Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Champions: Galatasaray 3-2 Real Madrid

    Pasukan Terim yang Terlambat Panas

    Vetricia Wizach - detikSport
    AFP/Javier Soriano AFP/Javier Soriano
    Jakarta -

    Walau kalah 2-3 dari Galatasaray, Real Madrid memastikan satu tempat di semifinal Liga Champions. Dengan kemenangan 3-0 di leg pertama, Real lolos dengan aggregat gol 5-3.

    Selain lolos ke semifinal, dengan kemenangan ini Real dan Jose Mourinho juga semakin memperkuat rekornya. Real selalu mencetak gol di setiap pertandingan tandang, sementara Mourinho memiliki rekor 100% dalam 8 laga terakhirnya. Tentu rekor baik ini ingin ditutup oleh Los Blancos dengan meraih gelar ke-10, atau La Decima, di akhir kompetisi.

    Bermain tanpa Sergio Ramos dan Xabi Alonso yang terkena akumulasi kartu kuning, Mourinho menggunakan formasi dan strategi yang sama saat menjamu Galatasaray di Spanyol. Ia menempatkan Luka Modric sebagai pengganti Alonso dan Pepe untuk berduet dengan Raphael Varane di lini belakang. Sementara lini serang mengalami rotasi dengan Gonzalo Higuain diplot sebagai ujung tombak menggantikan Karim Benzema.

    Sebagaimana laga pertama, Madrid juga masih menggunakan strategi serangan balik untuk menyerang Galatasaray, masih bermain tanpa pressing ketat, dan masih memberikan kelonggaran untuk Galatasaray berkreasi. Permainan pun berjalan terbuka dengan masing-masing tim yang saling menguji kemampuan bertahan satu sama lain.

    Sementara itu Fatih Terim pun tetap menggunakan racikan yang sama dengan minggu lalu. Ia setia dengan 4-3-1-2 dan filosofi menyerangnya. Bedanya, Umut Bulut dan Gokhan Zan kini menggantikan peran Burak Yilmaz dan Nounkeu yang juga terkena akumulasi kartu.



    Memanfaatkan Umpan Terobosan

    Seakan ingin cepat memastikan hasil pertandingan, Madrid kembali menyerang dengan cepat di menit-menit awal pertandingan. Bahkan di menit ketiga, serangan balik Los Blancos sempat memaksa Fernando Muslera untuk keluar dari area kotak penalti untuk menghalau umpan terobosan dari Di Maria pada Higuain.

    Dalam melakukan serangan balik, Madrid mampu memanfaatkan menumpuknya bek Galatasaray di area tengah dengan memperlebar area serangan melalui Di Maria dan Ronaldo. Dengan Galatasaray yang bermain menyerang, dan tingginya garis pertahanan Galatasaray, hal ini berarti ada ruang yang sangat luas yang mampu dieksploitasi oleh Di Maria, Ronaldo, atau Oezil melalui umpan terobosan, atau umpan diagonal yang menyusur tanah.

    Kombinasi umpan terobosan/diagonal dan penyerang Madrid yang berlari dari belakang bek-bek Galatasaray inilah yang kerap merepotkan duet center-back Khan dan Kaya.

    Hal ini juga bisa dimanfaatkan oleh Khedira pada gol pertama. Dari pinggir garis gawang ia mengirimkan umpan mendatar yang kemudian dikonversi jadi gol oleh Ronaldo yang masuk berlari dari belakang keempat bek Galatasaray.

    Di menit ke-24 pun hal ini nyaris berulang. Kali ini giliran Ronaldo yang mengirimkan umpan terobosan pada Di Maria yang menusuk ke dalam kotak penalti. Namun tendangannya masih mampu diselamatkan oleh Muslera.

    Satu hal yang menarik dari kemampuan El Real di dalam kotak penalti ini adalah masalah akselerasi para penyerangnya. Baik Di Maria, Higuain, atau Ronaldo memiliki akselerasi cepat walau di area sempit di daerah sepertiga lapangan akhir. Hal inilah yang menjadikan umpan-umpan terobosan, atau diagonal, second line Real jadi sangat berbahaya.

    Galatasaray Terlambat Panas

    Masalah kecepatan ini pula yang membedakan Madrid dengan tim tuan rumah. Walau mendapatkan ruang luas karena lini tengah Madrid tak melakukan pressing yang ketat, Galatasaray tetap kesulitan untuk menembus lini pertahanan Real. Hal ini dikarenakan mereka lebih sering mengalirkan bola melalui passing-passing pendek di area tengah lapangan, namun tidak secara cepat.

    Akibatnya, keempat bek Real memiliki waktu yang cukup untuk kembali ke posnya masing-masing, atau passing-passing tersebut diintersepsi dan dibuang sebelum sampai ke kotak penalti.

    Di babak pertama saja, Galatasaray hanya mampu melakukan 3 attempts dan tidak ada satu pun yang berada di luar kotak penalti. Drogba pun praktis tidak mendapatkan suplai bola, sehingga ia sempat frustrasi dan sempat mendorong Fabio Coentrao.

    Selain karena tidak cepat mengalirkan bola, serangan Galatasaray pun dapat dimentahkan karena kemampuan Pepe dkk dalam mengantisipasi bola-bola atas dan umpan silang. Memang, dengan memasang Altintop, Bulut, dan Selcuk Inan -- yang memiliki kemampuan crossing yang baik -- Terim ingin memanfaatkan kemampuan duel udara Didier Drogba. Namun duet Pepe-Varane mampu menghalau bola-bola atas ini dengan efektif. (lihat grafik umpan silang Galatasaray di bawah ini. Sumber: Squawka.com)



    Altintop versus Coentrao

    Di pertandingan pertama, Altintop bermain baik dan kombinasinya dengan Drogba dan Sneijder kerap merepotkan barisan pertahanan Madrid. Namun, semalam Mourinho menginstruksikan Coentrao untuk tidak bergerak naik dan menjaga pergerakan pemain asal Turki itu.

    Akibatnya, alih-alih bergerak menyusuri garis lapangan dan mengirimkan umpan silang, Altintop lebih sering bermain di area tengah lapangan. Sneijder, Drogba, Umut Bulut-lah yang kemudian lebih sering melebar ke sayap kanan lapangan untuk melakukan crossing.

    Di awal babak kedua Terim kemudian mengganti Altintop dengan Noureddin Amrabat, seorang yang bermain di sayap kiri. Terim kemudian mempercayakan serangan di sayap kanan pada Eboue seorang. Drogba dan Bulut pun lalu diplot untuk tidak bergerak ke sayap. Mereka berposisi di area tengah dan berhadapan langsung dengan Verane-Pepe dan memberikan pressing.

    Hal ini terbukti efektif. Di menit 56 Eboue yang bergerak di sayap kanan mendapatkan ruang untuk menerima umpan silang Sneijder dan melepaskan tendangan keras tepat di luar kotak penalti.

    Real Madrid Mengubah Gaya Permainan

    Setelah gol Eboue, Galatasaray pun kembali meningkatkan intensitas dan kecepatan serangan. Tercatat hingga menit ke-75 mereka mampu empat kali mengancam gawang Diego Lopez, yaitu dua kali melalui Sneijder dan dua kali melalui Drogba. Namun masing-masing tidak bisa memanfaatkan peluang dengan baik, dan masing-masing hanya mencetak satu gol.

    Setelah kedudukan jadi 3-1 untuk Galatasaray inilah Madrid mulai mengubah permainan. Jika semula membiarkan Galatasaray untuk menguasai lini tengah dengan passing-passing pendek, baik Khedira, Modric, maupun keempat bek Real mulai aktif melakukan pressing. Khedira menjaga Selcuk Inan, Modric berhadapan dengan Melo, dan Arbeloa menjaga Amrabat di sayap kiri lapangan.

    Akibatnya jarak antarpemain Galatasaray pun semakin jauh dan Felipe Melo dkk kesulitan untuk memberikan umpan pada pemain yang tidak mendapatkan penjagaan. Pada menit-81 Mourinho pun memperketat pertahanan Real dengan memasukkan Raul Albiol dan menarik keluar Oezil.

    Selain itu, jika sebelumnya Madrid selalu mengirimkan bola dengan cepat dalam serangan balik, setelah gol ketiga Galatasaray Mourinho menginstruksikan pemainnya untuk berubah dan mempertahankan penguasaan bola. Melalui penguasaan bola ini juga Madrid berhasil memperlambat tempo permainan dan membuat pemain Galatasaray kecapaian mengejar bola. Di akhir permainan, justru Ronaldo-lah yang malah mampu menambah pundi gol-gol Los Merengues.

    Kesimpulan

    Sebelum pertandingan, banyak pihak yang meragukan peluang Galatasaray untuk bisa membalikkan defisit tiga gol di leg pertama. Hingga akhir babak pertama pun, hal ini terlihat sulit untuk dilakukan. Namun dengan pergantian pemain (Amrabat) dan strategi yang tepat serta meningkatkan intensitas serangan, Galatasaray sempat membuat Real kocar-kacir.

    Jika ingin meraih La Decima, Mourinho masih memiliki pekerjaan rumah yang sangat besar, yaitu menutup kebocoran lini pertahanan. Memang, dengan memainkan pola serangan balik dan tanpa melakukan pressing, Madrid rentan dengan serangan-serangan para lawannya. Hal inilah yang membuat mereka hanya bisa satu kali cleansheet di Liga Champions musim ini. Dengan adanya sistem gol tandang hal ini bisa menghambat ambisi mereka untuk meraih piala kesepuluh.


    ===

    * Akun twitter penulis: @vetriciawizach dari @panditfootball


    (roz/a2s)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game