ISSF Grand Prix Jadi Jalan Indonesia Menuju Tuan Rumah World Cup 2023

Mercy Raya - Sport
Rabu, 09 Feb 2022 18:00 WIB
Omar Rawiendra Harnoko tampil di The International Practical Shooting Confederation (IPSC) Level III Danjen Kopassus Open Championship 2021.
Perbakin berharap ISSF Grand Prix lancar, ini alasannya. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

PB Perbakin berharap Kejuaraan menembak internasional ISSF Grand Prix Rifle/Pistol berjalan lancar. Sebab, ajang ini menjadi jalan Indonesia menjadi tuan rumah World Cup 2023.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (PB Perbakin) Letnan Jenderal TNI Joni Supriyanto, yang menyebut pihaknya akan melakukan bidding untuk kejuaraan dunia lainnya.

"Dengan kejuraaan berjalan baik maka Indonesia akan kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang yang lebih besar. Kami akan melakukan bidding untuk menjadi tuan rumah World Cup Rifle/Pistol pada 2023. Dan bidding tuan rumah Piala Dunia hanya didapat apabila event internasional kali ini berjalan mulus," ujar Joni di Lapangan Tembak Senayan kepada pewarta.

Keinginan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Rifle/Pistol sebenarnya sudah ada saat ajang itu dijadwalkan berlangsung Februari 2022. Sementara itu, ISSF Grand Prix Rifle/Pistol pada September 2021. Namun imbas pandemi COVID-19, akhirnya Indonesia hanya dapat menggelar Grand Prix yang saat ini tengah berlangsung di lapangan tembak Senayan sejak Selasa (8/2) kemarin.

Sementara itu, kesempatan tuan rumah Piala Dunia Rifle/Pistol diberikan kepada Kairo, Mesir, yang berlangsung pada 26 Februari-8 Maret.

Adapun pada ISSF Grand Prix Rifle/Pistol diikuti 138 peserta dari enam negara, termasuk 48 di antaranya adalah wakil Indonesia. Joni Supriyanto mengatakan selain atlet yang dipersiapkan untuk SEA Games Hanoi 2022, Merah Putih juga menurunkan lapis dua dan atlet muda.

Dengan jumlah atlet paling banyak sekaligus berstatus tuan rumah, Perbakin menargetkan juara umum dalam ajang yang masuk dalam kalender Federasi Olahraga Menembak Internasional (ISSF) tersebut.

Atlet menembak Indonesia akan bersaing dengan puluhan peserta dari lima negara lainnya seperti Rumania, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Bangladesh.

"Target pastinya juara umum. Selain hadir dengan atlet paling banyak, secara psikologis atlet kita juga berlomba di kandang sendiri," kata Joni.

Joni sekaligus menambahkan bahwa Indonesia patut berbangga karena dipilih sebagai salah satu tuan rumah ketiga ISSF Grand Prix pada tahun 2022 setelah Slovania (12-16 Januari) dan Kroasia (18-22 Januari).

(mcy/cas)