Leni Haini Bantah Mau Jual Medali, Sesmenpora Komentar Begini

Mercy Raya - Sport
Selasa, 16 Feb 2021 19:55 WIB
Kantor Kemenpora
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Leni Haini, eks atlet dayung, membantah dirinya mau menjual medali demi pengobatan anak. Pihak Kemenpora mengomentari perkembangan terkini hal tersebut.

Baru-baru ini Leni Haini viral karena kabar mau menjual medali demi pengobatan anak. Kabarnya, hasil penjualan itu akan ia gunakan untuk mengobati buah hatinya, Habibatul Fasia, yang mengalami penyakit epidermolysis bullosa.

Namun, pada prosesnya Leini Haini belakangan membantah kabar bahwa dirinya ingin menjual medali. Hal itu ia katakan saat dikunjungi Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jambi Ronaldi dan Ketua KONI Jambi Budi Setiawan baru-baru ini. Leni Haini menyebut, gambar yang viral baru-baru ini terjadi pada tahun 2012 lalu.

Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto mengonfirmasi hal tersebut. Di sisi lain, ia turut menegaskan komitmen pihak Kemenpora untuk senantiasa berusaha mengulurkan tangan buat para atlet maupun mantan atlet.

"Iya, tadi saya sudah telepon dengan Kadispora Jambi soal itu (Ibu Leni membantah akan menjual medali). Tapi kalau kami tetap, kalau bisa bantu kami akan bantu," kata Gatot kepada detikSport, Selasa (16/2/2021).

"(Selanjutnya) Ya menunggu saja. Prinsipnya kalau mau minta bantuan kami welcome karena tak tertutup kemungkinan terjadi bagi atlet lain. Tapi ini jadi pembelajaran atlet kalau memberikan informasi harus terbuka. Artinya, seperti yang sempat dikatakan Pak Budiman (manajer PB PODSI) benar, kalau sudah pernah dibantu bilang. Kalau ternyata tidak butuh ya fine-fine saja."

"Kami juga berterima kasih atas kedatangan Kadispora Jambi karena bagaimana pun mereka itu tangan panjang Kemenpora," tuturnya.

Leni Haini merupakan atlet dayung yang sempat berjaya pada masanya. Dia peraih dua medali emas dan satu perak pada SEA Games 1997. Kemudian dua tahun berikutnya, dia kembali meraih emas dan perak di Brunei Darussalam.

Dalam beberapa hari terakhir, namanya mendadak viral lagi. Merespons kisah viral saat itu, detikSport sudah langsung berusaha melakukan penelusuran salah satunya melalui Manajer Pengurus Besar Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Budiman Setiawan. Menurutnya, masyarakat dayung, KONI Pusat, dan Kemenpora telah memberi bantuan sejak 2012.

"Saya tak tahu persisnya apa. Setahu saya kurang lebih tahun 2012 itu dia datang ke Jakarta untuk pengobatan anknya. Saat itu bantuan pemerintah sudah optimal, dari KONI langsung dari Pak Tono (Suratman), masyarakat dayung juga sudah membantu," kata Budiman kepada detikSport, Senin (15/2/2021).

Penelusuran lain yang dilakukan oleh detikSport adalah dengan menghubungi pihak Kemenpora. Termasuk Menpora Zainudin Amali. Saat itu ia mengaku turut prihatin dan siap membantu. Di kesempatan itu ia pun turut menyebut perihal berita serupa di tahun 2012.

"Pertama kami baru tahu. Saya juga baru tahu. Saya tanya Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora juga baru tahu, tapi rupanya dikirimi (berita) 2012 katanya pernah juga ya. Entah saya masih di mana," kata Amali kepada detikSport, Senin (15/2/2021).

"Tetapi saya prihatin. Saya dan teman-teman teman Kemenpora prihatin atas kejadian ini dan ini menjadi pemikiran kami. Memikirkan atlet yang berprestasi (supaya) mereka setelah purna masih bisa meneruskan kehidupannya."

Gerak cepat Kemenpora ditegaskan oleh pernyataan lanjutan di hari yang sama. Ada Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto yang menyatakan sudah menghubungi pihak-pihak terkait yang bisa berhubungan secara langsung untuk membantu.

"Kami komunikasi dengan BPJS, Dispora Jambi, sebagai wakil pemerintah yang bisa berhubungan langsung. Supaya bisa di-tracing. Kan biasanya prosedur BPJS memerintahkan BPJS provinsi atau kabupaten kota, itu protabnya. Anggota tidak. Kalau tak salah karena pernah kasus eks lifter Sri Winarni (yang juga butuh bantuan dana untuk anaknya) sempat mati BPJSnya, kemudian diaktifkan lagi. Jadi ditracing dulu."

Saat itu Gatot juga membenarkan bahwa sebelumnya telah ada bantuan yang sudah diberikan pemerintah, termasuk Kemenpora, dengan pihak-pihak terkait untuk Leni Haini dalam jumlah yang lumayan.

"Tapi gini, kami juga tak boleh abai. Bagaimanapun dia atlet pilihan dan pernah memberi medali emas untuk Merah Putih. Ya kalau kaku dari aspek keuangan itu memang sulit. Kan yang diatur di peraturan itu atlet aktif dan meraih medali, pasti ada bonus. Tapi negara tak boleh abai. (Makanya) Kami bagaimana caranya untuk berhubungan dengan dinas terkait, BPJS, kemudian kalau perlu mendorong donasi dari masyarakat. Kayak kasus Sri Winarni kan banyak kepedulian masyarakat," ucap Gatot saat itu.

Lihat juga Video: Sesmenpora Duga Ada Owner Klub Sepakbola Terlibat Pengaturan Skor

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/krs)