detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 19 Mar 2021 19:25 WIB

Kisah Dewa Kipas: Belajar dari GM Catur Pertama di Indonesia

Yudha Maulana - detikSport
Dadang Subur pamer catatan langkah dalam bukunya. (Foto: detikcom/Yudha Maulana) Dadang Subur pamer catatan langkah dalam bukunya. (Foto: detikcom/Yudha Maulana)
Bandung -

Kiprah Dadang Subur alias Dewa Kipas di dunia percaturan rupanya dijalani tak dengan cara instan. Dia mengklaim belajar dari Grand Master pertama Indonesia.

Pria, yang dituding berbuat curang karena akurasi langkah bidaknya yang tinggi saat melawan pecatur internasional Levy Rozman itu, rupanya memiliki pengalaman dan cara belajar bermain catur yang tak lazim.

Dadang pertama kali mengenal permainan catur ketika menginjak sekolah menengah pertama (SMP). Ia belajar bermain catur secara otodidak dari buku-buku teori catur. Ia pun kerap mempraktikkan ilmunya dengan meladeni orang dewasa yang mengajaknya bermain catur.

Dadang Subur, Dewa Kipas, bersiap menghadapi GM Wanita Irene Kharisma.Dadang Subur yang kini banyak dikenal sebagai Dewa Kipas. Foto: Yudha Maulana/detikcom

Setelah itu, ia pun mengikuti klub catur Ganesha ITB binaan Dr Kusno, Iis Aisyah, dan Abdurahman. Hingga akhirnya ia menyeberang ke klub catur Wibawa Mukti yang dibesut oleh pemerintah Kotamadya Bandung. Di sana, ia bahkan dipercaya menjadi wakil bendahara.

"Kalau ada pertandingan internal suka mengundang master-master, seperti Wawan Setiawan, Deni Sunjaya, Purnama, Roni Lukman dan lain-lain," ujar Dadang saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Pungkur, Regol, Kota Bandung, Jumat (19/3/2021).

Sambil menimba ilmu di organisasi, Dadang juga mulai mengenal aplikasi dan video game catur.

"Baru dari situ ada engine Chess Master, belajar dari situ ada The Fritz dan Shredder. Belajar banyak dari situ," ujar Dadang.

Kecintaannya bermain catur, mempertemukannya dengan Grand Master Catur pertama di Indonesia, Herman Suradiradja.

"Saya juga pernah belajar juga oleh pak Herman Suradiraja, karena tetangga. Pak Herman itu pamannya Nia Daniati, beliau GM pertama di Indonesia," katanya.

"Pak Herman idola saya, juga Pak Utut Adianto, karena Pak Utut dan Pak Herman bisa melawan ratusan lawan secara simultan, pak Utut juga bisa main catur buta atau blind chess, kurang lebih begitu," tutur Dadang.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com