Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Detik Insider

    Bagaimana Memenangi Adu Penalti di Piala Dunia?

    Doni Wahyudi - detikSport
    David Ospina mencoba menghalau penalti Eric Dier saat Inggris mengalahkan Kolombia di 16 besar Piala Dunia 2018 (Christian Hartmann/Reuters) David Ospina mencoba menghalau penalti Eric Dier saat Inggris mengalahkan Kolombia di 16 besar Piala Dunia 2018 (Christian Hartmann/Reuters)
    Jakarta - Untuk kali pertama Inggris bisa menang di adu penalti Piala Dunia. The Three Lions dikenal punya statistik paling buruk, berkebalikan dengan Jerman yang superior.

    Hanya satu penendang Inggris yang gagal menunaikan tugasnya saat beradu penalti dengan Kolombia di babak 16 besar Piala Dunia 2018, dinihari tadi. Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, skuat besutan Gareth Southgate melangkah ke perempatfinal dengan keunggulan 4-3.

    Hasil tersebut mencatatkan sejarah baru buat Timnas Inggris karena untuk kali pertama mereka bisa keluar sebagai pemenang di adu penalti Piala Dunia. Sebelumnya sudah tiga kali mereka ikut adu penalti dan tiga kali pula keok.



    Dari delapan laga babak 16 besar Piala Dunia 2018, tiga di antaranya dituntaskan dengan adu penalti. Kemenangan Kroasia atas Denmark dan kejutan Rusia saat menjungkalkan Spanyol diraih lewat drama yang sama.

    Sejarah Adu Penalti di Piala Dunia

    Adu penalti di Piala Dunia bukan cuma soal penendang memperdaya kiper dan sebarapa akurat si eksekutor bisa mengarahkan bola. Ada tekanan luar biasa besar yang harus mereka panggul, harapan seluruh negeri, dan kepercayaan dari tim yang tak ingin dikecewakan.

    Perjalanan dari tengah lapangan menuju kotak penalti saja sudah menjadi tantangan besar. Kaki-kaki yang sudah dipakai berlari selama 120 menit (jika dimainkan sebagai starter) akan mudah menjadi lunglai.

    Bagaimana Memenangi Adu Penalti di Piala Dunia?Foto: Kai Pfaffenbach/REUTERS


    Sebelum Piala Dunia 2018, tercatat ada 26 adu penalti di Piala Dunia. Meski pertama diperkenalkan sebagai penentuan tie breaker di 1978, adu penalti secara resmi dipergunakan di Piala Dunia baru pada 1982.

    Hingga kini baru dua kali adu penalti dilakukan di final. Brasil memenangi Piala Dunia setelah menang adu penalti dengan Italia di 1994. Sementara di 2006 Italia jadi kampiun usai menundukkan Prancis.



    Jerman Paling Sukses, Inggris Memalukan

    Statistik mencatat (tidak termasuk Piala Dunia 2018), sebanyak 73% eksekusi yang dilakukan di adu penalti berhasil masuk ke gawang. Sementara penalti yang dilakukan di tengah pertandingan prosentase keberhasilannya naik ke angka 78%.

    Mengeksekusi penalti, terutama di adu penalti, jelas-jelas bukan perkara mudah. Bahkan pemain terbaik dunia seperti Lionel Messi tingkat akurasi tendangan penaltinya cuma 77%. Messi pun gagal menendang penalti dalam laga dengan Islandia.

    Sebelum Piala Dunia 2018, Jerman merupakan negara paling sukses di adu penalti. Mereka memenang empat adu penalti dari empat kesempatan melakukannya.

    Sementara Inggris jadi yang paling buruk karena selalu kalah di tiga kesempatan.

    Spanyol dan Italia punya keberhasilan memenangi adu penalti sebesar 25%. Keduanya kalah tiga kali di adu penalti, tapi berhasil memenangi satu.



    Kalau Inggris malam tadi akhirnya bisa memenangi adu penalti pertama mereka, itu karena The Three Lions kini punya pemain yang punya keberhasilan tinggi saat menjadi eksekutor. Jamie Vardy punya tingkat keberhasilan menendang penalti sebesar 85%, Marcus Rashford 100%, Danny Welbeck 100%, Raheem Streling 100% dan Harry Kane 78%.

    Angka-angka tersebut malah lebih tinggi jika dibanding beberapa pemain depan Jerman. Marco Reus prosentase suksesnya 83%, Timo Werner 80%, Thomas Mueller 79%, Mario Gomez 67%, dan Mesut Oezil (695). Demikian data yang dihimpun The Economist.

    Adu Penalti, Skill atau Keberuntungan?

    Mengumpulkan data dari seluruh penalti yang pernah diambil sepanjang sejarah Piala Dunia, statistik menunjukkan kalau tos koin punya peran besar dalam penentuan pemenang. Tim yang menendang penalti pertama berhasil memenangi 60% adu penalti di Piala Dunia.

    Harry Kane jadi eksekutor penalti yang hebat untuk InggrisHarry Kane jadi eksekutor penalti yang hebat untuk Inggris Foto: Christian Hartmann/Reuters


    Untuk lebih meningkatkan lagi peluang menang adu penalti, memilih striker sebagai eksekutor sangat disarankan. Tingkat keberhasilan striker sebagai penendang penalti di Piala Dunia adalah 79%. Untuk para gelandang tingkat keberhasilannya 69% dan pemain belakang sebesar 65%.

    Keputusan Southgate menunjuk Kane sebagai salah satu eksekutor penalti Inggris dalam laga dinihari tadi juga sangat tepat. Statistik menunjukkan pemain yang bikin gol di tengah pertandingan punya keberhasilan besar melesakkan penalti di adu tos-tosan. Persentasenya sebesar 86,3% (19 dari 22).

    Satu hal lain yang sangat mempengaruhi keberhasilan penalti tentu saja arah tembakan.

    Mengarahkan bola ke sepertiga gawang bagian atas berisiko besar gagal karena berpeluang menyebabkan bola melayang tinggi. Tapi tingkat keberhasilan mengarahkan bola ke sisi atas gawang mencapai 100%. Artinya pasti tidak bisa dijangkau kiper

    Sementara mengarahkan gawang ke tengah memiliki keberhasilan 72% dan ke arah bawah sebesar 69%. (din/fem)

    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game