Laga Ujicoba: Indonesia 2-0 Filipina
Beberapa Catatan Atas Eksperimen Taktik Jacksen
Akhirnya timnas Indonesia kembali bisa mencicipi kemenangan. Dua gol yang dicetak oleh Greg Nwokolo dan M. Roby ke gawang Filipina menghapus paceklik kemenangan timnas Indonesia, baik dalam laga resmi maupun laga ujicoba internasional.
Terakhir timnas mencicipi kemenangan adalah saat menaklukkan Singapura dengan skor 1-0 pada 28 November tahun lalu di babak grup Piala AFF 2012. Hasil laga Rabu (14/8/2013) kemarin juga membuat Jacksen F. Tiago sukses mendapatkan kemenangaan pertamanya sebagai pelatih timnas.
Dan kemenangan pertamanya ini diperoleh dengan menggunakan pola dan pemain yang (hampir) sama kala bertemu dengan Liverpool, yaitu formasi 4-2-2-2 dengan mengandalkan 4 gelandang tengah: Bustomi, Maitimo, Lilipaly, dan Taufik. Ini berarti timnas tak menggunakan pemain sayap dan mengandalkan dua fullback untuk memanfaatkan lebar lapangan.
Taufik-Bustomi Mulai Padu
Selain masalah formasi, keputusan Jacksen untuk tidak menggunakan satu pun hard-defensive midfielder juga menarik untuk dicermati. Sebagaimana saat bertemu Liverpool, Jacksen kembali memanggil dua gelandang yang karakter bermainnya mirip dalam diri Taufik dan Bustomi.
Namun, jika keduanya terlihat masih belum padu saat bertemu Liverpool dan sering mengambil bola yang sama (biasanya bola pertama dari lini pertahanan), kali ini kerjasama antar keduanya mulai terlihat padu. Saat Bustomi menjemput bola dari kedua centerback, maka Taufik akan naik ke area sepertiga lapangan akhir – begitu juga sebaliknya.
Meningkatnya kerjasama dan pembagian peran keduanya membuat lini tengah Indonesia terlihat bisa lebih nyaman memainkan bola sejak daerah pertahanan sendiri.
Utak-Atik Lini Tengah
Hal lain yang bisa diamati dari pertandingan ini adalah bagaimana Jacksen merotasi pemain tengahnya setelah menit ke-20. Pada 20 menit pertama, Taufik sendiri berdiri sejajar dengan Bustomi di depan lini pertahanan, sementara Maitimo dan Lilipaly jadi penghubung lini tengah dan lini depan. Dengan formasi ini, Indonesia acap memasuki area pertahanan Filipina dari sisi kiri, namun kesulitan untuk menembus kotak penalti.
(Grafik Serangan Indonesia di Area Final Third Filipina Menit 0-15 (bukan menunjukkan passing, namun sampai di titik mana serangan berhenti)).
Namun, semenjak menit ke-20, Jacksen menarik Maitimo untuk berduet dengan Bustomi, sementara Taufik menggantung di sayap kanan di area sepertiga lapangan akhir. Ini berarti kendali serangan di sisi kanan kanan diambil alih oleh Taufik, sementara Kipuw sebagai fullback kanan agak meredam pergerakannya ke depan. Bek kanan ini lebih sering mengirimkan umpan lambung dari wilayah Indonesia sendiri.
Sementara di sisi kiri, serangan lebih sering dilakukan oleh Ruben Sanadi yang memang memiliki kecepatan untuk mengeksploitasi ruang kosong. Maitimo yang berduet dengan Bustomi lebih sering menahan pergerakan ketiga pemain tengah Filipina ketimbang naik untuk membantu serangan. Di awal-awal perubahan posisi ini, tidak banyak hal signifikan yang terjadi. Indonesia yang sering memasuki area sepertiga lapangan akhir di 15 menit pertama, malah terlihat kesulitan mengalirkan bola.
Namun, di menit 30 ke atas, melalui Taufik dan Kipuw, Indonesia mulai bisa menambah intensitas serangannya, yaitu lewat Taufik yang sering memberikan bola-bola lambung ke depan kotak penalti. Melalui sayap kanan ini pula Indonesia bisa menembus area pertahanan Filipina. Bahkan, gol pertama Indonesia pun datang dari area ini, yaitu melalui Kipuw yang memberikan umpan lambung yang kemudian diteruskan Lilipaly pada Greg. 
Grafik Serangan Indonesia di Area Final Third Filipina Menit 30-45 (bukan menunjukkan passing, namun sampai di titik mana serangan berhenti.
Grafik Gol Pertama Indonesia
Sayangnya, baik Boaz maupun Greg tidak memiliki kemampuan aerial yang cukup mumpuni untuk meneruskan/memantulkan umpan dari Taufik ke dalam kotak penalti. Tak heran di menit 30 hingga 45 Indonesia tidak bisa melancarkan satu pun attempts.
Grafik Attempts Indonesia di Babak 1 (3 peluang tercipta di menit 1-15, 1 peluang di menit 16-30, dan 0 peluang di menit 30-45).
Melalui rotasi lini tengah ini Indonesia memang bisa meningkatkan intensitas serangan ke area sepertiga akhir, dan seakan menguasai permainan. Namun meningkatnya frekuensi serangan dan penguasaan bola ini belum bisa dikonversi menjadi peluang.
Duet Striker yang Tidak Memperlambat Bola
Satu keputusan berani Jacksen lainnya adalah ia tidak memanggil striker Sergio Van Dijk dalam pertandingan. Jacksen lebih memilih untuk menduetkan Boaz dan Greg, atau Patrich Wanggai dan Titus Bonai di babak II. Dalam pertandingan ini, terlihat bagaimana Boaz dan Greg yang sering kali berdiri sejajar dan saling bertukar posisi di depan kotak penalti, sementara Wanggai atau Tibo lebih sering melebar ke sayap.
Namun, dari pemilihan keempat striker ini terlihat bahwa Jacksen lebih ingin menggunakan striker yang bermain dengan kecepatan dan memanfaatkan bola-bola daerah, dan bukan striker target man yang punya kemampuan menahan bola atau bahkan menjadi 'tembok' pemantul bagi para pemain dari lini kedua.
Salah satu contohnya adalah Greg yang langsung melakukan drive ke area kotak penalti ketika mendapatkan umpan di menit-17. Tanpa berlama-lama, Greg menggunakan kekuatan dan kecepatannya untuk menembus pertahanan Filipina. Karakteristik inilah yang membedakan Boas-Greg dengan Van Dijk.
Di luar dua gol yang lahir, cara bermain seperti ini relatif bisa diantisipasi dengan baik oleh barisan pertahanan Filipina. Skema bertahan Filipina adalah dengan menggunakan garis pertahanan yang rendah. Cara ini terbukti efektif untuk meredam kecepatan dan pergerakan Boaz-Greg yang banyak menusuk langsung ke dalam kotak penalti.
Memanfaatkan Sayap Lewat Tibo – Wanggai
Beberapa perubahan dilakukan oleh Jacksen di babak kedua. Pertama adalah Maitimo-Taufik-Bustomi yang bermain lebih dalam, dengan Bustomi yang mengambil alih kendali serangan melalui umpan lambung dari dalam. Sementara itu perubahan kedua terjadi setelah menit 75, yaitu saat duet striker berganti jadi Wanggai-Tibo, dan Andik masuk menggantikan Lilipaly.
Satu hal yang terlihat dari pergantian ini adalah Indonesia yang mencoba memaksimalkan serangan dari sayap, terutama yang berada di samping kotak penalti, untuk menusuk masuk pertahanan Filipina. Tibo acap kali bergerak di sayap kiri, Andik di kanan, sementara Wanggai melakukan lari ke dalam kotak penalti dan menunggu umpan cutback. Perubahan pola serangan ini juga terlihat dari grafik serangan Indonesia di menit 75-90.
Serangan Indonesia di Area Final Third Filipina Menit 30-45 (bukan menunjukkan passing, namun sampai di titik mana serangan berhenti).
Perubahan ini cukup efektif dan secara statistik malah terlihat sangat signifikan. Justru di periode 15 menit terakhir inilah Indonesia mampu melakulan attempt paling banyak. Artinya pola serangan macam ini ternyata bisa lebih mumpuni dalam menciptakan ruang untuk melakukan percobaan mencetak gol.
Bisa dikatakan strategi ini juga menjadi plan-B dari Jacksen, yaitu dengan mengandalkan umpan lambung Bustomi dan memanfaatkan kecepatan Andik dan Tibo untuk mengeksploitasi kelelahan lawan menjelang berakhirnya pertandingan. 
Counter-Attack Filipina
Timnas Indonesia diuntungkan dengan permainan Filipina yang terlihat tidak padu dalam laga kali ini. Filipina sendiri terlihat menerapkan pola permainan serangan balik. Dalam laga yang digelar di Stadion Manahan ini skuad asuhan Hans Michael Weiss acap kali mengawali alur serangannya melalui bola-bola long ball yang dialirkan dari lini pertahanan.
Namun, sering kali Filipina juga gagal memanfaatkan bola yang berhasil dialirkan tersebut. Pola transisi dari bertahan menuju menyerang yang tidak padu menyebabkan usaha serangan yang digalang Filipina kerap gagal dan berhasil diamankan oleh barisan pertahanan Indonesia.
Permasalahannya adalah Phil Younghusband kerap berkerja sendiri dilini depan. Tidak adanya pemain lain yang menyokong pergerakan Phil membuat pemain yang sempat mengenyam pendidikan di akademi sepakbola Chelsea tersebut terlihat kebingungan akan mengalirkan bola kemana. Bahkan, di babak pertama saja Filipina hanya mampu melakukan 3 kali goal attempt.
Dalam dua kali kesempatan goal attempt tercipta melalui peluang yang dapat dikatakan dipaksakan melalui Angel Guirado dan Emilio Caligdong. Satu kesempatan lagi, tercipta melalui umpan crossing yang dialirkan oleh Guirado dan berhasil disambut oleh James Younghusband.
Tetapi, permasalahan yang muncul dalam pertahanan Indonesia adalah ketidakmampuan Iqbonefo dan M. Robby dalam menutup pergerakan para penyerang Filipina yang bergerak cenderung cair dan tidak terpaku pada posisi baku. Bahkan, Igbonefo dan M. Robby kerap kebingungan dalam menjaga pergerakan trio striker Angel Guirado, Mark Hartmann dan Phil Younghusband yang rajin bergerak dan bertukar posisi.
Filipina Attempt. Minutes Play: 31’-45’ (Filipina tidak membuat attempt dari menit 16-30.
Bek Sayap Yang Timpang
Mampu mengandaskan penyerangan Filipina, bukan berarti pertahanan Indonesia tampil sempurna. Konsekuensi dari penggunaan formasi lini tengah yang cenderung diamond [tanpa memasang pemain sayap] adalah peran bek sayap yang harus berjuang ekstra keras untuk naik-turun dalam melakukan penyerangan dan bertahan. Namun, pada laga ini terlihat bahwa terdapat ketimpangan kekuatan pada pos bek sayap.
Khusus untuk posisi bek kanan yang dihuni oleh Hasim Kipuw, pemain bernomor punggung 13 tersebut acapkali terlambat turun ketika Filipina memulai inisiasi serangan. Lubang yang ditinggalkan tersebut pun gagal ditutup oleh pemain Indonesia lainnya.
Tugas yang seharusnya diemban oleh Igbonefo untuk menutup lubang yang ditinggalkan Kipuw tidak dapat dijalankan dengan baik. Raphael Maitimo yang seharusnya menutup posisi centre-back juga kerap terlambat menutup celah yang ditinggalkan Roby atau Igbonefo yang harus ke luar dari posisinya untuk menambal Kipuw.
Tak ayal, serangan Filipina pun cenderung lebih banyak bertumpu pada sisi kiri penyerangannya. Apalagi, apabila melihat pada sisi kiri pertahanan kiri Indonesia yang mampu dijaga dengan baik oleh Ruben Sanadi. Sisi kanan Indonesia memang menjadi sasaran empuk dalam laga kali ini.
====
*akun Twitter penulis @panditfootball








