SEA Games Ditunda, Menpora Pastikan Tetap Ada Anggaran untuk Pelatnas

Khoirul Anam - Sport
Senin, 12 Jul 2021 18:06 WIB
Zainudin Amali
Foto: Kemenpora
Jakarta -

Gelaran SEA Games 2021 resmi ditunda tahun 2022 akibat pandemi COVID-19. Meski demikian, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, memastikan pemerintah tetap memberikan anggaran kepada para atlet dan pelatih yang melakukan latihan di pusat pelatihan nasional (pelatnas).

Hal ini disampaikan Amali usai melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) terkait penundaan SEA Games 2021.

"Tadi dalam pembahasan kami memang benar bahwa di dalam perencanaan penganggaran yang ada di Kementerian Pemuda dan Olahraga bahwa bantuan pemerintah itu diberikan dalam rangka peningkatan prestasi olahraga nasional. Jadi oleh karena itu memungkinkan untuk latihan tetap ada," ujar Amali dalam keterangan tertulis, Senin (12/7/2021).

Sebab, lanjut Amali, dalam beberapa tahun ke depan Indonesia akan menghadapi banyak pagelaran olahraga baik single event maupun multi event. Pagelaran tersebut, di antaranya Asian Games 2022 dan SEA Games 2022.

Amali menyebutkan, cabang-cabang olahraga yang ikut dalam dua event olahraga ini tidak terlalu banyak perbedaan dan bahkan mayoritas atletnya sama.

"Sejalan dengan itu, maka latihan ini akan tetap dilakukan. Tapi tentu kita akan melihat, akan membicarakan dengan induk cabang olahraga yang juga akan kita komunikasikan kepada NOC Indonesia," ujarnya.

Amali memaklumi alasan penundaan SEA Games 2021 tersebut karena kasus COVID-19 yang terus melonjak di beberapa negara, termasuk Vietnam dan Indonesia.

"Kita memaklumi dan menerima penundaan itu dan seraya menyampaikan pada NOC Indonesia untuk tetap standby mempersiapkan diri untuk suatu waktu kalau toh juga SEA Games itu jadi dan segera informasikan kepada kami kepastian waktunya," ungkapnya.

Sementara itu, mengenai anggaran, Amali mengungkapkan bahwa dalam perencanaan bantuan pemerintah untuk peningkatan prestasi olahraga tidak hanya tertuju pada satu event atau multi event tertentu. Sehingga, kata dia, walaupun SEA Games 2021 ditunda, latihan dan anggaran untuk cabor di pelatnas tetap berjalan.

"Anggarann itu diberikan secara umum dan itu bisa digunakan untuk event apa saja. Nah, itu digunakan untuk kegiatan mana dan ke mana itu tentu di dalam perencanaan administrasi tidak ada masalah. Dan di dalam penganggaran, kita juga harus mempersiapkan diri untuk Asian Games dan Asian Para Games (2022)," jelasnya.

"Di awal saya sudah sampaikan, sebagian besar atau cabor-cabor itu akan ikut juga di Asian Games. Nah, kita jalan saja secara paralel tetapi tidak akan terjadi double pengangguran karena kita nggak mau itu, kita jaga betul itu," sambungnya dengan tegas.

Amali juga mengungkapkan, saat ini Indonesia memiliki desain besar olahraga nasional dengan sasaran utamanya berprestasi di olimpiade. Di sisi lain, seusai Olimpiade Tokyo 2020 nanti, Indonesia harus mengikuti kualifikasi untuk Olimpiade Paris 2024 pada tahun 2022

"Jadi, olimpiade itu menjadi sasaran utama kita dan ini adalah kali yang pertama. Nah, sehingga untuk Asian Games, SEA Games, dan kejuaraan-kejuaraan yang di bawahnya itu adalah kita jadikan sebagai sasaran antara dan sekaligus untuk menguji kekuatan kita untuk masuk ke olimpiade," bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyampaikan terima kasih kepada Amali yang sudah merespons NOC Indonesia pada 9 Juli terkait penundaan SEA Games 2021.

Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Amali yang sudah menegaskan bahwa berbagai cabor tetap akan melakukan pelatnas meskipun SEA Games ditunda.

"Sehingga kami bersyukur para anggota kami di Komite Olimpiade Indonesia yang tahun depan cukup sibuk dengan banyak sekali kegiatan, di antaranya adalah Islamic Solidarity Games, Asian Indoor Martial Art Games, dan tentunya Asian Games dan Asian Para Games yang selalu ditunggu-tunggu dan merupakan referensi ketika anak-anak (atlet) kita baru saja menjadi tuan rumah di tahun 2018 lalu," ucapnya.

Oktohari mengapresiasi gaya penganggaran Amali yang berbeda dari sebelumnya karena penganggaran berdasarkan event olahraga yang diikuti.

"Saya terus terang surprise di rapat tadi karena kekhawatiran kami dan tema KOI adalah anggaran yang memang difokuskan kepada SEA Games. Ternyata Pak Menpora ini memang dengan jajarannya yang sejak awal sudah menetapkan Olimpiade sebagai sasaran utama. Itu sudah merefleksikan gaya penganggaran sehingga SEA Games sendiri ditempatkan sebagai bukan spesifik untuk SEA Games tetapi bantuan peningkatan prestasi yang yang bisa dipakai untuk apa saja mengingat event-event-nya banyak," katanya.

(mul/ega)