Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Detik Insider

    Harapan Besar 'Si Merah' Bernama Benteke

    Mohammad Resha Pratama - detikSport
    Getty Images via Liverpool FC/Andrew Powell Getty Images via Liverpool FC/Andrew Powell
    Jakarta -

    Orang sering bilang, "Jangan berharap terlalu tinggi, nanti kalau jatuh pasti sakit sekali rasanya." Tapi boleh jadi itu tak akan berlaku untuk Liverpool dan fans-nya musim ini, ketika mereka gantungkan harapan setinggi-tingginya kepada pemain bertubuh besar bernama Christian Benteke.

    Musim lalu ketika Liverpool berharap bisa terbang setinggi-tingginya, yang didapat malah mereka jatuh terjerembab dan terpuruk sedalam-dalamnya. Seakan apa yang mereka lakukan sepanjang musim 2014/2015 itu salah.

    Daniel Sturridge yang diharapkan dapat mengisi posisi yang ditinggal Luis Suarez malah lebih sering berkutat dengan cedera. Sementara Mario Balotelli, Rickie Lambert, dan Fabio Borini juga setali tiga uang, karena mereka bertiga malah seperti lupa bagaimana cara mencetak gol.

    Ditambah masalah ini, itu, Liverpool menuntaskan musim dengan hanya finis di posisi keenam, jauh dari apa yang didapat di musim sebelumnya saat finis di posisi runner-up.

    Satu alasan utama mengapa Liverpool tampil buruk musim lalu, seperti yang dijelaskan singkat di atas adalah soal tumpulnya lini depan sepeninggal Suarez. Dari yang tadinya bikin 101 gol selama semusim, The Anfield Gank cuma bisa bikin 52 gol!

    Maka, wajar jika fokus utama Liverpool di bursa transfer ini adalah bagaimana cara mereka mengembalikan ketajaman yang hilang musim lalu. Pencarian itu berhenti di satu pemain berbadan tinggi, besar, dan kokoh, bernama Benteke.

    Butuh dana besar untuk mengeluarkan Benteke dari Aston Villa, 32,5 juta poundsterling, yang menjadikan striker Belgia itu sebagai pemain termahal kedua sepanjang sejarah klub tersebut.

    Torehan 49 gol selama tiga musim memperkuat Villa jadi alasan mengapa Liverpool ngebet mendatangkannya. Namun, kedatangan Benteke juga diiringi pertanyaan besar, apakah memang dia cocok untuk Liverpool?

    Dengan tinggi 190 cm, jelas Benteke akan lebih senang mendapat bola-bola silang seperti striker-striker besar pada umumnya. Sementara Liverpool di era Rodgers justru mengedepankan permainan bola kaki ke kaki, dengan sesekali melakukan serangan balik cepat.

    Ini pula yang membuat banyak pihak meragukan Benteke bisa sukses di Liverpool dan malah akan mengikuti jejak Andy Carroll, pemain besar lainnya yang gagal saat berseragam merah-merah dan malah hengkang.

    Kekhawatiran itu wajar adanya karena pengalaman buruk dengan Carroll, tapi Benteke bukanlah Carroll dan diprediksi tak akan bernasib sama seperti penyerang yang kini memperkuat West Ham United.

    Setidaknya itu menurut artikel yang diunggah oleh FourFourTwo. Di luar lapangan, Benteke adalah pribadi yang jauh dari sorot kamera dan media, beda dengan Carroll yang kerap melakukan tindakan indisipliner seperti pernah bermasalah dengan polisi atau gemar minuman beralkohol.

    Soal riwayat cedera pun, Benteke "cuma" absen di 20 pertandingan sejak kedatangannya di Inggris. Sementara Carroll sejak pindah ke West Ham saja sudah absen lebih dari 60 pertandingan selama dua musim.

    Pindah ke gaya bermainnya, Benteke memang 11-12 dengan Carroll, kuat dalam duel udara dan punya sundulan bagus. Sejak kedatangannya ke Inggris di tahun 2013, Benteke paling banyak bikin gol dari sundulan yakni 13 serta punya rataan 7,7 memenangi duel udara per laga, paling tinggi di antara seluruh pemain musim lalu.

    Meski demikian, Benteke punya keunggulan yang tak dimiliki Carroll, yakni kebisaannya dalam memainkan bola bawah. Benteke lebih banyak melakukan bola terobosan, rasio umpan berhasil, dribel sukses, dan umpan kunci, ketimbang Carroll.

    "Kami lebih banyak melepaskan umpan silang ke kotak penalti ketimbang klub lain di liga dan Christian bilang bahwa dia lebih senang mendapat umpan silang. Dia tidak akan pergi ke klub yang punya statistik crossing buruk," demikian ujar manajer Villa, Tim Sherwood, ketika tahu Liverpool tengah mengincar Benteke.

    Mungkin Sherwood lupa kalau West Ham-lah yang musim lalu jadi tim dengan jumlah rataan crossing terbanyak, yakni 26 per laga. Sementara Villa dengan 20 crossing per laga, cuma unggul tiga ketimbang Liverpool.

    Kedatangan Benteke justru malah bakal bikin Liverpool kembali mematikan dalam hal eksekusi bola mati. Sebab ketika menjadi runner-up di musim 2013/2014, mereka bikin 26 gol dari situasi bola mati dan musim lalu hanya enam.

    Dalam artikel lain di Whoscored, Benteke disebut punya rasio tembakan tertinggi ketiga di Premier League musim lalu, setelah Charlie Austin dan Sergio Aguero, yakni 25,5 persen dari total tembakan timnya per laga.



    Dengan gaya main defensif Villa di bawah asuhan Paul Lambert - di paruh pertama musim di mana Benteke hanya bikin dua gol -, Benteke masih bisa melepaskan 2,8 tembakan per pertandingan, dari total 11 tembakan per laga.

    Meski cuma melepaskan 1,1 umpan kunci per laga dan ada di urutan 62 liga musim lalu, tapi hanya ada tiga pemain - Eden Hazard, Alexis Sanchez, dan Diego Costa - yang mencetak gol lebih banyak darinya di daftar tersebut.




    Jika itu belum cukup, maka fakta selanjutnya bisa menjustifikasi kalau Benteke lebih dari sekadar targetman. Sebab cuma ada tiga pemain yakni Aguero, Suarez, dan Robin van Persie, yang bikin gol lebih banyak sejak Benteke tampil di Inggris.

    "Dalam hal cara bermain - kekuatan, kecepatan, fisik, finishing - saya pikir Benteke bisa jadi bintang Liverpool," analisa eks striker Liverpool, Robbie Fowler.

    "Saya sering menonton, bahwa dia tidak sekadar targetman. Dia bisa menahan bola dengan baik dan memancing pemain lain, tapi dia juga mobil dan bisa menahan para pemain belakang lawan," sambungnya.

    Gol debut Benteke dalam seragam Liverpool ke gawang Swindon Town setidaknya bisa membuktikan apa yang bisa diberikan olehnya. Bola ditahan dengan dada dan diteruskan sepakan voli kaki kanan yang menghujamkan bola ke sudut gawang.



    Tapi itu baru ujicoba, karena Benteke masih ditunggu pembuktian sebenarnya saat Liverpool menjalani kickoff Premier League akhir pekan ini, di kandang Stoke City. Di sanalah Benteke minimal bisa memberikan jawaban awal atas keraguan yang mendatangi dirinya.

    Sebab 'Big Ben' tahu kalau harapan besar Liverpool dan suporter, ada di pundak dia saat ini. Dan juga seragam nomor 9 yang disematkan padanya, ada mimpi bahwa Benteke bisa sebesar pendahulunya, Rogert Hunt, Ian Rush, Robbie Fowler, dan Fernando Torres.

    Bisa, Ben?

    ===

    Penulis adalah reporter @detiksport dengan akun twitter @reshadeco

    (mrp/din)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game