ADVERTISEMENT

Viral Mike Tyson di Kursi Roda, Curhatnya soal Kematian & Uang Ramai Lagi

Afif Farhan - Sport
Kamis, 18 Agu 2022 18:10 WIB
Mike Tyson
Saat Mike Tyson Bicara Soal Kematian dan Uang Itu Sampah (Instagram/miketyson)
Jakarta -

Viral foto Mike Tyson yang terbujur lemas di kursi roda. Iron Mike sebelumnya sempat curhat mengenai kematian dan uang yang tidak bisa membeli segalanya.

Dilansir dari Marca, baru-baru ini viral foto Mike Tyson yang tampak dengan kondisi lemas sedang duduk di kursi bandara di Bandara Internasional Miami, AS. Meski begitu, eks juara tinju kelas berat dunia tersebut masih melayani permintaan fans untuk berfoto.

Diketahui, Mike Tyson mengidap kondisi linu panggul sejak lama dan belakangan kambuh lagi. Sciatica atau linu panggul adalah rasa sakit yang menyebar di sepanjang jalur saraf siatik, yang bercabang dari punggung bawah, melalui pinggul dan bokong, hingga turun ke kaki.

Biasanya, linu panggul hanya mempengaruhi satu sisi tubuh. Kondisi ini terjadi saat saraf sciatic terjepit, biasanya oleh herniated disk di tulang belakang atau pertumbuhan berlebih dari tulang (bone spur) pada vertebra seseorang.

Kondisi ini juga bisa ditekan oleh tumor atau rusak karena penyakit, seperti diabetes. Tetapi, ini sangat jarang terjadi.

Dalam podcast pribadinya, 'Hotboxin With Mike Tyson' Iron Mike pernah curhat soal kematian. Pria berusia 56 tahun itu mengaku ajalnya telah dekat.

"Kita semua akan mati suatu hari nanti," ujarnya.

"Lalu, ketika saya melihat ke cermin, saya melihat bintik-bintik kecil di wajah saya dan saya berkata 'Wow, itu berarti tanggal kedaluwarsa saya akan segera datang'," tambahnya.

Mike Tyson kemudian menyinggung soal uang. Baginya, uang tidaklah cukup berarti untuk kehidupan.

"Uang adalah sampah buat saya," tegasnya.

"Orang-orang yang berpikir kalau uang akan bikin bahagia, mereka itulah yang tidak pernah punya uang sebelumnya," jelasnya.

"Kalau kamu percaya jika kamu tidak terkalahkan karena punya uang, maka kamu salah. Itulah mengapa saya selalu bilang, uang adalah rasa aman yang salah," tutupnya.

(aff/bay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT