Football Story
Kevin De Bruyne dan Hikayat Tintin
Foto: Getty Images/Alex Livesey
Jakarta - Namanya Kevin De Bruyne, ia dibeli oleh Manchester City dengan harga yang cukup bikin geleng-geleng kepala. Namun, rasa-rasanya pantas City mengeluarkan uang sedemikian banyak.
De Bruyne, 24 tahun, digaet City dari VfL Wolfsburg dengan harga 55 juta poundsterling dan diikat dengan kontrak jangka panjang: enam tahun. Pantaskah De Bruyne dihargai semahal itu? Kalau melihat catatan yang ia torehkan pada musim terakhirnya bersama Wolfsburg, bolehlah berargumen kalau De Bruyne sepadan dengan nilai 55 juta pounds.
Musim lalu, De Bruyne tampil di tiap pekan Bundesliga, mencetak 10 gol, mengkreasikan 111 peluang, dan membuat 20 assist. Catatan tersebut terbilang impresif, tentu saja. Bisa dibilang, De Bruyne adalah aktor utama dari finisnya Wolfsburg di posisi kedua klasemen --di bawah Bayer Munich.
Rabu (13/4/2016) dini hari WIB, De Bruyne bikin seisi Etihad Stadium bersorak. Ia meluncur di atas lututnya, sementara puluhan ribu pendukung The Citizens bertepuk tangan dan terkesima melihat gol yang baru saja ia cetak.
Mendapatkan bola tepat sedikit di luar kotak penalti Paris Saint-Germain, De Bruyne tidak membuang waktu. Setelah melakukan satu sentuhan dengan kaki kanannya, ia lantas melepaskan sepakan melengkung ke arah tiang jauh. Kiper PSG, Kevin Trapp, sudah berusaha melompat untuk menjangkau bola, namun gagal.
Gol itu membawa City menang 1-0 dan lolos ke babak semifinal Liga Champions. Ini adalah sejarah buat klub dan De Bruyne-lah yang menorehkan sejarah tersebut.
Sosoknya De Brunye semakin mudah diingat. Tubuhnya tidak terlalu kurus, tidak juga terlalu gempal. Kulitnya putih, nyaris pucat. Rambutnya kemerahan. Beberapa orang menyebutnya sebagai 'Ginger Pele'.
Tapi, bagi sebagian orang lainnya, De Bruyne mirip Tintin, tokoh komik rekaan Herge (nama pena dari kartunis Georges Prosper Remi). Lihat saja, Tintin juga berkulit putih, berambut kemerahan, dan --sama seperti De Bruyne-- juga berasal dari Belgia.
Tintin adalah salah satu ikon Belgia --dan juga kota Brussels, selain juga Atomium, Grote Markt, Manneken Pis, dan Heysel Park. Tintin memang dikisahkan berasal dari Brussels dan, sama seperti Herge, juga berasal dari kelas pekerja. Ia berusia sekitar 20-an tahun dan tinggal di apartemen bersama anjing kecilnya, Snowy.
Pada sebuah sudut yang tidak terlalu glamor di Brussels, sebuah gambar Tintin sedang menuruni tangga bersama dengan Snowy dan sahabatnya, Kapten Haddock, terpampang besar-besar di sebuah tembok. Tidak begitu jauh dari tembok kusam itu, ada sebuah toko yang menjual berbagai edisi komik Tintin.
Foto: detikSport/Rossi Finza Noor
Tintin bekerja sebagai wartawan, yang membuatnya berkutat berbagai peristiwa dan kasus sehingga membuatnya harus melakoni serangkaian investigasi untuk memecahkannya. Pada akhirnya, Tintin lebih mirip seorang detektif ketimbang seorang wartawan.
Karakter Tintin yang seringkali digambarkan sebagai pemecah masalah juga mirip dengan De Bruyne. Lihat bagaimana De Bruyne, pada akhir pekan silam, dimasukkan di babak kedua ketika City sedang berada dalam posisi imbang dengan West Bromwich Albion.
Masuknya De Bruyne, plus Yaya Toure, membuat serangan City menjadi lebih hidup. Ia juga yang mengawali terciptanya gol kedua City --yang dicetak oleh Samir Nasri-- lewat serangan dari sisi kanan. Dengan jeli, ia melihat Jesus Navas yang masuk ke area half-space dan mengirimkan umpan terobosan kepada winger asal Spanyol tersebut.
Navas lantas mengirimkan operan kepada Sergio Aguero, dan kendati sepakan Aguero masih bisa diblok, bola rebound langsung disambar oleh Nasri.
De Bruyne juga mencetak satu gol tandang ke gawang PSG pekan lalu, ketika City bermain imbang 2-2 di Parc des Princes. Boleh dibilang, ia juga memberikan modal bagus kepada City lewat sebuah gol tandang.
Kini, dari 35 penampilannya di semua ajang, De Bruyne sudah menorehkan 15 gol dan membuat 11 assist. Bukan catatan yang buruk, apalagi kalau mengingat ia sempat diganggu cedera pada pertengahan musim ini.
(roz/din)
De Bruyne, 24 tahun, digaet City dari VfL Wolfsburg dengan harga 55 juta poundsterling dan diikat dengan kontrak jangka panjang: enam tahun. Pantaskah De Bruyne dihargai semahal itu? Kalau melihat catatan yang ia torehkan pada musim terakhirnya bersama Wolfsburg, bolehlah berargumen kalau De Bruyne sepadan dengan nilai 55 juta pounds.
Musim lalu, De Bruyne tampil di tiap pekan Bundesliga, mencetak 10 gol, mengkreasikan 111 peluang, dan membuat 20 assist. Catatan tersebut terbilang impresif, tentu saja. Bisa dibilang, De Bruyne adalah aktor utama dari finisnya Wolfsburg di posisi kedua klasemen --di bawah Bayer Munich.
Rabu (13/4/2016) dini hari WIB, De Bruyne bikin seisi Etihad Stadium bersorak. Ia meluncur di atas lututnya, sementara puluhan ribu pendukung The Citizens bertepuk tangan dan terkesima melihat gol yang baru saja ia cetak.
Mendapatkan bola tepat sedikit di luar kotak penalti Paris Saint-Germain, De Bruyne tidak membuang waktu. Setelah melakukan satu sentuhan dengan kaki kanannya, ia lantas melepaskan sepakan melengkung ke arah tiang jauh. Kiper PSG, Kevin Trapp, sudah berusaha melompat untuk menjangkau bola, namun gagal.
Gol itu membawa City menang 1-0 dan lolos ke babak semifinal Liga Champions. Ini adalah sejarah buat klub dan De Bruyne-lah yang menorehkan sejarah tersebut.
Sosoknya De Brunye semakin mudah diingat. Tubuhnya tidak terlalu kurus, tidak juga terlalu gempal. Kulitnya putih, nyaris pucat. Rambutnya kemerahan. Beberapa orang menyebutnya sebagai 'Ginger Pele'.
Tapi, bagi sebagian orang lainnya, De Bruyne mirip Tintin, tokoh komik rekaan Herge (nama pena dari kartunis Georges Prosper Remi). Lihat saja, Tintin juga berkulit putih, berambut kemerahan, dan --sama seperti De Bruyne-- juga berasal dari Belgia.
Tintin adalah salah satu ikon Belgia --dan juga kota Brussels, selain juga Atomium, Grote Markt, Manneken Pis, dan Heysel Park. Tintin memang dikisahkan berasal dari Brussels dan, sama seperti Herge, juga berasal dari kelas pekerja. Ia berusia sekitar 20-an tahun dan tinggal di apartemen bersama anjing kecilnya, Snowy.
Pada sebuah sudut yang tidak terlalu glamor di Brussels, sebuah gambar Tintin sedang menuruni tangga bersama dengan Snowy dan sahabatnya, Kapten Haddock, terpampang besar-besar di sebuah tembok. Tidak begitu jauh dari tembok kusam itu, ada sebuah toko yang menjual berbagai edisi komik Tintin.
![]() |
Foto: detikSport/Rossi Finza Noor
Tintin bekerja sebagai wartawan, yang membuatnya berkutat berbagai peristiwa dan kasus sehingga membuatnya harus melakoni serangkaian investigasi untuk memecahkannya. Pada akhirnya, Tintin lebih mirip seorang detektif ketimbang seorang wartawan.
Karakter Tintin yang seringkali digambarkan sebagai pemecah masalah juga mirip dengan De Bruyne. Lihat bagaimana De Bruyne, pada akhir pekan silam, dimasukkan di babak kedua ketika City sedang berada dalam posisi imbang dengan West Bromwich Albion.
Masuknya De Bruyne, plus Yaya Toure, membuat serangan City menjadi lebih hidup. Ia juga yang mengawali terciptanya gol kedua City --yang dicetak oleh Samir Nasri-- lewat serangan dari sisi kanan. Dengan jeli, ia melihat Jesus Navas yang masuk ke area half-space dan mengirimkan umpan terobosan kepada winger asal Spanyol tersebut.
Navas lantas mengirimkan operan kepada Sergio Aguero, dan kendati sepakan Aguero masih bisa diblok, bola rebound langsung disambar oleh Nasri.
De Bruyne juga mencetak satu gol tandang ke gawang PSG pekan lalu, ketika City bermain imbang 2-2 di Parc des Princes. Boleh dibilang, ia juga memberikan modal bagus kepada City lewat sebuah gol tandang.
Kini, dari 35 penampilannya di semua ajang, De Bruyne sudah menorehkan 15 gol dan membuat 11 assist. Bukan catatan yang buruk, apalagi kalau mengingat ia sempat diganggu cedera pada pertengahan musim ini.
(roz/din)








