Karate Tradisional Indonesia Tampil di Uzbekistan, Pede Raih Emas

ADVERTISEMENT

Karate Tradisional Indonesia Tampil di Uzbekistan, Pede Raih Emas

Mohammad Resha Pratama - Sport
Rabu, 07 Des 2022 16:38 WIB
Karate Tradisional Indonesia
Karate Tradisional Indonesia kirim tiga karateka ke Uzbekistan (dok.Federasi Karate Tradisional Indonesia)
Surabaya -

Indonesia akan tampil di 3rd Asia Oceania Traditional Karate Cup 2022. Merah-Putih percaya diri meraih hasil bagus di sana.

Indonesia Traditional Karate Federation (INATKKF) akan tampil pada ajang yang dihelat di Tashkent, Uzbekistan, 8-11 Desember 2022.

Indonesia mengirim tiga wakil yakni Ehwatu Zuriyah, Devi Amylia Puteri, dan Roberdto Lusiandro Manu yang didampingi pelatih sekaligus atlet veteran Erwin Syauridhani.

Pada ajang Karate Tradisional Afro-Asia Online 2020, Indonesia menempati urutan ketiga dengan 3 medali emas, 2 Perak, dan 7 Perunggu.

Prestasi inilah yang diharapkan bisa diulangi oleh Indonesia di Uzbekistan nanti. Apalagi belum lama ini INATKF juga menggelar Kejuaraan Nasional Piala Erick Thohir di Surabaya yang menghadirkan banyak karateka muda berpotensi dari penjuru nusantara.

"Kita telah buktikan torehan prestasi di Afro Asia Online 2020. Begitupun di Surabaya belum lama ini. Untuk 3rd Asian traditional Karate Cup di Uzbekistan, kita wajib menjaga tradisi berprestasi. Kami datang dan kami menang," ujar Ketua Umum PB INATKF, Muchlas Rowi, dalam rilis kepada detikSport.

Muchlas menjadikan semangat G20 di Bali yang mengusung tema "Recover Together, Recover Stronger" agar atlet-atletnya lebih percaya diri menghadapi turnamen itu.

"Kekuatan terbesar sang juara terletak pada kemampuannya bekerja sama dalam tim, bukan justru meninggikan ego untuk bekerja sendirian," tutur Muchlas yang juga jadi Sekjen Federasi Karate Tradisional Asia-Oseania.

Sementara itu, Sekjend INATKF, Bachtiar Effendy, juga memberikan semangat kepada tim. Dia meminta atlet tampil sebaik mungkin untuk memberikan kado pelipur lara bagi Indonesia yang lagi dilanda bencana gempa bumi, tanah longsor, dan lainnya di pengujung tahun ini.

"Kehadiran kita di Uzbekistan adalah berdiri melihat sang saka merah putih berkibar di tanah bukhara. Jaga semangat itu, Seorang juara adalah seseorang yang bangkit, bahkan ketika dia tidak bisa. Bangkit dan bangkit untuk memastikan tradisi berprestasi kita di INATKF. Namun jika kita menang, ingat! pemenang adalah orang-orang biasa dengan hati yang luar biasa. Doakan kami, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memudahkan ikhtiar anak bangsa mempersembahkan Medali Emas untuk Indonesia tercinta" papar Bachtiar.

Kontingen Indonesia

Muchlas Rowi (Ketua Kontingen), Aam Imanullah Hariri (Manager), Kriyo Sambodho (Official), M.Natsir Amir (Official), Erwin Syauridhani (Pelatih dan Atlet Veteran), Ehwatu Zuriyah (Atlet), Devi Amylia Puteri (Atlet) dan Roberdto Lusiandro Manu (Atlet).



Simak Video "Rezaldi Hehanussa Merapat ke Persib: Jarang Bermain di Persija"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/nds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT