Emil.

Menurut Kang Emil, gerakan pencak silat dapat menarik masyarakat dunia. Selain itu, semangat persatuan dan persahabatan dalam dunia pencak silat akan menjadi keunggulan tersendiri bagi masa depan anak-anak di Jabar.

"Mudah-mudahan kebangkitan pencak silat melalui UNESCO dengan Warisan Budaya Tak Benda serta dukungan fasilitas yang memadai nanti, ditambah gabungan akhlak yang baik dan silat adalah ciri pemuda masa depan di Jabar. Lalu kita bisa mendokumentasikannya dengan membuat film dokumenter dan memperlihatkannya kepada dunia," ucapnya.

Kang Emil pun menyatakan, anugerah Pendekar Jabar akan menjadi motivasi baginya untuk bekerja keras dalam melestarikan pencak silat. Ia mengucapkan terima kasih kepada padepokan-padepokan pencak silat.

"Saya tidak merasa lebih berjasa dari yang lainnya itu kewajiban dari yang lainnya juga, maka semua yang mencintai ini (pencak silat) harus terus dibudidayakan demi diplomasi kebudayaan di Indonesia khususnya Jabar," katanya.

Ia pun berencana untuk membangun perkampungan pencak silat di atas lahan kurang lebih 8 hektare di Jatinangor, dan memasukkan pencak silat dalam kurikulum muatan lokal di level SD/SMP/SMK.

Tradisi Pencak Silat ini ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada Sidang ke-14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage, yang berlangsung di Bogota, Kolombia, 9-14 Desember 2019.

Pada sidang tersebut, terdapat 42 nominasi untuk diinskripsi sebagai Warisan Budaya Tak Benda, termasuk tradisi Pencak Silat dari Indonesia.

(yum/aff)