KOI Belum Terima Surat Resmi Pembatalan Nomor Tolak Peluru

Mercy Raya - Sport
Kamis, 05 Mei 2022 13:50 WIB
Eki Febri Ekawati berhasil mendapatkan medali emas setelah berhasil melakukan lemparan terbaiknya sejauh 14,39 meter.
Eki Febri Ekawati terus diperjuangkan agar bisa tampil di SEA Games 2021. (Foto: detikcom/Grandyos Zafna)
Jakarta -

Tim Chef de Mission Kontingen Indonesia belum menerima surat pembatalan nomor tolak peluru putri di SEA Games Vietnam. Meski begitu, mereka akan berjuang agar tetap dipertandingkan.

Tolak peluru pada cabang atletik diberitakan batal dipertandingkan di SEA Games 2021 yang dimulai 12-23 Mei mendatang. Alasannya, karena nomor tersebut hanya diikuti dua negara peserta, yakni Thailand dan Indonesia. Sementara sesuai aturan, setiap event minimal diikuti tiga negara.

Situasi ini pun membuat peluang atlet Indonesia, Eki Febri Ekawati, tampil di SEA Games tipis. Pengurus Besar Persatuan Angkata Besi Indonesia (PB PASI) melalui Sekretaris Jenderal, Tigor Tanjung, mengatakan meminta arahan untuk nasib atletnya tersebut.

Merespons itu, Chef de Mission Indonesia untuk SEA Games 2021 Ferry Kono mengatakan sedang berupaya untuk memperjuangkan si atlet bisa tampil di nomor tolak peluru.

"Kalau kaitannya dengan keberangkatan, tentu dia (Eki Febri) sudah masuk dalam SK (Surat Keputusan) untuk berangkat," kata Ferry kepada detikSport, Kamis (5/5/2022).

"Nah, sampai hari ini, baik kita maupun Thailand belum dapat surat resmi dari VIESCOG (Panitia Penyelenggara SEA Games Vietnam). Kami lagi mau upaya, artinya PASI juga upaya ke federasi Asia, kalau kami ke NOC Vietnam, SEAGF (SEA Games Federation) dan VIESCOG," Ferry menjelaskan.

"Karena sebenarnya atletnya (yang ikut ada tiga). Indonesia satu atlet, Thailand ada dua atlet. Cuma memang di Technical Hand Book (THB) tercatatnya hanya dua negara makanya terjadi dispute."

Untuk itu, Ferry yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) akan berkirim surat kepada NOC Vietnam, VIESCOG, dan SEAGF yang rencananya akan dilayangkan hari ini.

"Jadi walaupun kami belum terima surat resmi dan kami tahu dari media, tapi langsung kami kirim surat ke sana. Kepada NOC Vietnam, kami mohon bantuan mereka untuk kirim atletnya juga, sementara VIESCOG terkait masalah tiga peserta, sedangkan SEAGF dalam rangka membantu kepentingan atlet yang sudah melaksanakan latihan selama satu tahun," ujarnya.

Ia lantas berharap upaya-upaya ini bisa mendapatkan titik temu dan hasil terbaik bagi kepentingan para atlet.

"Kami akan terus mendesak dan berjuang tapi masalahnya VISCOG ini tak punya crisis center sehingga ketika ada hal-hal seperti ini lebih banyak dibuang ke kiri dan ke kanan. Kami harus tracing untuk mendapatkan orang yang tepat untuk diajak bicara guna menyelesaikan masalah ini. Selain, PB PASI juga berupaya," kata Ferry.

(mcy/cas)