Persiapan PON Papua Sudah 95 Persen

Muhammad Robbani - Sport
Senin, 13 Sep 2021 18:50 WIB
PON Papua 2021
Foto: Istimewa
Jakarta -

Persiapan PON Papua sudah mencapai 95 persen. Pesta olahraga se-Indonesia ini pun siap digelar pada 2-15 Oktober mendatang.

Hal itu dikatakan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman saat memberikan pernyataan dalam acara diskusi virtual di Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "PON XX Papua, Bangun Nasionalisme dan Kebersamaan", Senin (13/9/2021). Ditegaskannya, arena pertandingan, perangkat, kontingen, dan persiapan PB PON sudah siap untuk menggelar ajang empat tahunan ini.

"Persiapan PB PON yang mengatur di samping kesiapan venue, juga menyiapkan akomodasi dan transportasi, mempersiapkan masyarakatnya agar bisa menjadi tuan rumah yang baik dalam arti dari sisi kesehatan mereka juga dioptimalkan vaksinasinya," kata Marciano.

Menurutnya, peran semua pihak sangat diharapkan dalam persiapan PON Papua. Misalnya, perhatian pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan yang akan dibantu TNI dan Polri hingga semua pemangku kepentingan mengoptimalkan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat yang tinggal di sekitar arena.

Rasa aman harus dirasakan kontingen-kontingen dari luar Papua yang akan datang. Karena semua yang bakal terlibat di PON Papua telah memiliki ketahanan tubuh. Marciano pun berharap dengan segala persiapan yang maksimal, pelaksanaan pesta olahraga terbesar di Tanah Air itu bisa terlaksana dengan baik.

"Bicara olahraga itu kita hanya bicara Merah Putih. Olahraga itu adalah pemersatu bangsa. Ini ditunjukkan di PON Papua bahwa 33 kontingen dari 33 provinsi di seluruh Indonesia mereka datang ke Papua untuk bersama dengan saudara-saudaranya mengikuti perhelatan akbar olahraga," ujar Marciano.

Menpora Zainudin Amali turut menjadi salah satu pembicara dalam acara ini. Ia bicara mengenai pentingnya olahraga sebagai salah satu jati diri bangsa. Dengan berolahraga diharapkan masyarakat Indonesia bisa mencapai taraf hidup yang lebih baik. Gelaran PON Papua menjadi salah satu hal yang wajib diperjuangkan.

"Selama ini kita menempatkan olahraga kalau saya sering ibaratkan ini bukan sebagai makanan utama, tetapi makanan pembuka atau penutup. Padahal kita mengharapkan pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, yang tangguh, yang punya kemampuan untuk bersaing," tutur Amali.

"Kami juga mendorong olahraga ini menjadi industri dan bagaimana kita bisa menjaga kepercayaan publik. Olahraga harus menjadi yang utama, menjadikan kita bugar dan prestasi," ucapnya.

(krs/yna)