Liga Inggris: Newcastle 2-2 Liverpool
Kartu Merah yang Mengubah Permainan
Newcastle United setidaknya sudah berhasil meredam Liverpool saat keduanya bertemu di St James' Park semalam. Sampai kartu merah membuat taktik serta alur permainan kedua tim berubah drastis.
Bermain melawan 10 pemain, Liverpool hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan tuan rumah Newcastle. Liverpool sendiri bukanya tanpa peluang, hanya saja serangan yang dilakukan masih minim hasil dan tidak efektif. Terutama ketika Yanga Mbiwa bek Newcastle asal Prancis harus diusir dari lapangan, setelah melanggar Luiz Suarez.
Memakai formasi dasar 3-4-1-2, Brendan Rodgers tidak bisa memainkan Enrique yang mengalami cedera. Tak hanya itu, Rodgers juga harus kehilangan satu lagi anak asuhnya Lucas Leiva yang harus mendampingi istrinya yang sedang melahirkan. Kedua pos pemain inilah yang kemudian menjadi kelemahan Liverpool dalam pertandingan ini.
Aly Cissokho Yang Statis
Meski menggantikan posisi Enrique di sayap kiri, Cissokho lebih banyak bermain sebagai wing back pasif. Artinya, posisi Cissokho tidak banyak bergerak atau cenderung statis di area sendiri. Pemain ini baru aktif bergerak naik menyerang ketika Newscastle harus bermain 10 orang.
Bahkan, sebelum terjadinya kartu merah, hampir setengah dari passing Cissokho dilakukan ke arah belakang. Ini berarti ia minim membantu serangan Liverpool.
Maka tidak heran sayap kanan Newcastle yang diisi Gouffran bersama Debuchy begitu sering melakukan tekanan. Dan posisi ini lah yang dihajar habis-habisan oleh Newcastle, sehingga tercipta gol pertama oleh Cabaye. Saat itu, sayap kiri Liverpool terlihat kosong karena Cissokho tertarik oleh pergerakan Gouffran. Ditambah dengan 2 gelandang Liverpool, Gerrard dan Henderson terlambat menutup gerak Cabaye.
[Chalkboard gol Cabaye. Create by: sportplan.com]
Hal ini berbeda dengan sayap kanan Liverpool yang diisi Johnson. Pos ini lebih banyak melakukan tekanan yang membuat Davide Santon, bek kiri Newcastle tidak seagresif seperti biasanya. Bahkan dalam beberapa kesempatan Johnson tidak hanya berada di area final third, namun juga masuk ke dalam kotak pinalti dan hingga berada di depan Suarez dan Sturridge.
Perhatikan grafik aktifitas Johnson di babak pertama dibawah ini, bahkan tidak ada kegiatan yang dilakukanya di pertahanan sendiri.
[Grafik Johnson. Credit: fourfourtwo.com/statszone ]
Off-side Trap Newcastle
Dua gol yang dilakukan Liverpool berawal dari lolosnya Suarez dari jebakan off-side. Yang pertama berujung pada dilanggarnya Suarez ketika berhadapan 1 lawan 1 dengan kiper. Ini menyebabkan kartu merah untuk Yanga Mbiwa sekaligus hukuman pinalti. Sementara yang kedua berakhir pada umpan crossing sekaligus assist terhadap gol Sturridge.
Garis pertahanan Newcastle sendiri sebenarnya tidak terlalu tinggi dengan kedua bek tengah yang cenderung menggantung dibelakang. Namun Newcastle masih tetap “memaksa” menggunakan taktik off-side trap.
Ketika melakukan off-side trap, kuartet belakang Newcastle tidak berdiri sejajar. Santon dan Debuchy yang bertindak sebagai full back lebih sering naik posisinya daripada kedua center back.
Apresiasi tersendiri tentu harus diberikan kepada Suarez. Berkat pergerakannya di area final third, lini belakang Newcastle gagal melakukan off-side trap. Tak hanya lolos dari off-side trap, namun juga melakukan kontrobusi dengan mencetak 2 assist (dilanggar yang berakibat penalti, memang dianggap assist).
Hilangnya Power di Lini Tengah Newcastle
Insiden kartu merah mengakibatkan berubahya seluruh taktik dan permainan kedua tim. Sebelum terjadi insiden, lini tengah Newcastle memang sangat perkasa menghadapi trio gelandang Liverpool. Dan memaksa Gerrard dan Henderson turun sangat dalam hingga dekat dengan bek.
Dipimpin oleh Sissoko, yang malam tadi mampu menjadi pengatur serangan yang baik, Cabaye dan Tiote memberikan support dalam skema 4-2-3-1. Keduanya juga turut aktif membangi bola. Superioritas ketiganya membuat Liverpool sering tertahan di daerah pertahanan sendiri.
Apalagi Victor Moses yang dimainkan sebagai attacking midfielder serta penghubung antara Gerrard-Henderson dan Sturridge-Suarez, tampil buruk dan sering kehilangan bola. Bahkan, sampai keluarnya Yanga Mbiwa, statistik complete pass Moses tidak sampai ke angka 60%.
Kedua Tim Merubah Formasi
Dengan dikartumerahnya Mbiwa, Alan Pardew terpaksa harus menutup lubang yang ditinggalkan. Pilihanya adalah dengan menarik keluar Sissoko dan digantikan oleh Dummett. Menarik salah satu gelandang dan digantikan seorang bek memang membuat kekuatan lini tengah praktis berkurang.
Formasi dasar yang dipakai juga berubah dari 4-2-3-1 ke 4-4-1 (satu gelandang hilang). Hanya ada Ben Arfa seorang diri di depan.
Pardew juga merubah skema dengan hanya mengandalkan serangan balik. Bahkan, dari 4 gelandang, hanya kedua sayap yang berani maju ke depan saat counter attack. Otomatis sulit untuk Newcastle masuk ke kotak pinalti Liverpool. Bahkan gol kedua Newcastle lahir dari skema set piece.
Brendan Rodgers juga merespon perubahan taktik yang dilakukan Newcastle. Apalagi timnya justru kembali tertinggal, meski unggul jumlah pemain.
Ini dilakukan dengan memasukan sayap kanan, Luis Alberto dan menarik keluar salah satu beknya, Mamadou Sakho. Rodgers juga merubah pakem dengan kembali ke formasi dasar 4-4-2. Moses yang tampil buruk sebagai gelandang tengah kemudian ditarik ke sayap kiri.
Setelah pergantian ini, justru serangan dari kiri --melalui Moses-- menjadi salah satu tumpuan utama permainan Liverpool. Hasilnya Liverpool kembali berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Sturridge. Moses juga turut andil dengan memberikan key passes.
Enam Bek Sejajar Newcastle vs Suarez dan Sturridge
Sadar akan kondisinya yang terus tertekan dan kalah jumlah pemain, Pardew menginstruksikan anak asuhnya untuk bertahan. Dua gelandang tengah Newcastle bahkan bisa sampai berada di dalam kotak pinalti sejajar dengan center back, hingga membentuk garis nyaris sejajar 6 pemain bersama dua full back, yaitu: 2 gelandang dan 2 center back berada di dalam kotak pinalti, dan diapit oleh full back yang berada di samping kotak 12 besar.
Perhatikan gambaran lengkap skema bertahan Newcastle di akhir pertandingan berikut:
[Gambaran skema bertahan Newcastle (hitam). Create by: sportplan.com]
Langkah ini dilakukan Pardew untuk mengantisipasi pergerakan sayap Liverpool yang dibantu kedua striker Suarez dan Sturridge. Liverpool memang cenderung bermain melebar melalui kedua strikernya, meski terkadang kedua sayap juga melakukan gerakan memotong ke dalam (cutting in side).
Dengan menumpuk 6 pemain hampir secara sejajar memang membuat pertahanan Newcastle menjadi rapat dan sulit ditembus. Hal ini membuat Newcastle memang tidak bisa berbuat banyak dalam melakukan serangan, dan hanya melakukan serangan balik melalui satu striker di depan.
Gerakan melebar dari Suarez dan Sturridge juga praktis lebih mudah tertutup. Karena kini pertahanan Newcastle memang lebih melebar, full back tidak lagi bekerja sendirian karena ada center back yang ikut membantu.
Bahkan jika memang diperlukan, salah satu gelandang yang di kotak pinalti dapat juga ikut bertahan di sayap. Tentu di dalam kotak pinalti masih ada 2 pemain lain yang siap berperan sebagai center back. Kedinamisan pergerakan pemain bertahan Newcastle inilah, yang membuat Liverpool gagal menembus pertahanan tuan rumah.
Kesimpulan
Meski bermain melawan 10 orang dan menguasai pertandingan, Liverpool tetap saja gagal meraih kemenangan. Bahkan selalu tertinggal terlebih dahulu. Kelemahan Liverpool yang gampang ditembus melalui sayap juga berhasil dimanfaatkan oleh Alan Pardew.
Kehilangan dua orang yang menjadi sosok sentral (Enrique dan Lucas) juga meninggalkan lubang besar bagi Liverpool. Dan terus dihajar secara habis-habisan oleh Newcastle, sebelum akhirnya Mbiwa harus diusir wasit karena mendapat kartu merah, setelah melanggar Suarez.
Kartu merah yang diterima oleh Newcastle memang merubah segalanya, termasuk taktik dan permainan apik mereka. Melihat performa dari Newcastle, nampaknya kekuatan The Magpies termasuk layak diperhitungkan di jajaran papan atas Liga Inggris musim ini. Sementara bagi Rodgers, PR-nya masih banyak. Apalagi jika Liverpool musim ini memiliki target lebih di Liga Inggris.








