Gear
Memperkenalkan Generasi Terbaru Adidas: Sepatu Laceless
Jakarta - Pergantian tahun masih berjarak lebih dari satu bulan, tapi Adidas memulai langkah lebih cepat untuk menyambutnya. Perusahaan kenamaan dunia itu baru saja memperkenalkan generasi terbaru untuk tahun 2016: Adidas Ace laceless.
Tak akan terlalu sulit untuk mengingat sepatu yang diyakini bernama Ace 16+ GTI ini setelah melihat wujudnya. Itu karena sepatu Ace GTI menandai sebuah titik revolusioner Adidas dengan model laceless atau tanpa tali. Ya, ini adalah sepatu sepakbola tanpa tali yang pertama milik Adidas.
Generasi terbaru ini diungkapkan Adidas dengan merilis gambar-gambar Ace GTI yang tampaknya masih dalam wujud prototipe. Dalam kelirnya yang hitam polos, sepatu ini punya kesan anggun, 'dingin', dan harus diakui keren.

Seperti labelnya, sepatu ini dikembangkan dari generasi Ace. Jika diamati, Adidas sepertinya mendesain Ace GTI dengan hanya satu potongan material di bagian atas sepatu alias tanpa sambungan. Materi utamanya menggunakan teknologi primeknit adalan Adidas atau rajut, yang artinya bobot sepatu bisa ditekan dan bisa memaksimalkan sentuhan serta kontrol dari kaki pemain.
Di bagian leher sepatu, Adidas menerapkan desain dengan material elastis seperti pangkal kaus kaki. Pemilihan material dan desain ini kemungkinan besar bertujuan untuk 'mengunci' kaki dan memastikan sepatu bisa digunakan dengan mantap.
Untuk tampilannya, tiga garis khas Adidas masih menghiasi. Kali ini simbol pabrikan asal Herzogenaurach itu mendapatkan porsi lebih besar di bagian samping luar, berkat ruang yang semakin lebar karena tak ada lagi tali sepatu yang memakan ruang.
Tidak adanya tali sepatu diyakini bakal memberikan pengalaman berbeda untuk pemain. Karena dengan begitu, sentuhan dengan bola bisa lebih maksimal dan ada lebih banyak keleluasaan untuk menendang dengan punggung kaki.

Generasi sepatu tanpa tali ini dipersiapkan Adidas untuk tahun 2016 mendatang. Meski diperkenalkan dalam warna hitam, tapi kabarnya Adidas juga akan meluncurkan sepatu ini dalam warna yang jauh lebih cerah antara lain hijau dan merah muda. Diperkirakan pertengahan Januari mendatang sepatu ini sudah akan dirilis secara resmi ke seluruh dunia.
Sepatu sepakbola tanpa tali sendiri sebelumnya lebih dahulu diperkenalkan oleh pabrikan Italia Lotto. Lotto lebih dahulu mengembangkan sepatu jenis ini untuk kemudian merilis Lotto Zhero Gravity dengan desain tanpa tali sepenuhnya. Namun demikian Lotto belum sampai ke tahap penggunaan material lebih lanjut, seperti yang dicapai Adidas dengan bahan rajut saat ini.
Langkah Adidas merilis Ace 16+ GTI pun diperkirakan bakal membuat persaingan dalam hal inovasi dan pengembangan sepatu sepakbola berkembang lebih jauh. Apalagi dengan adanya ajang Piala Eropa 2016 di Prancis, di mana pabrikan-pabrikan apparel dunia biasanya memanfaatkan momen semaca ini untuk memperkenalkan teknologi terbaru dalam sepatu-sepatu rilisannya.

(raw/a2s)
Tak akan terlalu sulit untuk mengingat sepatu yang diyakini bernama Ace 16+ GTI ini setelah melihat wujudnya. Itu karena sepatu Ace GTI menandai sebuah titik revolusioner Adidas dengan model laceless atau tanpa tali. Ya, ini adalah sepatu sepakbola tanpa tali yang pertama milik Adidas.
Generasi terbaru ini diungkapkan Adidas dengan merilis gambar-gambar Ace GTI yang tampaknya masih dalam wujud prototipe. Dalam kelirnya yang hitam polos, sepatu ini punya kesan anggun, 'dingin', dan harus diakui keren.

Seperti labelnya, sepatu ini dikembangkan dari generasi Ace. Jika diamati, Adidas sepertinya mendesain Ace GTI dengan hanya satu potongan material di bagian atas sepatu alias tanpa sambungan. Materi utamanya menggunakan teknologi primeknit adalan Adidas atau rajut, yang artinya bobot sepatu bisa ditekan dan bisa memaksimalkan sentuhan serta kontrol dari kaki pemain.
Di bagian leher sepatu, Adidas menerapkan desain dengan material elastis seperti pangkal kaus kaki. Pemilihan material dan desain ini kemungkinan besar bertujuan untuk 'mengunci' kaki dan memastikan sepatu bisa digunakan dengan mantap.
Untuk tampilannya, tiga garis khas Adidas masih menghiasi. Kali ini simbol pabrikan asal Herzogenaurach itu mendapatkan porsi lebih besar di bagian samping luar, berkat ruang yang semakin lebar karena tak ada lagi tali sepatu yang memakan ruang.
Tidak adanya tali sepatu diyakini bakal memberikan pengalaman berbeda untuk pemain. Karena dengan begitu, sentuhan dengan bola bisa lebih maksimal dan ada lebih banyak keleluasaan untuk menendang dengan punggung kaki.

Generasi sepatu tanpa tali ini dipersiapkan Adidas untuk tahun 2016 mendatang. Meski diperkenalkan dalam warna hitam, tapi kabarnya Adidas juga akan meluncurkan sepatu ini dalam warna yang jauh lebih cerah antara lain hijau dan merah muda. Diperkirakan pertengahan Januari mendatang sepatu ini sudah akan dirilis secara resmi ke seluruh dunia.
Sepatu sepakbola tanpa tali sendiri sebelumnya lebih dahulu diperkenalkan oleh pabrikan Italia Lotto. Lotto lebih dahulu mengembangkan sepatu jenis ini untuk kemudian merilis Lotto Zhero Gravity dengan desain tanpa tali sepenuhnya. Namun demikian Lotto belum sampai ke tahap penggunaan material lebih lanjut, seperti yang dicapai Adidas dengan bahan rajut saat ini.
Langkah Adidas merilis Ace 16+ GTI pun diperkirakan bakal membuat persaingan dalam hal inovasi dan pengembangan sepatu sepakbola berkembang lebih jauh. Apalagi dengan adanya ajang Piala Eropa 2016 di Prancis, di mana pabrikan-pabrikan apparel dunia biasanya memanfaatkan momen semaca ini untuk memperkenalkan teknologi terbaru dalam sepatu-sepatu rilisannya.

(raw/a2s)







