Odekta Dulu Balas Dendam kepada Kemiskinan Kini Berlari untuk Tuhan

Femi Diah - Sport
Minggu, 10 Okt 2021 12:15 WIB
Pelari DKI Jakarta Odekta Elvina Naibaho finis pertama pada nomor marathon atletik PON XX Papua di kawasan Kuala Kencana, Mimika, Sabtu (9/10/2021). PB PON XX Papua / Rommy Pujianto
Odekta Elvina Naibaho, berlari untuk Tuhan. (Foto: dok.PON Papua/Rommy Pujianto)
Timika -

Odekta Elvina Naibaho menguasai tiga emas lari jarak jauh PON XX/2021 Papua. Bermula ingin membalas dendam kepada kemiskinan.

Odekta bikin kejutan di PON Papua. Dia memborong tiga emas dari nomor lari 5.000 meter, lari 10.000 meter, dan lari marathon.

Odekta membuat Triyaningsih untuk kali pertama pulang tanpa satu pun keping emas dari PON. Ya, Triyaningsih selalu menandai PON dengan emas sejak pertama kali tampil pada 2004 Palembang hingga PON 2016 Jabar.

PON Papua menjadi pengalaman kedua Odekta di ajang multievent nasional itu. Sebuah lompatan besar dibandingkan dalam PON debutnya, di PON Jabar 2016. Kala itu, Odekta meraih perunggu dari marathon dan finis kelima di nomor lari 10.000 meter.

Hasil itu belum serta-merta bikin Odekta masuk pelatnas. Barulah menjelang Asian Games 2018, dia menuai tiket pelatnas. Setelah itu, dia mewakili Indonesia di AG 2018 dan SEA Games 2019 Manila.

Lompatan Odekta di lintasan lari jarak jauh dan jalan raya bukan cuma menunjukkan hasil sebuah kegigihan dan kerja keras.

"Apa yang dicapai Odekta di lintasan lari jarak jauh dan jalan raya adalah bukti bahwa semua orang mempunyai kesempatan," kata Triyaningsih

Odekta memang pernah tampil di PON 2016. Dia juga sudah tampil di Asian Games 2018 dan SEA Games 2019. Tetapi, dia bukan atlet kenyang pengalaman. Dia bahkan masih ingat pada 2012 saat berlari pertama kali di GBK, Senayan, kerap dilewati ibu-ibu. Dia masih ingat saat lari satu putaran napasnya ngos-ngosan.

Odekta meraih tiga emas di PON Papua bukan di usia belia. Dia akan berulang tahun ke-30 pada 5 November nanti.