ADVERTISEMENT

Menpora: Pers Harus Terus Gaungkan DBON ke Masyarakat

Mohammad Resha Pratama - Sport
Rabu, 01 Des 2021 22:06 WIB
Kemenpora meminta pers terus menggaungkan program DBON
Kemenpora terus gaungkan DBON bersama media (dok.Kemenpora)
Sanur -

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menegaskan peran penting media dalam menggaungkan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) ke masyarakat.

Kemenpora terus melakukan sosialisasi program unggulan mereka, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang baru saja mendapat payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021.

Maka dari itu peran media dalam mensosialisasikan program pemerintah kepada masyarakat sangatlah besar. Terlebih, jika program tersebut masih terbilang baru.

Untuk itu agar komponen-komponen yang terkandung dalam DBON bisa dipahami oleh masyarakat, sosialisasi secara berkesinambungan harus dilakukan, tentunya dengan dukungan maksimal dari media.

"Teman-teman jurnalis ini istimewa, karena kalau saya sosialisasikan DBON pada teman-teman jurnalis, maka akan segera tersosialisasikan secara masif kepada masyarakat," kata Amali di acara Webinar Nasional Hybird DBON 2021, Rabu (1/12/2021), di Grand Inna Sanur, Bali.

Menurut Menpora, sebelum lahirnya Perpres No.86 tahun 2021, sosialisasi dengan kalangan media sudah dilakukan. Dengan tersosialisasinya DBON melalui media, diharapkan masyarakat bisa lebih memahami pentingnya budaya olahraga dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, DBON tak hanya menjadi pedoman bagi cabang olahraga prestasi, tapi juga menjadi pedoman bagi olahraga kemasyarakatan.

"Sebelum lahirnya Perpres 2021, kami sudah sosialisasikan pada teman-teman jurnalis. Karena saya menganggap, komunikasi dengan PWI, Siwo PWI, dan teman-teman jurnalis sangat penting. Sebab, teman-temanlah yang bisa mensosialiskan program ini secara cepat kepada masyarakat," lanjut Amali.

"Meningkatkan budaya olahraga di tengah-tengah masyarakat adalah hulunya, sedangkan prestasi adalah hilirnya. Kalau masyarakat bugar, maka akan mudah mencari talenta-talenta di berbagai daerah. Kita ingin menciptakan sumber daya manusia yang tangguh, unggul, dan kompetitif. Semua itu diawali dari masyarakat yang bugar."

Menurut Amali, salah satu cara untuk mengukur tingkat kebugaran seseorang adalah dengan menghitung langkah per hari seseorang. Maka dari itu, DBON juga diciptakan demi mendorong masyarakat yang gemar berolahraga.

"Rata-rata orang Indonesia hanya melakukan 3.500 langkah per hari. Padahal untuk bugar, harus 7.000 langkah per hari. Untuk itu, kita terus dorong agar budaya olahraga masyarakat terus meningkat," paparnya.

"Kalau olahraga prestasi berjalan tanpa desain, maka hasilnya akan seperti sekarang. Tidak ada lapisan bawah yang menopang atlet-atlet senior. Potret masalah itulah yang kami tangkap, baik secara pendek, menengah, dan panjang. Dari situlah lahir DBON," tutup Zainudin Amali.

(mrp/ran)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT