Match Analysis
Liga Spanyol: Valencia 2-3 Barcelona
Bermain Vertikal dengan Cesc Fabregas
Jakarta - Hat-trick pertama Lionel Messi pada musim ini membuat Barcelona mampu unggul dengan skor 3-2 dalam duel melawan Valencia di Estadio de Mestalla. Dua gol untuk Valencia dicetak oleh Helder Postiga. Pemainan kedua tim yang terbuka, dan bertempo tinggi, menjadi benih atas terciptanya lima gol yang terjadi pada babak pertama.
Pertandingan ini juga jadi kali pertama Tata Martino menurunkan Messi dan Neymar secara bersamaan sejak menit awal pertandingan. Xavi Hernandez pun turut diistirahatkan. Peran Xavi digantikan oleh Cesc Fabregas.
Sementara itu Valencia tampil dengan mengandalkan seorang striker tunggal di lini depan. Peran tersebut dijalankan oleh Helder Postiga. Tiga gelandang yang berada dibelakang Postiga dihuni oleh Dorlan Pabon, Ever Banega, dan Sergio Canales.
Blunder Garis Pertahanan yang Tinggi
Valencia yang kini dilatih oleh Miroslav Dukic terlihat bermain cukup berani dengan meladeni permainan terbuka Barcelona. Umumnya, tim yang berhadapan dengan Barcelona memang kerap menerapkan garis pertahahanan rendah guna mengantisipasi serangan Lionel Messi, dkk. Namun, pada laga ini Valencia bermain cukup berani dengan menerapkan garis pertahanan yang tinggi.
Sebagai antisipasi dalam menahan pergerakan pemain Barcelona, para pemain Valencia kerap melakukan closing down di seluruh area lapangan. Dari 9 kali intersep yang dilakukan oleh pemain Valencia, 4 di antaranya terjadi di area lini depan dan lini tengah.
Akan tetapi, jelas terlihat bahwa Dukic tampak kurang siap dalam mempersiapkan skuatnya guna mengantisipasi trio serangan Barca yang dihuni oleh Pedro Rodriguez, Messi, dan Neymar. Duet centre-back Adil Rami dan Ricardo Costa terlihat kurang mapan dalam mengantisipasi kecepatan yang dimiliki oleh penyerang-penyerang Barcelona.
Tak ayal hal itu pun menjadi titik lemah bagi Valencia di pertandingan ini. Di sisi lain, tidak adanya sosok yang mampu menghentikan aliran bola dari tengah turut memudahkan pemain Barca untuk menyuplai bola menuju lini depan. Khususnya untuk Messi ataupun Neymar.
Gol pertama dan kedua Barcelona pun tak luput dari lepasnya pengawalan yang dilakukan oleh Ricardo Costa dalam menjaga pergerakan Messi. Kecepatan dan kelincahan yang dimiliki oleh Messi tidak mampu dibendung oleh Ricardo Costa.
Triangular Valencia
Pada pos sayap kanan penyerangan Valencia, triangular antara Joao Pereira, Banega, dan Canales begitu diandalkan. Joao Pereira menjalankan peran sebagai pemain yang bertugas mensuplai bola bagi Helder Postiga lewat crossing-nya. Sedangkan Canales dan Banega berperan sebagai pemain yang membangun serangan melalui passing-passing pendeknya.
Oleh karena itu pula, pada laga ini Jordi Alba bermain cenderung lebih kedalam dan terlihat berhati-hati dalam melakukan overlapping. Selain Alba, Javier Mascherano pun bermain lebih ke dalam. Tentunya hal tersebut juga dilakukan guna mengantisipasi serangan Valencia, apabila Jordi Alba terlambat dalam melakukan covering atas posisinya ketika Barcelona melakukan inisiasi serangan.

*Posisi pemain Valencia [kiri] dan Barcelona [kanan]
Barcelona Bermain Direct
Dengan diistirahatkannya Xavi Hernandez, peran pengatur serangan digantikan oleh Cesc Fabregas. Dan pada laga ini, terdapat perbedaan pola permainan yang diterapkan oleh Barcelona ketika Fabregas berperan sebagai penggerak motor serangan.
Xavi berkarakter lebih sabar dan acap melakukan passing-passing ke samping, ataupun ke belakang, guna mempertahankan penguasaan bola sambil menunggu celah dalam melakukan serangan. Fabregas kerap bermain lebih cepat dan cenderung berani dalam mengalirkan bola vertikal langsung ke lini depan.
Bola-bola direct yang dihasilkan oleh Barcelona pun cenderung lebih banyak jika dibandingkan ketika Barcelona bermain dengan Xavi Hernandez yang berada di jantung serangan. Statistik menunjukkan, dalam catatan head-to-head antara Cesc dan Xavi. Cesc selalu lebih unggul atas Xavi dalam hal memberikan through-ball kepada rekan-rekannya.
Statistik di atas pun menunjukkan, catatan through-ball dan key pass Fabregas hanya kalah dalam catatan key pass Xavi pada laga melawan Malaga. Hal tersebut terasa wajar karena pada laga itu Fabregas bermain pada posisi penyerang tengah. Tempat yang biasanya dihuni oleh Lionel Messi. Namun, Messi absen pada laga ini karena mengalami cedera.
Dampaknya bagi pertandingan pun Barcelona tampil lebih "menghibur" karena banyak aliran bola yang langsung masuk ke area final third. Berbeda sekali ketika Barcelona ketika mengandalkan Xavi, permainan cenderung membosankan karena Barca acap bermain menunggu dan menunggu celah dalam melakukan serangan.
Kemampuan Aerial Barcelona yang Kurang Baik
Pada jornada ketiga La Liga ini, Barcelona terlihat masih kelimpungan dalam mengantisipasi bola-bola atas. Titik lemah berada pada Mascherano yang bahkan pada laga ini tidak pernah memenangi duel udara dalam 3 kali kesempatan.
Hal ini sangat fatal karena ketiga duel udara tersebut berada di area kotak penalti Barca. Beruntung bagi Barca, karena Valencia gagal memanfaatkan kelemahan Mascherano itu. Tentu hal berbeda apabila Barca menghadapi lawan yang berada pada level kekuatan yang sama. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah bagi Martino dalam mengatasi kelemahan skuatnya.
Sosok Mascherano dianggap masih kurang mumpuni dalam melapis Carles Puyol, yang kini usianya juga sudah tidak muda lagi.
Kesimpulan
Barcelona tampil lebih berani dan menarik pada laga ini karena terdapat Fabregas yang menjadi faktor pembeda. Fabregas yang berkarakter lebih menyerang mampu memberikan umpan-umpan through pass yang matang bagi lini serang Barcelona. Gol pertama dan kedua dari Barcelona pun tak lepas dari assist yang dihasilkan oleh Fabregas.
Sedangkan di lini pertahanan, Barcelona masih memiliki permasalahan dalam mengantisipasi serangan lawan. Dua bek sayap Barca yang dihuni oleh Dani Alves dan Jordi Alba kerap menjadi celah dan dimanfaatkan oleh lawan guna membangun serangan.
Selain itu, Barcelona pun masih belum mememukan sosok pengganti Carles Puyol yang mampu bermain baik tidak hanya dalam duel udara tetapi dalam melakukan intersep.
====
*akun Twitter penulis: @Shralys dari @panditfootball
(roz/din)
Pertandingan ini juga jadi kali pertama Tata Martino menurunkan Messi dan Neymar secara bersamaan sejak menit awal pertandingan. Xavi Hernandez pun turut diistirahatkan. Peran Xavi digantikan oleh Cesc Fabregas.
Sementara itu Valencia tampil dengan mengandalkan seorang striker tunggal di lini depan. Peran tersebut dijalankan oleh Helder Postiga. Tiga gelandang yang berada dibelakang Postiga dihuni oleh Dorlan Pabon, Ever Banega, dan Sergio Canales.
Blunder Garis Pertahanan yang Tinggi
Valencia yang kini dilatih oleh Miroslav Dukic terlihat bermain cukup berani dengan meladeni permainan terbuka Barcelona. Umumnya, tim yang berhadapan dengan Barcelona memang kerap menerapkan garis pertahahanan rendah guna mengantisipasi serangan Lionel Messi, dkk. Namun, pada laga ini Valencia bermain cukup berani dengan menerapkan garis pertahanan yang tinggi.
Sebagai antisipasi dalam menahan pergerakan pemain Barcelona, para pemain Valencia kerap melakukan closing down di seluruh area lapangan. Dari 9 kali intersep yang dilakukan oleh pemain Valencia, 4 di antaranya terjadi di area lini depan dan lini tengah.
Akan tetapi, jelas terlihat bahwa Dukic tampak kurang siap dalam mempersiapkan skuatnya guna mengantisipasi trio serangan Barca yang dihuni oleh Pedro Rodriguez, Messi, dan Neymar. Duet centre-back Adil Rami dan Ricardo Costa terlihat kurang mapan dalam mengantisipasi kecepatan yang dimiliki oleh penyerang-penyerang Barcelona.
Tak ayal hal itu pun menjadi titik lemah bagi Valencia di pertandingan ini. Di sisi lain, tidak adanya sosok yang mampu menghentikan aliran bola dari tengah turut memudahkan pemain Barca untuk menyuplai bola menuju lini depan. Khususnya untuk Messi ataupun Neymar.
Gol pertama dan kedua Barcelona pun tak luput dari lepasnya pengawalan yang dilakukan oleh Ricardo Costa dalam menjaga pergerakan Messi. Kecepatan dan kelincahan yang dimiliki oleh Messi tidak mampu dibendung oleh Ricardo Costa.
Triangular Valencia
Pada pos sayap kanan penyerangan Valencia, triangular antara Joao Pereira, Banega, dan Canales begitu diandalkan. Joao Pereira menjalankan peran sebagai pemain yang bertugas mensuplai bola bagi Helder Postiga lewat crossing-nya. Sedangkan Canales dan Banega berperan sebagai pemain yang membangun serangan melalui passing-passing pendeknya.
Oleh karena itu pula, pada laga ini Jordi Alba bermain cenderung lebih kedalam dan terlihat berhati-hati dalam melakukan overlapping. Selain Alba, Javier Mascherano pun bermain lebih ke dalam. Tentunya hal tersebut juga dilakukan guna mengantisipasi serangan Valencia, apabila Jordi Alba terlambat dalam melakukan covering atas posisinya ketika Barcelona melakukan inisiasi serangan.

*Posisi pemain Valencia [kiri] dan Barcelona [kanan]
Barcelona Bermain Direct
Dengan diistirahatkannya Xavi Hernandez, peran pengatur serangan digantikan oleh Cesc Fabregas. Dan pada laga ini, terdapat perbedaan pola permainan yang diterapkan oleh Barcelona ketika Fabregas berperan sebagai penggerak motor serangan.
Xavi berkarakter lebih sabar dan acap melakukan passing-passing ke samping, ataupun ke belakang, guna mempertahankan penguasaan bola sambil menunggu celah dalam melakukan serangan. Fabregas kerap bermain lebih cepat dan cenderung berani dalam mengalirkan bola vertikal langsung ke lini depan.
Bola-bola direct yang dihasilkan oleh Barcelona pun cenderung lebih banyak jika dibandingkan ketika Barcelona bermain dengan Xavi Hernandez yang berada di jantung serangan. Statistik menunjukkan, dalam catatan head-to-head antara Cesc dan Xavi. Cesc selalu lebih unggul atas Xavi dalam hal memberikan through-ball kepada rekan-rekannya.
| Fabregas | Xavi Hernandez | |||
| Through-ball | Key Passes | Through-ball | Key Passes | |
| Levante | 3 | 6 | 2 | 2 |
| Atletico Madrid | 0 | 1 | 0 | 0 |
| Malaga | 2 | 1 | 1 | 5 |
| Atletico Madrid | 2 | 2 | 0 | 1 |
| Valencia | 2 | 5 | - | - |
Statistik di atas pun menunjukkan, catatan through-ball dan key pass Fabregas hanya kalah dalam catatan key pass Xavi pada laga melawan Malaga. Hal tersebut terasa wajar karena pada laga itu Fabregas bermain pada posisi penyerang tengah. Tempat yang biasanya dihuni oleh Lionel Messi. Namun, Messi absen pada laga ini karena mengalami cedera.
Dampaknya bagi pertandingan pun Barcelona tampil lebih "menghibur" karena banyak aliran bola yang langsung masuk ke area final third. Berbeda sekali ketika Barcelona ketika mengandalkan Xavi, permainan cenderung membosankan karena Barca acap bermain menunggu dan menunggu celah dalam melakukan serangan.
Kemampuan Aerial Barcelona yang Kurang Baik
Pada jornada ketiga La Liga ini, Barcelona terlihat masih kelimpungan dalam mengantisipasi bola-bola atas. Titik lemah berada pada Mascherano yang bahkan pada laga ini tidak pernah memenangi duel udara dalam 3 kali kesempatan.
Hal ini sangat fatal karena ketiga duel udara tersebut berada di area kotak penalti Barca. Beruntung bagi Barca, karena Valencia gagal memanfaatkan kelemahan Mascherano itu. Tentu hal berbeda apabila Barca menghadapi lawan yang berada pada level kekuatan yang sama. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah bagi Martino dalam mengatasi kelemahan skuatnya.
Sosok Mascherano dianggap masih kurang mumpuni dalam melapis Carles Puyol, yang kini usianya juga sudah tidak muda lagi.
Kesimpulan
Barcelona tampil lebih berani dan menarik pada laga ini karena terdapat Fabregas yang menjadi faktor pembeda. Fabregas yang berkarakter lebih menyerang mampu memberikan umpan-umpan through pass yang matang bagi lini serang Barcelona. Gol pertama dan kedua dari Barcelona pun tak lepas dari assist yang dihasilkan oleh Fabregas.
Sedangkan di lini pertahanan, Barcelona masih memiliki permasalahan dalam mengantisipasi serangan lawan. Dua bek sayap Barca yang dihuni oleh Dani Alves dan Jordi Alba kerap menjadi celah dan dimanfaatkan oleh lawan guna membangun serangan.
Selain itu, Barcelona pun masih belum mememukan sosok pengganti Carles Puyol yang mampu bermain baik tidak hanya dalam duel udara tetapi dalam melakukan intersep.
====
*akun Twitter penulis: @Shralys dari @panditfootball
(roz/din)







