Profil Nurul Akmal & Rio Waida, Pembawa Bendera Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Tim detikcom - Sport
Jumat, 23 Jul 2021 12:05 WIB
Logo Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.
Foto: dok.Istimewa
Jakarta -

Nurul Akmal dan Rio Waida akan jadi pembawa bendera Indonesia saat upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020. Berikut profil singkat keduanya.

Opening ceremony Olimpiade Tokyo akan dilakukan pada hari Jumat (23/7) ini. Rencananya, upacara pembukaan itu dilangsungkan pada pukul 18.00 WIB.

Parade kontingen atau negara peserta Olimpiade Tokyo 2020 sendiri rencananya diawali oleh Yunani dan ditutup oleh Jepang. Indonesia berada di nomor urut ke-22.

Defile Indonesia dalam upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 ini rencananya cuma akan berjumlah 10 orang, termasuk empat atlet yakni Nurul Akmal (angkat besi), Aflah Fadlan Prawira (renang), Azzahra Permatahani (renang), dan Rio Waida (selancar).

Chef de Mission Olimpiade Indonesia Rosan P. Roeslani sempat menyebut bahwa Nurul Akmal dan Rio Waida akan jadi pembawa bendera Indonesia dalam acara defile Olimpiade Tokyo 2020 ini.

Profil Nurul Akmal, pembawa bendera Indonesia di upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Nurul Akmal lahir pada 12 Februari 1993. Atlet angkat besi 28 tahun itu kini berdomisili di Aceh. Ia merupakan lifter kelas +87 kg dan dinyatakan lolos setelah berhasil menempati peringkat 6 kualifikasi Olimpiade.

Lolosnya Nurul ke Olimpiade Tokyo 2020 sekaligus menjadi pencapaian tersendiri. Ia menjadi atlet putri pertama Indonesia yang lolos di kelas berat -- Merah Putih biasanya meloloskan atletnya di kelas-kelas ringan.

lifter aceh Nurul AkmalLifter Aceh Nurul Akmal Foto: ist.

Selain itu, Nurul juga menjadi atlet pertama dari Aceh yang tampil di Olimpiade sejak 33 tahun silam. Kali terakhir ada atlet asal Aceh lain yang tampil di Olimpiade adalah Alkindi pada cabang anggar Olimpiade 1988 Seoul, Korea Selatan.

Dalam kariernya, Nurul Akmal sudah pernah menorehkan sejumlah catatan demi mengharumkan nama Indonesia. Sebut saja medali perak Islamic Solidarity Games di Baku 2017, emas di test event Asian Games 2018, juga satu perak dan dua perunggu di Qatar Cup 2019.

"Sudah lolos Olimpiade kemudian diminta membawa bendera Merah Putih itu rasanya bangga sekali. Luar biasa dan tidak disangka-sangka," kata Nurul Akmal dalam sebuah percakapan dengan detikSport.

Profil Rio Waida, pembawa bendera Indonesia di upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Rio Waida lahir pada 25 Januari 2000. Atlet 21 tahun yang lahir di Saitama, Jepang, ini berayahkan orang Indonesia dan ibu dari Jepang. Rio berdomisili di Bali.

Rio merupakan atlet surfing alias selancar ombak. Ia lolos ke Olimpiade Olimpiade Tokyo 2020 pada nomor shortboard putra, setelah Asosiasi Selancar Internasional (ISA) mengumumkannya pada awal Juni lalu.

Rio Waida punya target tinggi usai lolos ke Olimpiade Tokyo.Atlet surfing Rio Waida. Foto: dok.Istimewa

Sejumlah prestasi sudah diraih Rio dalam kariernya di dunia surfing, termasuk Medali perak SEA Games 2019. Olimpiade Tokyo 2020 menjadi debutnya di ajang multicabang empat tahunan ini.

Dalam defile pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, Rio Waida rencananya memakai pakaian adat Bali yang terdiri dari sarung, atasan hitam, dan udeng untuk bagian kepala.

"Beban tidak ada, justru bikin saya lebih termotivasi. Di Olimpiade ini saya ingin menembus top 3, raih medali. Jika masuk, saya ingin merebut medali emas," ujar Rio Waida dalam sebuah percakapan dengan detikSport.

(krs/aff)