Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Detik Insider

    About The Game: Mengembalikan Sepakbola pada 'Khitahnya'

    Andi Abdullah Sururi - detikSport
    Ilsutrasi: mikemet.com Ilsutrasi: mikemet.com
    Jakarta -

    Sepakbola sudah seperti agama, katanya. Sepakbola itu soal hidup-mati, ceritanya. Namun, bolehlah kiranya juga apabila sepakbola dipandang dengan definisi paling simpel: sebagai sebuah kesenangan.

    Terlalu "culun" sepertinya memandang sepakbola hanya seperti itu, setelah permainan ini mengalami evolusi sekian abad, melahirkan kisah-kisah kepahlawanan, mempermalukan sebuah bangsa, membuat kaya sebagian orang -- sekalian memiskinkan sebagian yang lain, melambungkan cita-cita mulia maupun harapan-harapan semu, bahkan sampai mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih religius. Dan lain-lain, dan sebagainya.

    Di era saat ini, bahkan puluhan tahun sebelum sekarang, sepakbola selalu punya tempat "suci" di kehidupan yang fana ini, sebagai salah satu "surga dunia" -- buat yang memercayainya maupun tidak. Pertandingan sepakbola tidak pernah selesai setelah 90 menit. Ia "abadi" -- seperti abadinya kontroversi gol Inggris ke gawang Jerman Barat di final Piala Dunia 1966; seperti langgengnya El Clasico; atau tandukan Zinedine Zidane pada Marco Materazzi yang monumental tiada terkira sampai kapanpun.

    Justu itulah "kesenangan" yang tertulis di atas. Melakukan semua aktivitas kesepakbolaan, atau cukup hanya membayangkannya, merupakan sebuah kesenangan, bahkan dalam wujud kekecewaan, kesedihan atau kemarahan sekalipun. Sepakbola adalah kesenangan mutlak yang absurd.

    Yang membuat sepakbola sangat tidak menyenangkan, misalnya, apabila sepakbola dibawa-bawa, didorong-dorong menjauh dari hakikat kesenangan itu sendiri. Dalam konteks kekinian di Indonesia, umpamanya, sepakbola sudah diseret-seret dan ditarik oleh kuda yang ditunggangi orang-orang yang tak tahu cara menyenangkan orang lain lewat sepakbola. Sepakbola kerap dibawa melambung ke atas gunung, menjadi alat politik. Atau [ini yang selalu "hangat" walaupun sudah hampir dua tahun terjadi] : konflik sepakbola di level elite. Bagi yang merasa senang dengan segala konflik yang ora wis wis itu, entah mendapatkan apa dari sana, boleh acungkan jari telunjuknya.

    Apa boleh buat, mungkin memang ada yang bersenang-senang dengan konflik yang mengatasnamakan sepakbola itu. Orang sengsara, yang penting urusan saya lancar jaya. Walaupun levelnya jauh lebih "menyebalkan", tapi kesenangan semacam itu ya agak-agak mirip juga dengan kita yang mengucap "alhamdulillah" jika rival klub kesayangan kalah; atau dia merasa puas dengan memaki-maki saja kerjaannya, memaki siapa saja: timnya yang main buruk, suporter lawan yang sok hebat, dan lain-lain.

    Maka dari itu, karena sepakbola boleh apa saja dalam menyenangkan penikmat-penikmatnya, kami mencoba menawarkan sesuatu yang barangkali bisa menambah kesenangan pembaca dari sepakbola. Subkanal About The Game, yang merupakan bagian dari detiksport, kami tawarkan kepada pembaca tercinta, fans yang gila bola.

    Terus terang, maksud kami menghadirkan About The Game adalah mencoba memunculkan lebih banyak perspektif tentang sepakbola, dari banyak sudut pandang dan tema. Bagi kami, terlalu dangkal apabila kecintaan pada sepakbola ukurannya adalah untuk mencintai satu tim/klub belaka, dan yang lain tidak penting. Sepakbola terlalu berharga jika dilihat dari kulit luarnya saja. Dan tentu saja, sepakbola bukan cuma permainan 2 x 45 menit di lapangan hijau.

    Jika boleh agak bombastis sedikit, sebagaimana kehidupan, sepakbola pun mengandung banyak enigma, misteri, dan sebagainya. Pengetahuan, informasi, analisis, bahkan kesoktahuan itu kami coba transfer kepada pembaca melalui subkanal About The Game ini. Syukur-syukur sih tidak menyesatkan :)

    Rubrik Match Analysis adalah preview maupun review secara teknis pertandingan-pertandingan pilihan, disertai grafik yang bisa menguatkan ulasan tersebut. Rubrik Tactics akan terfokus pada pembahasan mengenai taktik dan teknik dalam permainan sepakbola, beserta turunan-turunannya. Di rubrik ini, ke depan akan kami sajikan apa itu Total Football, evolusi taktik 4-4-2, tugas seorang deep-lying playmaker, sejarah lahirnya catenaccio, tentang libero/sweeper, dan lain-lain.

    Football Culture adalah rubrik untuk tulisan-tulisan khas mengenai sepakbola sebagai produk manusia, sebagai budaya. Secara bergantian kami akan membuat review film dan buku-buku tentang sepakbola, juga benda-benda yang ada hubungannya dengan sepakbola (Gear), juga permainan virtual Video Game.

    Secara khusus kami harus menyebut Pandit Football Indonesia [akun twitter: @panditfootball] sebagai partner detiksport untuk subkanal About The Game ini. Kami menggandeng komunitas yang bermarkas di kota Bandung ini karena passion, keanehan, bahkan kegilaan mereka pada permainan yang satu ini, sejalan dengan visi kami membuat subkanal ini.

    Pada rubrik The Experts, pembaca tentu tak asing nama dengan nama M. Kusnaeni alias "Bung Kus", si komentator sepakbola. Kami mendapat kehormatan karena Bung Kus berkenan membagi ide-ide kepada pembaca detiksport tentang sepakbola. Dari kolumnis lain, Dalipin, pembaca kami ajak untuk menikmati cerita-cerita khas mantan wartawan BBC yang tinggal di London ini, terlebih karena ia sering "berseliweran" di tempat-tempat sepakbola di Inggris Raya.

    Partner kami yang lain adalah Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI), yang akan mengisi secara rutin rubrik Coaching Clinic.

    Kami pun membuka pintu pada pembaca sekalian, siapapun Anda, untuk mengekspresikan kecintaan dan kegilaan Anda pada sepakbola, melalui tulisan, tentang apa saja yang kiranya perlu untuk dibagi dengan para maniak yang lain. Anda dapat mengirimkan tulisan Anda melalui email dengan alamat umpansilang@detiksport.com.

    Semoga fasilitas terbaru kami ini dapat menjadi sebuah referensi lain, memberi perspektif tambahan, tentang bagaimana sepakbola lebih dinikmati melalui tulisan. Tentu saja, saran dan kritik dari pembaca kami butuhkan sehingga kami ke depan bisa lebih baik lagi.

    Selamat menikmati About The Game. Selamat bersenang-senang dengan sepakbola.


    ==

    * Penulis adalah redaktur pelaksana detiksport. Akun twitter: @sururi10







    (a2s/krs)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game