Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Detik Insider

    'Malaikat' yang Tak Berjodoh dengan 'Setan Merah'

    Doni Wahyudi - detikSport
    John Peters/Man Utd via Getty Images John Peters/Man Utd via Getty Images
    Jakarta -

    Dia adalah pemain dengan transfer termahal di Inggris, yang datang ke Manchester United setelah meraih trofi Liga Champions dan masuk final Piala Dunia. Tapi 'malaikat' mungkin tidak berjodoh dengan 'Setan Merah'. Angel Di Maria sudah pergi dari Manchester United.

    Tak ada alasan buat suporter Manchester United untuk tidak merasa antusias saat Di Maria diumumkan menjadi rekrutan terbaru di bursa transfer musim panas 2014 lalu. Winger asal Argentina itu adalah salah satu pemain terbaik dunia, status yang dia tunjukkan di sepanjang Mei sampai Juli di tahun yang sama.

    Media Spanyol menyebut Di Maria mengepakkan sayap malaikatnya - merujuk pada namanya 'Angel' yang berarti malaikat dalam bahasa Inggris - saat dia punya peran luar biasa besar untuk membantu Real Madrid membalikkan ketertinggalan dari Atletico Madrid di final Liga Champions. Di Maria tidak mencetak gol di Lisbon malam itu, tapi dia adalah bongkahan besar dalam kisah sukses El Real meraih La Decima. Di Maria terpilih sebagai man of the match di laga 120 menit itu.

    Berlanjut ke Brasil, pemain kelahiran Rosario itu juga jadi aktor penting yang mengantar Argentina masuk ke final Piala Dunianya yang pertama dalam 28 tahun terakhir. Sebagian pengamat menyebut kalau Argentina tidak akan kalah atas Jerman di final andai Di Maria tampil dalam laga puncak. Cedera robek otot membuat sejarah berkata lain.

    Semuanya sempurna. Sempurna untuk Di Maria dan sempurna untuk Manchester United.

    Dua tahun setelah ditinggal Sir Alex Ferguson, MU pada musim panas 2014 masih mencari pemain berlabel bintang untuk dibawa ke Old Trafford. Setahun sebelumnya aktivitas transfer mereka menjadi sebuah kegagalan besar, dengan Marouane Fellaini menjadi satu-satunya pembelian, itupun dilakukan di jelang berakhirnya bursa transfer.

    Kedatangan James Rodriguez ke Madrid membuka pintu Di Maria pergi dari Santiago Bernabeu. The Red Devils harus mengeluarkan 59,7 juta poundsterling untuk mengangkutnya ke Old Trafford. Itu menjadi rekor pembelian termahal yang pernah dilakukan oleh klub-klub Inggris Raya. MU tak mau ambil pusing dengan harga tinggi 'si malaikat' karena mereka butuh untuk segera bangkit setelah menjalani musim yang menyedihkan bersama David Moyes.

    Datang di Theater of Dreams

    Pada 26 Agustus 2014 Di Maria menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dengan MU. Setelah dapat transfer fee besar dan gaji tinggi, penghargaan lain untuk Di Maria adalah penyerahan nomor tujuh untuknya. Pemain-pemain terbaik MU - George Best, Bryan Robson, Eric Cantona, David Beckham, Cristiano Ronaldo - memakai nomor tersebut.

    Pekan-pekan awal Di Maria berseragam MU juga berjalan mulus. Meski tidak dominan, penampilannya menumbuhkan optimisme di kalangan suporter. Pada enam laga pertamanya dia mencetak tiga gol dan empat assist. Di Maria juga mencetak sebuah gol indah ke gawang Leicester, meski MU kalah menyesakkan 3-5 dalam laga tersebut.



    Suporter MU makin sering membicarakan nomor tujuh barunya. Di Maria merespons itu semua dengan menyebut kepindahan ke MU adalah sebuah langkah maju dalam perjalanan kariernya. Semua berjalan baik sampai tahap ini.

    Setelah mencetak gol ke gawang Everton pada 20 Oktober, Di Maria harus menunggu sampai 4 Januari untuk kembali mencatatkan namanya di papan skor. Satu gol itu dibuatnya ke gawang Yeovil Town, pada babak ketiga Piala FA.

    Sejak Oktober sampai Januari tersebut, cedera telah memaksa Di Maria beberapa kali menepi.

    Di Maria Sebagai Striker dan CM

    Cedera sedikit banyak memengaruhi menurunnya penampilan Di Maria. Tapi itu bukan faktor dominan. Faktanya, ada beberapa hal yang berperan. Baik teknis maupun kendala di luar lapangan.

    Di Maria terbang ke China pada Oktober 2014 untuk memperkuat Argentina menjalani laga ujicoba dengan Brasil. Kalah 0-2 di pertandingan tersebut, dia bermain penuh 90 menit. Tiga hari setelah menghadapi Brasil, dia kembali tampil selama 17 menit dalam laga ujicoba lainnya dengan timnas Hong Kong. Total jarak tempuh Di Maria untuk melakukan dua pertandingan itu adalah 19.312 km.

    Itu menjadi masalah besar karena Di Maria sudah kurang istirahat menyusul penampilannya di Piala Dunia. Apalagi dia menyudahi turnamen dengan membawa cedera. Kelelahan ikut menjadi berkontribusi atas penampilan mengecewakannya bersama MU.

    Di Maria bisa dibilang tidak beruntung datang ke MU saat klub tersebut masih mencari-cari bentuk permainannya. Louis van Gaal berulang kali mengubah formasi dan susunan pemain starting XI di awal musim. Di Maria jadi salah satu korban. Squawka mencatat kalau di 16 pertandingan pertamanya bersama MU, Di Maria bermain di enam posisi berbeda. Termasuk sebagai central midfielder dan striker.

     LagaSkorPosisiFormasi
    vs Burnley 0-0 CM3-5-2
    vs QPR 4-0 LM 4-4-2
     vs Leicester 5-3 (k) LM 4-4-2
     vs West Ham 2-1 LM 4-4-2
     vs Everton 2-1 LM 4-4-2
     vs WBA 2-2 LM 4-5-1
     vs Chelsea 1-1 LM 4-5-1
     vs City 1-0 (k) LM 4-5-1
     vs Palace 1-0 LM 4-5-1
     vs Arsenal 1-2 ST 3-5-2
     vs Hull 3-0 RW 3-5-2
     vs Aston Villa 1-1 LM 3-5-2
     vs Southampton 1-0 (k) ST 3-5-2
     vs QPR 2-0 ST 3-5-2
     vs Leicester 3-1 AM 4-4-2
     vs West Ham 1-1 AM 4-4-2
     vs Burnley 3-1 LM 4-4-2

    *data: squawka

    Saat tak punya posisi yang konsisten, kontribusi Di Maria juga terpengaruh. Selain tidak mencetak gol, dia juga cuma membuat tiga assist dalam periode empat bulan antara 6 Oktober 2014 sampai 10 Februari 2015.

    Di Maria dalam seragam merah berbeda 180 derajat dibanding Di Maria dalam seragam putih. Yang membuat Di Maria sangat baik di Madrid adalah karena dia bermain dalam lingkungan yang konsisten. Ancelotti cuma punya satu sistem, 4-3-3. Sementara di tahun lalu nyaris tidak mungkin menebak susunan pemain yang akan dimainkan Van Gaal. Di timnas Argentina dan Madrid, Di Maria terbukti lebih punya kontribusi jika bermain di posisi yang jelas.

    Adaptasi pada lingkungan baru dan bahasa asing yang harus dikuasai yang dikombinasikan dengan faktor-faktor di atas makin menyulitkan Di Maria. Kemalangan lain yang harus dialami mantan pemain Rosario Central dan Benfica itu adalah saat rumahnya dibobol maling. BBC menyebut Di Maria terguncang atas peristiwa itu dan sangat mengkhawatirkan keselamatan istri serta anak perempuannya.

    Di atas lapangan penampilan Di Maria terus menurun. Titik nadirnya adalah saat dikartu merah dalam laga perempatfinal Piala FA menghadapi Arsenal. Van Gaal sampai menyebut aksi Di Maria sebagai tindakan bodoh. Setelah kembali dari periode hukuman dia enam kali jadi pemain pengganti.



    Di pekan penutup Premier League, Di Maria kembali jadi starter. Tapi dia cuma bertahan 23 menit di atas lapangan dan harus ditarik keluar setelah bermain 23 menit.

    Malam tadi Di Maria akhirnya resmi meninggalkan MU dan bergabung dengan PSG. MU melepasnya dengan nilai 44,3 juta poundsterling. Van Gaal beberapa hari lalu mengklaim kalau dia sebenarnya masih ingin Di Maria bertahan, karena butuh pemain cepat dan kreativitas di barisan depan. Tapi pada konferensi pers pertamanya sebagai pemain PSG, Di Maria menyebut kalau MU memang ingin menjualnya. Dan karena itulah dia memutuskan pergi.

    Melepas Di Maria bisa jadi adalah kesalahan bagi MU. Dia sudah menunjukkan di awal musim kalau di Inggris dia bisa jadi pemain top. Dengan kaliber yang dipunya, Di Maria harusnya tidak dianggap gagal hanya dari penampilannya dalam satu musim.

    Di Real Madrid pada musim 2013/2014, Di Maria berhasil bangkit setelah jeblok di awal musim. Ketika itu dia kalah bersaing dengan Gareth Bale dan jadi musuh bersama suporter El Real karena berulah saat ditarik keluar lapangan. Tapi Di Maria berhasil mengepakkan sayapnya dan menerbangkan Madrid menuju La Decima.

    Kesempatan yang sama tidak dia punya di Old Trafford. 'Malaikat' itu sudah pergi meninggalkan 'Setan Merah'.






    =====

    * Penulis adalah reporter detiksport. Akun twitter @doniwahyudi_
    ** Dari berbagai sumber.

    (din/a2s)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game