Atas Nama Solidaritas, dari Pedro untuk San Isidro
Atas nama solidaritas, beberapa klub sepakbola yang tidak terkenal mendapat "rezeki nomplok" dari kepindahan seorang pemain pada periode bursa transfer musim panas lalu.
Klub antah berantah yang lebih dulu "mencuat" dari cerita ini adalah San Isidro. Klub kecil di Kepulauan Gran Canaria, Spanyol, mengumumkan kepada publik bahwa mereka kecipratan rezeki setelah Pedro Rodriguez dibeli Chelsea dari Barcelona. [Baca: Dapat Kompensasi Transfer Pedro, Klub Kecil di Kepulauan Canaria ini Bayar Utang dan Beli Apartemen].
Selain San Isidro, yang juga ketahuan mendapatkan kompensasi dari transfer serupa adalah sebuah klub amatir di Prancis, CE Les Ulis. Mereka meraup 270 ribu poundsterling atau sekitar Rp 5,8 miliar dari penjualan Anthony Martial oleh AS Monaco ke Manchester United.
Baca juga: Kecipratan Dana Transfer Martial, Klub Amatir Ini Dapat Rp 5,8 M
Ongkos MU untuk memboyong Bastian Schweinsteiger dari Bayern Munich pun jadi ketahuan gara-gara sebuah klub di Jerman, TSV 1860 Rosenheim, membocorkan angka kompensasi yang mereka dapatkan.
Berita terkait: MU Beli Schweinsteiger 'Cuma' Seharga 9 Juta Euro
San Isidro, Les Ulis, dan Rosenheim adalah klub-klub masa remaja Pedro, Martial, dan Schweinsteiger. Mereka bisa kecipratan rezeki transfer itu berdasarkan sebuah aturan dalam FIFA, ya gtermaktub dalam Bab VII FIFA Regulations on the Status and Transfer of Players. Sebutan untuk kebijakan ini adalah Training Compensation and Solidarity Mechanism.
Mekanisme Solidaritas
Secara spesifik kasus ini merupakan bentuk dari Solidarity Mechanism, atau kira-kira Mekanisme Solidaritas. Peraturan tersebut menyatakan bahwa, "jika seorang pesepakbola profesional pindah ke klub lain sebelum masa kontraknya berakhir maka 5% kompensasi dari segala kompensasi, tidak termasuk kompensasi latihan yang dibayarkan ke bekas klubnya, akan diambil dari jumlah total nilai kompensasi ini dan didistribusikan oleh klub barunya sebagai bentuk kontribusi solidaritas ke setiap klub yang terlibat dalam latihan dan edukasinya selama periode ia didaftarkan klub bersangkutan dalam musim-musim ulang tahunnya ke-12 sampai yang ke-23."
Ambil contoh Pedro dan San Isidro. Bagaimana penghitungan kompensasi yang didapat San Isidro?
– Musim Saat ulang tahun ke-12: 5% (yakni 0.25% dari kompensasi total);
– Musim Saat ulang tahun ke-13: 5% (yakni 0.25% dari kompensasi total);
– Musim Saat ulang tahun ke-14: 5% (yakni 0.25% dari kompensasi total);
– Musim Saat ulang tahun ke-15: 5% (yakni 0.25% dari kompensasi total);
– Musim Saat ulang tahun ke-16: 10% (yakni 0.5% dari kompensasi total);
– Musim Saat ulang tahun ke-17: 10% (yakni 0.5% dari kompensasi total);
– Musim Saat ulang tahun ke-18: 10% (yakni 0.5% dari kompensasi total);
– Musim Saat ulang tahun ke-19: 10% (yakni 0.5% dari kompensasi total);
– Musim Saat ulang tahun ke-20: 10% (yakni 0.5% dari kompensasi total);
– Musim Saat ulang tahun ke-21: 10% (yakni 0.5% dari kompensasi total);
– Musim Saat ulang tahun ke-22: 10% (yakni 0.5% dari kompensasi total);
– Musim Saat ulang tahun ke-23: 10% (yakni 0.5% dari kompensasi total).
Pada praktiknya seperti ini.
Pedro, yang meninggalkan San Isidro pada usia 17 tahun dapat diasumsikan menghabiskan ulang tahunnya yang ke-12 sampai 17 di klub tersebut. Artinya ada empat musim (ultah ke-12 sampai 15) dengan nilai 5% dan dua musim (ultah ke-16 dan 17) dengan nilai 10%. Maka taruhlah Chelsea menebusnya dari Barca dengan nilai 19 juta poundsterling:
- 19 juta poundsterling x 5% x (5% x 4 + 10% x 2) = 380 ribu poundsterling
Atau, mendasarkan dari rujukan aturan FIFA dari kompensasi total untuk mempermudah (dalam hitungan enam musim Pedro di San Isidro, dengan rincian empat musim bernilai 0,25% dan dua musim bernilai 0,5% yang berjumlah total 2%), maka:
- 19 juta poundsterling x 2% = 380 ribu poundsterling
Nah, dengan asumsi-asumsi tadi maka uang sebegitulah yang kira-kira diterima oleh San Isidro dari kepindahan Pedro ke Chelsea dari Barca.
Masih bingung? Oke, sekarang bayangkan pada usia 12 sampai 18 tahun Anda dulu bermain untuk klub lokal. Sekarang usia Anda 28 tahun dan baru saja ditebus Chelsea dari Barca dengan nilai 20 juta poundsterling.
Pertama-tama, mari tengok hitungan cara pertama. Silakan lirik ke atas untuk melihat hitungan FIFA. Tengok bagian kiri. Dari usia 12 sampai 18, Anda memiliki nilai 5% sebanyak empat musim dan nilai 10% selama tiga musim. Tambahkan angka-angka itu ke dalam hitungan dengan menggunakan tambahan dasar 5%.
- 20 juta poundsterling x 5% (5% x 4 + 10% x 3) = 500 ribu poundsterling
Sekarang mari gunakan cara kedua menggunakan kompensasi total, yang sebenarnya dipermudah karena tak perlu lagi memasukkan hitungan 5%. Silakan tengok lagi hitungan FIFA di atas, tetapi kali ini langsung saja ke bagian dalam kurung.
Dari usia 12 sampai 15 ada nilai 0,25% sebanyak empat musim--dijumlah menjadi 1%. Berikutnya dari usia 16 sampai 18 ada nilai 0,5% sebanyak tiga-dijumlah menjadi 1,5%. Tambahkan persentase tadi, 1% + 1,5%, dan kita akan mendapat jumlah 2,5%. Sekarang mari kita hitung:
- 20 juta poundsterling x 2,5% = 500 ribu poundsterling
Selamat, dengan nilai transfer tersebut Anda sudah mengalahkan nilai transfer Pedro dan menjadi pahlawan devisa untuk klub lokal Anda dulu.
Kompensasi Latihan
Selain mekanisme solidaritas yang sudah dibeberkan, Bab VII FIFA Regulations on the Status and Transfer of Players juga menyoal tentang Training Compensation atau kira-kira kompensasi latihan. Pada dasarnya ini merupakan kompensasi yang harus dibayarkan satu klub kepada klub lain atas pembinaan seorang pemain muda sampai rentang usia 23 tahun.
Secara rinci, kompensasi latihan dibayarkan kepada klub yang sudah membina pemain pada situasi: "(1) ketika seorang pemain menandatangani kontrak pertamanya sebagai pesepakbola profesional dan (2) setiap kali seorang pemain profesional ditransfer antara dua klub sebelum akhir musim pada ulang tahunnya yang ke-23. Kewajiban untuk membayar kompensasi latihan lahir saat transfer muncul pada saat pemain bersangkutan masih dikontrak atau di akhir masa kontraknya."
Dalam lampiran 4 peraturan FIFA, lebih lanjut dijelaskan bahwa masa latihan dan pembinaan seorang pemain terjadi di rentang usia 12 dan 23 tahun. Secara umum kompensasi latihan akan dibayarkan dalam kasus seorang pemain berusia maksimal 23 tahun yang sudah menjalani latihan sampai dengan usia 21 tahun, terkecuali dapat dibuktikan bahwa pemain itu sudah lebih dulu menyudahi periode latihannya sebelum umur 21 tahun. 
Dengan demikian maka artinya kompensasi latihan akan dibayarkan ke seluruh klub yang sudah pernah melatih pemain bersangkutan dari usia 12 tahun sampai 21 tahun ketika status pemain itu berubah dari amatir ke non-amatir. Kompensasi latihan sendiri bertujuan untuk memberi keuntungan untuk klub-klub yang sudah berkontribusi kepada masa-masa latihan seorang pemain muda.
Kalkulasi untuk berapa nilai kompensasi latihan ini sendiri secara garis besar ditentukan oleh biaya pelatihan sebuah klub, yang juga punya perhitungan tersendiri. Pertama-tama ada di zona asosiasi FIFA mana pemain ini menjalani pembinaan--UEFA, AFC, CAF, dan seterusnya.
Ada pula empat kategori di dalam masing-masing zona, Kategori IV dengan nilai paling rendah sampai ke Kategori I yang nilai kompensasinya paling tinggi, yang mencerminkan pusat latihan klub-klub amatir sampai dengan tingkatan akademi berkualitas tinggi klub-klub top. Kategori ini akan ditinjau berkala setiap tahunnya dan dilakukan agar nilai kompensasi tetap berada dalam jumlah wajar.
Menilik urut-urutannya maka kompensasi latihan akan berakhir ketika masa berlatih seorang pemain sudah selesai--sesuai ketentuan umur. Setelah itu giliran potensi mekanisme solidaritas yang akan muncul.
===
* Penulis adalah wartawan @detiksport. Akun twitter: @kr1sf











