Punya Riwayat Tukang Bully, Komposer Olimpiade Tokyo Mundur

Yanu Arifin - Sport
Selasa, 20 Jul 2021 00:05 WIB
TOKYO, JAPAN - JULY 17:  Keigo Oyamada poses during a photocall for the Stella McCartney Spring 2015 Presentation and Party at Roppongi Hills on July 17, 2014 in Tokyo, Japan.  (Photo by Atsushi Tomura/Getty Images)
Komposer Olimpiade Tokyo 2020 Keigo Oyamada mundur karena riwayat kasus perundungan yang dilakukannya semasa sekolah. (Foto: Atsushi Tomura/Getty Images)
Tokyo -

Komposer acara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, Keigo Oyamada, mundur. Penyebabnya, ia terungkap pernah merundung teman-temannya dan penyandang disabilitas.

Dilaporkan Reuters, Oyamada sedianya ditunjuk menjadi penggubah musik di acara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, yang digelar pada 23 Juli mendatang. Namun, beberapa hari jelang momen besarnya, ia memilih mundur.

Bukan karena sakit sehingga ia memilih mundur, melainkan sejarah kelamnya terungkap. Oyamada diketahui punya perilaku buruk semasa masih bersekolah, yakni menjadi tukang bullying.

Harian Asashi Shimbun melaporkan minggu lalu, bahwa Oyamada pernah mengakui, dalam wawancara bersama majalah Quick Japan tahun 1995, bahwa dirinya seorang perundung. Teman-temannya, dan bahkan, penyandang disabilitas, menjadi korbannya.

Perlakuan kasar yang dilakukan Oyamada dilaporkan begitu parah. Ia pernah memaksa orang lain memakan kotoran hingga masturbasi!

Tak cuma kepada Quick Japan, Oyamada juga menggambarkan kebiasaan bullying teman sekelasnya di majalah lain, demikian dilaporkan Harian Asahi Shimbun.

Laporan itu membuat Iyamada memutuskan mundur dari statusnya sebagai komposes pembukaan Olimpiade Tokyo 2020. Ia mengumumkannya lewat media sosial.

"Mengenai keikutsertaan saya di Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, saya benar-benar merasa menerima permintaan itu kurang mempertimbangkan banyak pihak," kata Oyamada di halaman Twitter-nya.

"Saya mengontak pihak terkait dan mengajukan pengunduran diri saya ke panitia penyelenggara," katanya.

Pada Jumat, Oyamada, yang juga dikenal sebagai Cornelius, mengatakan dirinya menyesal dan merasa harus bertanggung jawab.

"Saya menyampaikan permintaan maaf saya yang tulus. Di masa sekolah, saya dan pada saat wawancara (majalah), saya adalah pria yang sangat tidak dewasa yang tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan korban," katanya dalam pernyataan itu.

Ini menjadi skandal kedua di kalangan 'orang dalam' Olimpiade Tokyo 2020. Sebelumnya pada Februari lalu, Mantan Presiden Olimpiade Tokyo Yoshiro Mori mundur karena komentar seksis. Kemudian, kepala kreatif Hiroshi Sasaki juga mundur karena melecehkan perempuan penghibur Jepang.

Sorotan tajam memang dialamatkan ke Olimpiade Tokyo 2020, yang menurut survei, ditentang banyak orang Jepang. Mulai dari digelar ditengah pandemi virus corona hingga diterpa isu-isu sosial lainnya.

(yna/ran)