Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Football Story

    'Mamba Day': Cinta Sepanjang Masa Barca-Kobe Bryant

    Rossi Finza Noor - detikSport
    Foto: Getty Images Foto: Getty Images
    Los Angeles - Pada hari di mana Barcelona tersingkir di Liga Champions, Kobe Bryant melakoni laga terakhirnya. Ini seperti cinta sehidup semati.

    Tentu, bagi Barca, tersingkir dari Liga Champions adalah hal yang menyakitkan. Sedikit berbeda bagi Kobe, yang laga terakhirnya justru mendapatkan penghormatan dari para atlet, baik dari pemain-pemain basket ataupun para petenis, seperti Roger Federer dan Serena Williams, dan pesepakbola.

    Sementara itu, Staples Centre terisi penuh. Semuanya ingin menyaksikan langsung aksi Kobe di atas lapangan untuk terakhir kalinya. Mereka tidak kecewa. Sebaliknya, mereka justru mendapatkan suguhan yang pantas: Kobe menggila.

    Kobe sudah kesetanan sejak kuarter pertama, di mana ia mencetak 15 poin, kendati pun LA Lakers sendiri sedang tertinggal dari lawannya di laga terakhir musim reguler, Utah Jazz. Setelah mencetak 7 dan 15 poin di kuarter ketiga dan keempat, Kobe menginjak pedal gas dalam-dalam pada kuarter keempat.

    Seakan-akan ingin menghabiskan seluruh bensin yang ada di dalam tangkinya, Kobe mencetak 23 poin. Lakers pun menang 101-96. Sebuah penutup karier yang begitu manis.



    'Mamba Day', demikian hari Kamis, 13 April 2016 waktu setempat, akan selamanya diingat. Mereka yang mengenal Kobe dengan baik, atau sekadar cuma pernah bertemu dan mengagumi, ramai-ramai memberikan testimoni untuk pebasket berusia 37 tahun tersebut.

    Kobe selamanya akan dikenang sebagai pebasket jenius sekaligus arogan; pemain panutan sekaligus pria yang menyebalkan. Mereka yang mengenalnya menyebutnya selalu ingin mendominasi dan menang, sementara mereka yang pernah menjadi lawannya bakal membencinya habis-habisan.

    Kevin Durant, misalnya. Dalam video yang diunggah oleh Nike, forward Oklahoma City Thunder itu terang-terangan menyebut Kobe sering bikin kesal dirinya. Pernah pada suatu waktu, Kobe berucap di depan Durant soal bagaimana mungkin pemain-pemain lain duduk satu meja dengannya. Sebab, sementara dirinya sudah mengoleksi lima cincin juara, pemain lainnya punya apa?

    Sementara beberapa atlet menyebut beberapa kata bagus, seperti "courage" (berani), "winner" (pemenang), dan "leader" (pemimpin) untuk menggambarkan Kobe, Durant dengan santainya menyebut Kobe sebagai "a**hole".

    Tentu, sekalipun sebal, Durant tetap respek pada Kobe. Yang baru saja ia sebut dengan "a**hole" itu adalah  top pointer tertinggi ketiga dalam sejarah NBA dengan 33.643 poin.



    Kobe dan Barca punya kesamaan. Keduanya adalah identitas super di olahraga masing-masing. Kobe sebagai sebuah individu dan Barca sebagai sebuah klub.

    Tidak heran jika Kobe mengagumi Barca, kendati pun ia bukan orang Spanyol dan negara tempat ia dilahirkan tidak mengenal sepakbola sebagai olahraga nomor satu. Tiap kali Barca menyambangi Amerika Serikat untuk melakoni tur, Kobe pasti datang menyambangi. Tidak terkecuali ketika Barca datang ke Los Angeles pada 2015.



    "Saya mencintai FC Barca, semua orang tahu itu. Sudah lama mereka jadi tim favorit saya. Saya suka cara mereka bermain. Mereka bermain sebagai sebuah unit, sebagai sebuah tim, mereka bermain dengan kreatif, dan mereka selalu bekerja keras. Saya selalu mengagumi itu," ujar Kobe dalam wawancara dengan Barca TV beberapa tahun lalu sembari mengenakan kostum Los Cules.

    Cinta Kobe pada Barca tidak bertepuk sebelah tangan. Sebelum Kobe melakoni laga terakhirnya, Barca telah membuat video khusus yang berisikan aksi-aksi Kobe di atas lapangan. Dua pemain Barca, Andres Iniesta dan Gerard Pique, juga ikut memberikan testimoni di video tersebut.

    Video sepanjang 2 menit itu kemudian ditambahi ucapan: "Seorang legenda tidak akan pernah berlalu. Terima kasih atas dukunganmu, Kobe."

    (roz/din)
    Load Komentar ...
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game