Odekta Dulu Balas Dendam kepada Kemiskinan Kini Berlari untuk Tuhan

Femi Diah - Sport
Minggu, 10 Okt 2021 12:15 WIB
Pelari DKI Jakarta Odekta Elvina Naibaho finis pertama pada nomor marathon atletik PON XX Papua di kawasan Kuala Kencana, Mimika, Sabtu (9/10/2021). PB PON XX Papua / Rommy Pujianto
Odekta Elvina Naibaho, berlari untuk Tuhan. (Foto: dok.PON Papua/Rommy Pujianto)

Odekta rajin lari sejak itu. Salah satu tempat favoritnya untuk berlari adalah kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. Ternyata dia menikmati betul olahraga itu. Selain berat badannya turun, dia berjumpa dengan komunitas lari. Di antaranya Senayan Runner dan Indonesia Muda.

Sejak itu pula dia menyadari kalau ada sosok Triyaningsih. Seorang perempuan mungil yang mempunyai pekerjaan sebagai... pelari.

Di GBK itulah jalan Odekta menjadi atlet mulai terbuka. Dia berjumpa dengan Siprianus, salah satu asisten pelatih dari klub atletik Indonesia Muda. Sejak itu dia bergabung di klub itu, mendapatkan latihan, dan turun di kejuaraan lari jarak jauh.

Perlahan, laju Odekta sulit dilawan. Si pelatih pun percaya diri mendaftarkan Odekta di Kejuaraan Nasional pada 2015.

"Saat itu tamat kuliah, dan untuk pertama kalinya saya ikut Kejurnas. Limit waktunya masuk dan saya mulai bergabung dengan DKI Jakarta," kata Odekta.

"Karena lulus kuliah saya menjadi makin bisa berfokus ke lari. Saat itu, limit saya masuk limit PON Jabar," kata Odekta.

Hasil di PON Jabar cukup menjanjikan sebagai debutan. Odekta semakin optimistis bahwa lari adalah jalannya.

Keyakinannya berbuah manis. Setelah itu dia bisa masuk pelatnas atletik. Digodok bersama-sama Triyaningsih, idolanya. Odekta kemudian dibesut di Pangalengan menuju Asian Games 2018, juga SEA Games 2019.

Mulus di karier lari, rupanya tidak bisa meyakinkan keluarganya di pelosok Sumut. Orang tuanya bersikukuh bahwa pekerjaan ideal adalah pekerjaan kantoran. Berlari dianggap hanya kegiatan main-main Odekta selama di Jakarta.

Odekta harus bersusah payah untuk meyakinkan keluarga bahwa dendam kepada kemiskinan bisa dibayar tuntas lewat berlari jauh. Bahwa lewat berlari dia bisa mempunyai karier sip. Bahwa lewat berlari, Odekta bisa membuat keluarganya lebih sejahtera. Bahwa lewat berlari, Odekta bisa membuktikan cibiran tetangga.

"Saat tampil di SEA Games Manila, orang tua juga belum mengerti. Saya baru bisa meyakinkan mereka saat Asian Games 2018. Saya ajak semua ke Jakarta untuk nonton saya lari. Saya belikan tiket demi meyakinkan bahwa ini jalan saya," Odekta menjelaskan.

Cara Odekta ampuh. Kini, keluarganya memahami Odekta tidak sekadar Odekta itu main-main di Jakarta. Mereka memahami Odekta berlari untuk keluarga. Odekta berlari untuk DKI Jakarta. Odekta berlari untuk bangsanya.

"Odekta itu sosok yang punya motivasi tinggi dan tekun. Dia selalu menghabiskan menu latihan yang dijadwalkan. Pernah saya turunkan porsi latihan karena dia seperti kelelahan, namun Odekta tidak mau. Dia tetap menghabiskan jatah latihan dalam rencana awal," kata Wita Witarsa, pelatih atletik DKI Jakarta.

Dalam prosesnya, Odekta tidak perlu lagi membuktikan kepada keluarga kalau lewat berlari dia bisa menyokong keluarga. Apalagi setelah pukulan besar menderanya di SEA Games 2019 Manila. Saat itu tinggal 1 km menuju finis, Odekta kena heatstroke. Andai terlambat tertangani, nyawanya bisa melayang.

"Tuhan sudah memberikan keselamatan buat saya. Sekarang saya tidak lagi berlari untuk membuktikan ke semua orang, sekarang saya berlari untuk Tuhan," kata Odekta.

Fakta Odekta

1. Raih 3 Emas PON XX/2021 Papua

2. Hentikan Emas Triyaningsih yang Selalu Raih Emas di PON 2004, 2008, 2016, dan 2018

3. Kali kedua tampil di PON

4. Pertama kali ikut kejurnas atletik di usia 24 Tahun

5. Latihan untuk turunkan berat badan mulai


(fem/cas)