NPC Surati Istana, Serius Ingin Jadi Tuan Rumah ASEAN Paragames

Mercy Raya - Sport
Rabu, 17 Nov 2021 18:54 WIB
Para Atlet Indonesia Evi Karisma melakukan lompatan dalam pertadingan lompat jauh Asian Paragames 2018 di Stadion GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10/2018). Evi meraih medali perunggu dalam lompat jauh kategori T42-44/61-64 dengan lompatan sejuah 4.03 meter, medali emas diperoleh para atlet Jepang Maya Nakanishi dengan lompatan 5.44 m sedangkan medali perak diraih para atlet Jepang Saki Takakuwa dengan lompatan 4.85 m.
NPC Indonesia minta dukungan Istana untuk menjadi tuan rumah ASEAN Paragames. (Foto: detikcom/Agung Pambudhy)
Jakarta -

National Paralympic Committee (NPC) Indonesia kian menseriusi keinginan untuk menjadi tuan rumah pengganti untuk ASEAN Paragames 2021. Mereka akan bersurat ke Istana.

Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Rima Ferdianto mengatakan pihaknya sudah menyiapkan surat yang akan ditujukan untuk Presiden RI Joko Widodo terkait niatan besar tersebut. Rencananya akan dikirim pada Kamis (18/11/2021).

"Kemarin Pak Presiden memberikan dukungan secara lisan, karena ini persoalan harus lewat Ratas maka NPC Indonesia akan mengirimkan surat permohonan kepada Bapak Presiden agar beliau mau memberikan dukungan dalam bentuk tertulis. Surat itu juga kami tembuskan juga ke Kemenpora, Kemenkeu, dan Bappenas," kata Rima kepada detikSport, Rabu (17/11/2021).

Bentuk dukungan tertulis ini penting karena akan dibawa pihaknya ke dalam forum Board of Governor Meeting ASEAN Para Sport Federation (APSF), yang berlangsung 29 November mendatang.

"Dukungan tertulis itu sebagai bukti bahwa Indonesia benar-benar serius untuk menjadi tuan rumah pengganti untuk ASEAN Paragames," ujarnya.

Dengan bukti itu pula, sebut Rima, 10 negara ASEAN akan menilai Indonesia menjadi negara dengan kans terkuat sebagai host pengganti karena mendapat dukungan dari Presiden secara langsung. "Dan jika lancar maka kita bisa langsung mempersiapkan langkah selanjutnya. Termasuk membentuk steering committee dan organizing committeenya, serta persiapan lainnya."

Rima lebih lanjut menuturkan NPC Indonesia juga telah menyiapkan sejumlah perencanaan awal jika Indonesia berhasil mendapatkan kesempatan menjadi host. Salah satunya soal rencana waktu pelaksanaan serta jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan.

"Rencana Juli atau Agustus sebelum Asian Games Hangzhou 2022. Tapi idealnya Juli karena kita persiapannya dari nol tapi tanpa pembangunan baru hanya renovasi saja," katanya.

"Sementara untuk cabornya kami rencananya ada 12 cabor. Jumlah ini mengikuti Vietnam 11 cabor, namun kami tambahkan satu dari sepakbola cerebral palsy," imbuh Rima.

Diberitakan sebelumnya, Vietnam Paralympic Associantion (VPA) membatalkan multievent olahraga khusus atlet difabel ke-11 tersebut.

Presiden NPC Vietnam, Huynh Vinh Ai, memberi penjelasan Vietnam memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan APG karena tingginya gelombang keempat penyebaran COVID-19 di Vietnam.

Selain masih tingginya kasus aktif COVID-19 di Vietnam, VPA juga melihat kasus yang sama di negara-negara anggota APSF juga masih tinggi sehingga memutuskan untuk tidak menjadi tuan rumah ASEAN Para Games.

(mcy/cas)