Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Detik Insider

    Teruntuk Philipp Lahm: Kariermu Sudah Sempurna, Kok

    Okdwitya Karina Sari - detikSport
    Foto: Matthias Hangst/Getty Images Foto: Matthias Hangst/Getty Images
    Jakarta - Philipp Lahm akan menyudahi kariernya tanpa raihan trofi Liga Champions tambahan. Meski demikian, kegagalan itu tidak akan mengurangi statusnya sebagai legenda.

    Lahm tertunduk lesu setelah timnya, Bayern Munich, disingkirkan Real Madrid - dalam laga yang katanya berbau kontroversi - di perempatfinal Liga Champions 2016-17. Bayern kalah 2-4 [agregat 3-6] di leg kedua yang digelar di Santiago Bernabeu, 19 April.

    Seusai pertandingan yang menjadi penampilan terakhirnya di Liga Champions, bek kanan dan kapten Die Roten itu mengucapkan selamat tinggal kepada kompetisi Eropa dengan pahit. Lahm telah mengumumkan akan gantung sepatu di akhir musim ini, dalam usia yang masih relatif muda, 33 tahun.

    "Ini adalah sebuah perpisahan yang menyakitkan dari Liga Champions -- terutama untukku pribadi, setelah bertahun-tahun," ungkap Lahm di akun Twitternya @philipplahm.

    Lahm telah bermain di 114 pertandingan Liga Champions, termasuk tujuh yang dibuatnya saat dipinjamkan ke Stuttgart pada 2003-2005.

    Dia tiga kali maju ke final dan sekali menjuarainya pada 2013, yang jadi tahun puncak Bayern dengan raihan treble.

    Buat saya yang lama mengagumi sosok Lahm, tawa lebarnya atau pose yang dia buat saat mengangkat kedua tangannya bak jagoan itu akan sangat dirindukan.

    Teruntuk Philipp Lahm: Kariermu Sudah Sempurna, KokPhilipp Lahm (Foto: Alex Livesey/Getty Images)


    ***

    Lahm tidak perlu berkecil hati. Tanpa koleksi medali kedua di Liga Champions pun, status legenda tetap akan melekat kepadanya.

    Dia merupakan satu dari segelintir pesepakbola yang bisa dibilang lahir dan mati untuk Bayern. Lahm lahir di Munich, dan merintis karier di akademi sepakbola Bayern pada 1995-2001, sebelum ke promosi ke tim utama setahun kemudian.

    Setelah sempat dipinjamkan ke Stuttgart selama dua musim, Lahm kembali ke Bavaria pada 2005. Sisanya seperti yang banyak dikatakan orang: sejarah.

    Pemilik nomor seragam 21 ini telah membantu Bayern meraih delapan titel Bundesliga, dan menjaga dominasi di sepakbola Jerman dalam lima tahun belakangan. Selain itu, di kompetisi utama lainnya Lahm telah menjuarai Piala DFB enam kali.

    Akhir pekan kemarin Lahm mengantar Bayern menjuarai Bundesliga untuk kali kelima berturut-turut. Dengan meraih medali juara liga kedelapan, maka Lahm akan menjadi pemain dengan trofi juara Bundesliga terbanyak dalam sejarah kompetisi tersebut. Hanya ada tiga pemain lain dengan pencapaian serupa, yaitu Mehmet Scholl [1993-94, 1996-97, 1998-99 s.d 2000-01, 2002-03, 2004-05, dan 2005-06]; Oliver Kahn [1996-97, 1998-99 s.d 2000-01, 2002-03, 2004-05, 2005-06, dan 2007-08], dan Bastian Schweinsteiger [2002-03, 2004-05, 2005-06, 2007-08, 2009-10 dan 2012-13 s.d 2014-14].

    Lahm, yang mengapteni Bayern sejak 2011, juga telah memimpin timnas Jerman menjuarai Piala Dunia 2014. Prestasi yang bisa membuat Lahm disejajarkan dengan para legenda lainnya seperti Herbert Erhardt dan Rudi Voeller.

    Di kompetisi domestik lain, Bayern sukses melaju ke semifinal dan tinggal selangkah lagi dalam mempertahankan gelar juaranya. Sebuah medali juara membuat Lahm sebagai pemain dengan trofi terbanyak kompetisi itu bersama Schweinsteiger [7].

    ***

    Dibanding dengan Thomas Mueller atau Robert Lewandowski, nama Lahm barang kali jarang disebut oleh penggemar sepakbola di Indonesia, yang lebih akrab dengan pemain-pemain bintang Premier League ataupun La Liga Spanyol.

    Apalagi, posisi Lahm bukan pendulang gol yang jarang nongol di papan skor. Walau begitu, Lahm merupakan salah satu pemain paling konsisten yang pernah saya tahu.

    Teruntuk Philipp Lahm: Kariermu Sudah Sempurna, KokFoto: Reuters / Kai Pfaffenbach Livepic


    Lahm tidak pernah mau menurunkan standar performanya di kompetisi level apapun. Keputusan pensiun yang dia ambil, semata-mata karena dirinya ragu akan mampu memberikan performa seperti sebelum-sebelumnya.

    "Aku masih bisa terus main dengan gaya kepemimpinanku, memberikan yang terbaik setiap harinya, di setiap latihan, sampai akhir musim. Aku bisa meneruskannya sampai musim ini, tapi tidak setelahnya," ucap Lahm saat mengonfirmasi kabar pensiunnya pada Februari lalu.

    Absennya Lahm akan membuat Bayern kehilangan salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia, salah satu bek kiri terbaik di dunia, dan salah satu bek kanan terbaik di dunia. Terlebih, mereka akan kehilangan pemimpin sekaligus salah satu pemain paling cerdik.

    "Philipp Lahm mungkin adalah pemain yang paling cerdas yang pernah saya latih. Dia berada di level yang lain," kata mantan pelatih Bayern Josep Guardiola di musim pertamanya di Bavaria.

    Lahm, sekali lagi, kariermu sudah sempurna.




    ===
    * Penulis adalah reporter detikSport. Beredar di dunia maya melalui akun @rinrooney (rin/din)
    Load Komentar ...
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game
    detik-insider