'Si Apel Busuk' yang Dipungut Kembali
"Pada pukul 8.26 pagi ini, Mario Balotelli telah tiba di klinik La Madonnina untuk keperluan pemeriksaan medis hari ini," bunyi pernyataan di situs resmi AC Milan.
Selama bursa transfer musim panas, nasib Balotelli begitu tidak menentu. Selepas tak masuk dalam rencana Liverpool lagi karena kinerja buruknya musim lalu, Balotelli mesti mencari klub baru. Sialnya, tak ada klub yang benar-benar serius mau memakai jasa pemain ini. Banyak tim khawatir dengan daftar kasus indisipliner dan perilaku buruk Balotelli sebagai pesepakbola profesional.
Fiorentina sempat mempertimbangkan mau meminjam Balotelli. Namun niat tersebut diurungkan karena pendukung La Viola memasang spanduk penolakan di tempat latihan klub. Begitupun Sampdoria dan Bologna yang menaruh ketertarikan, tapi keduanya terganjal soal gaji.
Agen Balotelli, Mino Raiola, bahkan sampai menyempatkan diri menawarkan Balotelli kepada Lazio saat mereka bernegosiasi soal Ricardo Kishna. Paling epik, klub kasta ketiga liga Italia, ASD Lupa Castelli mengajak Balotelli bergabung sebagai upaya mengembalikan performa Balotelli.
“Bagi Balotelli, ini (bergabung dengan Lupa Castelli) bisa menjadi langkah pertama membereskan perilakunya, mengambil dua langkah mundur dan menunjukkan semua orang apa yang mampu dia lakukan,” kata Presiden Lupa Castelli, Marco Amelia.
Balotelli sempat membela AC Milan selama satu setengah tahun, mulai dari tengah musim Serie-A 2012/2013 sampai akhir musim berikutnya. Pada awal musim 2014/2015 dia dilego ke Liverpool dengan mahar 16 juta poundsterling.
Ketika itu The Reds dianggap melakukan perjudian, karena memboyong Balotelli yang kerap berperilaku badung. Namun di sisi lain, ini bisa menjadi perekrutan yang bagus menengok harga yang tak terlalu mahal bila melihat talenta dan potensi Balotelli.

Untuk mengantisipasi perilaku buruk Balotelli kambuh, dikabarkan kalau dalam kontrak Balotelli terdapat klausul yang melarangnya melakukan tindakan indisipliner. Klausul ini terbukti mampu mengerem perilaku Balotelli, tapi sayangnya jumlah gol Balotelli malahan seret. Dia hanya membukukan satu gol dalam 16 laga. Hal yang buruk untuk pemain yang diproyeksikan menggantikan peran Luis Suarez.
Raiola sempat mewanti-wanti kliennya ini untuk tak berperilaku macam-macam. Katanya, bergabung dengan Liverpool bisa menjadi kesempatan terakhir Balotelli main di klub besar. Hal yang hampir saja menjadi kenyataan.
Memperkuat AC Milan memang menjadi obsesi Balotelli, karena I Diavollo Rosso adalah klub yang dia idolai. Balotelli yang baru datang di paruh kedua musim 2012/2013 menyumbang 12 gol dalam 13 laga Serie A, rasio mencetak gol terbaik yang dia punya.
Sementara pada musim 2013/2014, Balotelli membukukan 14 gol dari 30 partai liga, jumlah gol dalam semusim terbagus dalam kariernya. Hanya saja, kelakuan semau dirinya saja hanya menguapkan talenta besarnya entah ke mana. Beredar video Balotelli yang malas-malasan saat berlatih. Belum lagi koleksi kartunya yang tinggi, 20 kartu kuning dan 1 kartu merah dia kantungi saat berseragam merah-hitam.
Sebenarnya agak aneh ketika General Manager AC Milan, Adriano Galliani, mengumumkan minat mereka meminjam Balotelli dari Liverpool. Sebab Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi sempat mencemooh Balotelli sebagai apel busuk.
"Saya ingat Balotelli dibeli dengan melawan nasihat saya. Kami punya banyak pemenang, (Jeremy) Menez, (Keisuke) Honda, (Stephane) El Shaarawy, (Fernando) Torres, (Nigel) De Jong. Dasarnya di sana. Dan kami tak lagi punya apel busuk di ruang ganti,” ungkap Berlusconi kepada La Gazetta dello sport ketika itu.
Ternyata, Milan memungut kembali "apel busuk" yang sudah mereka lemparkan. Bagi Balotelli sendiri, kembali bermain bagi AC Milan mungkin bakal benar-benar menjadi kesempatan terakhirnya bermain sepak bola di level tertinggi. Kalau perilaku dan performanya tak kunjung dia benahi.
"Apakah saya membayangkan kembali ke Milan? Ya, saya selalu punya Milan di hati saya dan saya selalu berharap datang kembali," ucapnya.
"Si apel busuk" ternyata masih mencintai orang yang sempat membuangnya dan kini malah memungutnya kembali. Dan mungkin juga, ini benar-benar kesempatan terakhir bagi Balotelli bisa bermain di klub papan atas.

====
* Penulis adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, sedang magang di @detiksport. Akun twitter: @oomrahman
(din/a2s)












