Tyson Fury, Antara Manchester dan Muhammad Ali

Afif Farhan - Sport
Jumat, 15 Okt 2021 18:40 WIB
Tyson Fury, of England, celebrates after defeating Deontay Wilder in a heavyweight championship boxing match Saturday, Oct. 9, 2021, in Las Vegas. (AP Photo/Chase Stevens)
Tyson Fury, Antara Manchester dan Muhammad Ali (AP)
Jakarta -

Tyson Fury, juara tinju kelas berat ini belum pernah terkalahkan. Fury bercerita antara idolanya Muhammad Ali dan tempat pertarungan impiannya di Manchester!

Pertarungan seru berlangsung dalam duel tinju kelas berat WBC antara Tyson Fury vs Deontay Wilder jilid 3 di T-Mobile Arena, Las Vegas Minggu (10/10/2021). Kedua petinju saling jual-beli pukulan dan saling menjatuhkan.

Kedua petinju saling menjatuhkan. Sampai akhirnya, Tyson Fury mampu menuntaskan laga di ronde ke-11 lewat pukulan hook kanan.

Tyson Fury knocks out Deontay Wilder during their WBC Heavyweight World Championship fight at T-Mobile Arena in Las Vegas, Saturday, Oct. 9, 2021. (Wade Vandervort/Las Vegas Sun via AP)Momen Tyson Fury Habisi Wilder (AP)

Tyson Fury sendiri merupakan petinju asal Inggris yang berasal dari keluarga asal Irlandia. Usianya kini 33 tahun.

Fury punya rekor sempurna, 31-0 dengan 22 kali kemenangan KO. The Gypsy King, begitu julukannya merupakan salah satu sosok yang menginspirasi.

Dirinya pernah punya masalah kesehatan mental, kelebihan berat badan, sampai kecanduan alkohol. Akan tetapi, dirinya mampu bangkit dan menjadi juara!

LAS VEGAS, NEVADA - FEBRUARY 22:  Tyson Fury celebrates after knocking down Deontay Wilder during their Heavyweight bout for Wilder's WBC and Fury's lineal heavyweight title on February 22, 2020 at MGM Grand Garden Arena in Las Vegas, Nevada. (Photo by Al Bello/Getty Images)Tyson Fury, raja kelas berat tinju (Getty Images)

Dalam wawancara bersama Gary Neville di program The Overlap dari Sky Sports, Tyson Fury ditanya berbagai pertanyaan soal kehidupan di dalam dan di luar ring.

Salah satu pertanyaannya, tempat atau kota manakah yang begitu disukainya?

"Manchester," jawab Fury.

"Walau saya sudah tidak tinggal di sana, tetapi saya lahir dan besar di sana," lanjutnya.

Bahkan, Tyson Fury pernah mengutarakan kalau dirinya ingin sekali bertarung tinju. Tepatnya di Stadion Old Trafford, kandangnya MU yang merupakan klub idolanya.

"Saya memiliki dua pertarungan tersisa di sini (di Las Vegas), tapi saya mau membawa pertarungan gelar dunia kembali ke Manchester," kata Fury kepada The Sun.

"Itu selalu menjadi impian saya untuk bertarung di Old Trafford. Pertarungan terakhir di sana adalah Eubank versus Benn pada 1993 (yang berakhir imbang) dan itu sangat masif," ujarnya.

Pertanyaan menarik lainnya yang dilontrakan Gary Neville adalah siapa petinju idola Tyson Fury? The Gypsy King menjawab dengan mantap, Muhammad Ali!

"Muhammad Ali. Saya mengidolainya dan selalu menonton pertandingannya," terang Fury.

"Saya bahkan mempelajari gaya bertarungnya, saya mau seperti dia. Namun, saya tidak pantas dibandingkan dengannya," tutupnya.

(aff/cas)