Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Gear

    Klasik dan Elegan nan Bersejarah Ala Seragam Baru Les Bleus

    Rifqi Ardita Widianto - detikSport
    (dok. Nike Indonesia) (dok. Nike Indonesia)
    Jakarta -

    Jika belum lama ini Prancis menyita perhatian akibat nyaris tak lolos Piala Dunia 2014, kini mereka punya alasan lain untuk membuat mata dunia memandang mereka. Itu adalah seragam baru "Si Biru" yang elegan, bergaya klasik, juga bersejarah.

    Les Bleus sempat diprediksi banyak orang tak lolos ke Brasil tahun depan, setelah sempat tertinggal dua gol atas Ukraina di fase playoff. Namun keraguan publik sukses mereka jawab dengan kemenangan 3-0 di kandang, yang memastikan langkah ke ajang sepakbola terbesar dunia tersebut.

    Tak lama setelah memastikan diri lolos, Prancis dan Nike, perusahaan apparel yang mensponsorinya, meluncurkan sebuah paket seragam baru. Tak hanya diciptakan dengan teknologi terkini, seragam ini juga sarat muatan kultur dan sejarah Prancis.

    Dari sisi kecanggihan, seragam ini nyaris tak berbeda dengan seragam tim nasional Brasil yang juga dibuat oleh Nike. Teknologi Dri-FIT, lubang ventilasi yang dipola dengan laser, dan lapisan jalinan benang yang diproses khusus memastikan seragam ini adem, menguapkan keringat dengan baik, dan menjaga kelembapan tubuh pemakainya dengan prima.

    Katun dan polyester masih jadi material utamanya, yang diklaim terbaik dalam menjaga kelembapan tubuh sekaligus memberikan rasa nyaman dan membentuk tubuh dengan lebih sip. Seperti yang telah dilakukan Nike sejak tahun 2010, material polyester didaur ulang dari botol plastik.

    Setiap satu set seragam membutuhkan rata-rata 18 botol. Rinciannya, satu kaus menggunakan 96% polyester daur ulang, celana menggunakan 100%, sementara kaus kaki sebanyak 78%.

    Nike juga menggunakan teknologi pemindaian tiga dimensi, seperti pada seragam Brasil, pada masing-masing pemain skuat Prancis. Dengan demikian, setiap seragam khusus diciptakan sesuai bentuk tubuh masing-masing pemain dan hal ini disebut Nike untuk memaksimalkan kenyamanan dan agar gestur tubuh bergerak secara natural.

    Seperti halnya seragam Brasil yang punya identitas tersendiri pada desainnya, seragam Prancis ini juga punya identitas dan karakternya sendiri.

    Dalam mendesain seragam ini, Nike mengaku terinspirasi dari sejarah kota Nimes di Prancis selatan, yang populer sebagai kota kelahiran denim modern. Nama denim sendiri secara harfiah berasal dari kata "de Nimes", merujuk pada nama kota tersebut.

    Kota Nimes dikenal dengan tekstilnya, yang turut mempengaruhi mode denim saat ini, juga penggunaan sutra di Eropa pada abad ke-18. Berawal dari kisah ini, Nike lantas membuat seragam Prancis dengan ide dasar denim dan sutra. Terciptalah seragam Prancis dengan tekstur anyaman, dengan dilabur warna biru gelap khas "raw" denim.

    "Kisah kain Nimes menginspirasi kami utnuk menggunakan tekstur anyaman dan sudut 45 derajat dari denim klasik yang dikombinasikan dengan fokus terhadap sentuhan pengerjaan yang indah," kata Direktur Kreatif Nike Bidang Sepakbola, Martin Lotti.

    Setelah berkutat dengan desain seragam, tim Nike kembali menghabiskan waktu untuk membuat desain kerahnya. Dengan fokus membuat kerah yang nyaman dan cantik, terciptalah kerah berkancing dan elegan ala kemeja yang disertai aksen tenunan di tepiannya.

    Berpindah ke sisi logo. Alih-alih menggunakan logo FFF (Federation Française de Football/Federasi Sepakbola Prancis), Nike justru kembali menggunakan logo ayam jantan, terinspirasi dari logo seragam tahun 1958. Logo ini juga merefleksikan keinginan para pemain untuk merasakan sejarah dari negara mereka.

    Tahun 1958 memang cukup bersejarah untuk Prancis, di mana kala itu skuat mereka yang diisi nama-nama beken seperti Just Fontaine dan Raymond Kopa, berhasil menembus semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya dan menempati urutan ketiga.

    Desain ayam jantan diperbesar ukurannya dan "dibebaskan" dari "badge border" yang dinilai mengekang. Tak hanya terletak di bagian dada para pemain, logo ini juga dicetak di bagian bawah nomor punggung tiap pemain. Sementara di belakang leher tiap pemain (di bagian punggung dalam kaus), dicetak gambar bendera negara.

    Yang terakhir, seragam baru Prancis ini kembali ke tradisi tiga warna yakni biru-putih-merah, sesuai dengan julukannya 'Les Tricolores'. Sebelumnya mereka sempat meninggalkan tradisi dengan berseragam biru menyeluruh dari kaus hingga kaus kaki sejak gelaran Euro 2012.

    "Seragam baru ini adalah simbol dari keeleganan Prancis, dengan teknologi yang akan membantu kami tampil dalam performa terbaik di Brasil," sahut penggawa Prancis Blaise Matuidi.

    Maka, jangan terkejut jika di Piala Dunia nanti Anda melihat sebuah tim yang tetap tampil modis di tengah lapangan, ditengah aksi dan duel. Ya, itu adalah tim nasional Prancis.





    (raw/a2s)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game