APSF Restui Indonesia Jadi Tuan Rumah ASEAN Para Games

Mercy Raya - Sport
Selasa, 18 Jan 2022 15:57 WIB
Para Atlet Indonesia Evi Karisma melakukan lompatan dalam pertadingan lompat jauh Asian Paragames 2018 di Stadion GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10/2018). Evi meraih medali perunggu dalam lompat jauh kategori T42-44/61-64 dengan lompatan sejuah 4.03 meter, medali emas diperoleh para atlet Jepang Maya Nakanishi dengan lompatan 5.44 m sedangkan medali perak diraih para atlet Jepang Saki Takakuwa dengan lompatan 4.85 m.
Indonesia mendapat restu menggelar ASEAN Para Games. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

ASEAN Para Sport Federation (APSF) merestui Indonesia menjadi tuan rumah ASEAN Para Games (APG) ke-11. Namun, dengan satu catatan.

Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, dalam rapat Board of Governors (BoG) ASEAN Para Sport Federation (APSF) yang berlangsung pada 14 Januari lalu.

Dalam rapat itu, NPC Indonesia kembali mendapat toleransi waktu selama sebulan atau 15 Februari untuk menyelesaikan sanksi WADA. Sebelum akhirnya, keputusan final yang mentlyatakan Indonesia menjadi tuan rumah dilakukan.

"Jadi dalam rapat kemarin, kami sempat ajukan perpanjangan waktu sebulan guna menyelesaikan sanksi WADA. Akhirnya dilakukan voting dan hanya Malaysia yang menentang atas permintaan Indonesia. Sedangkan negara-negara lainnya setuju memberikan waktu kepada kami," kata Rima kepada detikSport, Selasa (17/1/2022).

"Kemudian pada keesokan harinya, LADI mengabarkan mendapat email dari WADA. Kami diberitahu bahwa sebelum 2 Februari Komite Eksekutif akan mengumumkan bahwa Indonesia sudah bebas sanksi. Jadi bisa dibilang sudah 99,9 persen lah kita jadi tuan rumah APG," Rima menegaskan.

Adapun tersisa 1 persen, Rima menyebut, Indonesia tinggal menunggu pengumuman resmi dari Komite Eksekutif WADA yang menyatakan LADI sudah bebas sanksi dari induk organisasi anti doping dunia tersebut.

"Karena Komite Review sendiri dalam suratnya mengatakan sudah menerima semua persyaratan yang dikirim Indonesia. Nah, mereka tinggal merekomendasikan ke Komite Eksekutif WADA untuk mencabut sanksi kepada LADI dan men-declairnya. Biasanya hampir jarang terjadi jika rekomendasi itu digagalkan," ujarnya.

Sebagai tindak lanjutnya, Rima mengatakan, NPC Indonesia akan meminta audiensi kepada Menpora Zainudin Amali. Surat audiensi akan dikirim hari ini. Tujuannya, untuk membahas pembentukan panitia hingga anggaran.

"Harapan kami audiensi dilakukan segera agar Menpora bisa langsung berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas untuk segera mengamankan penganggaran APG ini," kata Rima.

"Selain itu, melihat waktu penyelenggaraan yang kami usulkan 20 sampai 31 Juli di Solo. Jadi semakin cepat (pertemuan) semakin baik," tambahnya.

Sementara itu, Dewan APSF sepakat bahwa hak Indonesia untuk menjadi tuan rumah ASEAN Para Games akan dicabut jika masalah WADA tidak diselesaikan pada 15 Februari untuk menghindari ketidaknyamanan bagi kontingen, atlet, dan ofisial yang berpartisipasi.

"BoG akan mengadakan rapat khusus pada 17 Februari untuk membahas dan memastikan bahwa semua persyaratan, termasuk prosedur ketat COVID-19, dipenuhi sebelum secara resmi mengumumkan Indonesia sebagai tuan rumah ASEAN Para Games ke-11," kata Presiden APSF, Mayor Jenderal Osoth Bhavilai seperti dikutip sport247.my.

(mcy/cas)