Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Italia: Milan 1-0 Udinese

    Para Gelandang Rossoneri yang Mengalahkan Udinese

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Claudio Villa/Getty Images Claudio Villa/Getty Images
    Jakarta -

    Setelah terakhir kalah dari Juventus dan kompetisi libur karena ada kalender internasional, AC Milan berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Udinese. Berikut analisisnya:


    Menghadapi Udinese di pekan ke-8, Milan mampu meraih poin penuh meski tampil tanpa beberapa pilar utamanya. Penampilan Udinese yang tidak cukup baik pada malam itu juga membuat Milan berada pada posisi yang diuntungkan.

    Boleh dibilang pertandingan ini adalah laga ujian bagi lini pertahanan Milan yang telah kemasukan 13 gol sepanjang liga musim ini. Angka tersebut merupakan nilai kemasukan gol terbesar dibandingkan tim lainnya pada posisi 10 besar klasemen.

    Apalagi Udinese juga tampil dengan menumpuk 6 gelandang di lni tengah, sementara Milan hanya memainkan 4 gelandang. Dari 4 gelandang itu, Milan menempatkan 1 orang yaitu Valter Birsa yang secara taktikal tidak terlalu dibebani tugas untuk membantu lini tengah dalam duel-duel dengan gelandang Udinese.



    Artinya, dengan menempatkan kuartet Abate, Zapata, Silvestre dan Constant di lini belakang, secara tidak langsung lini pertahanan Milan dituntut untuk mampu menghalau aliran bola dari 6 gelandang yang ditumpuk oleh Francesco Guidolin.

    Di Natale Minim Aliran Bola

    Bermain sebagai striker tunggal, semestinya Di Natale mendapatkan pasokan bola cukup banyak dari rekan-rekannya. Namun nyatanya sepanjang pertandingan Di Natale kesulitan untuk menerima pasokan bola. Terlebih pada area final third. Tercatat hanya 6 kali Di Natale menerima passing di area ini.



    Ini dikarenakan cukup disiplinnya lini pertahanan Milan dalam menjaga kedalaman garis pertahan, sehingga suplai bola dari lini tengah Udinese kerap kandas. Bahkan, Ignazio Abate dan Kevin Constant yang biasanya maju untuk membantu serangan pun terlihat meredam pergerakannya untuk menjaga lini pertahanan.

    Oleh karena itu, Di Natale akhirnya lebih sering turun kedalam guna menjemput bola ketimbang mencari ruang tembak dan bergerak dilini depan. Attempt yang Ia lakukan pun semua berasal dari area luar kotak penalti.

    Statisnya Lini Tengah Udinese

    Alih-alih turun ke lini tengah guna menjemput bola dan memancing bek lawan untuk maju, Di Natale malah kesulitan ketika bola sedang dalam penguasaannya. Tidak adanya gelandang Udinese yang merangsek ke depan menjadikan Di Natale kebingungan dalam mengalirkan bola. Tak ada pemain Udinese lainnya yang sering masuk ke dalam kotak penalti.

    Sebenarnya dengan memainkan gelandang terlampau dekat dengan garis pertahanan yang dalam (lihat grafik pertama), ada ruang kosong antara gelandang dan lini serang. Area tersebut tidak mampu dimanfaatkan oleh Udinese.

    Peran ini semestinya diambil oleh Roberto Pereyra. Saat Di Natale turun menjemput bola, seharusnya Pereyra yang naik membantu. Namun pemain asal Argentina itu terlalu asik bermain di lini tengah, tanpa melakukan penetrasi-penetrasi ke jantung pertahanan Milan.

    Sialnya lagi bagi Udinese, lini tengah Milan pun bermain cukup apik dalam menutup ruang yang ditinggalkan oleh bek Milan ketika terpancing oleh pergerakan Di Natale.

    Hal inilah yang menyebabkan gelandang Udinese, terlebih Pereyra, memilih untuk tidak melakukan penetrasi menuju area kotak penalti Milan. Ini membuat serangan Udinese menjadi buntu.

    Terlebih pada babak pertama. Udinese hanya mampu melakukan 4 kali attempt dan itupun 3 di antaranya dilakukan di luar area kotak penalti. Dari keempat attempt tersebut, tidak ada yang mengarah ke gawang.

    Oleh karena itu, guna membantu Di Natale dalam mengkreasi serangannya, di menit ke-51 Guidolin akhirnya memasukan Luis Muriel yang sama-sama berposisi sebagai penyerang untuk menggantikan Dusan Basta. Namun Muriel gagal tampil maksimal guna membantu menyelamatkan timnya dari kekalahan.

    Muriel, yang lebih banyak beroperasi di area kanan penyerangan Udinese gagal memanfaatkan ruang, dan cenderung menjalankan peran yang sama dengan Dusan Basta. Ia tetap bermain di area kanan tanpa menusuk ke kotak penalti.

    Padahal, pada sisi tersebut Udinese kerap buntu dalam membangun serangan. Kedisiplinan Kevin Constant dan Sulley Muntari dalam menjaga dan saling menutupi pada area ini menjadi penyebabnya.

    Serangan Milan dari Kanan

    Dengan Udinese yang menggunakan 3 bek dan menumpuk pemain di sisi kiri pertahanan Milan, menjadikan anak-anak asuhan Allegri menggusur serangan ke sisi kanan. Dengan keadaan tersebut, jelas Milan diuntungkan karena praktis Udinese hanya meninggalkan Gabriel Silva di sisi kiri pertahanan. Di sisi ini, Silva harus berhadapan dengan poros Andrea Poli dan Valter Birsa yang merangsek melalui sayap kanan.

    Dengan kondisi ini, praktis tercipta kondisi 2 vs 1 antara Udinese dan Milan di sayap kanan Milan. Data statistik menunjukkan bahwa umpan-umpan Milan pun lebih banyak dialirkan pada pemain yang berada di area kanan. Bahkan, 3 kombinasi passing tertinggi pada laga ini pun melibatkan Poli, Abate dan Birsa. Pemain yang notabene beroperasi di sisi kanan.



    Guna memanfaatkan bola yang dialirkan dari sayap itu, Matri didapuk sebagai target man yang bertugas untuk menerima bola di jantung pertahanan Udinese.

    Melalui skema tersebut, setidaknya Milan mampu meraih gol yang berhasil dicetak oleh Valter Birsa. Pemain Timnas Slovenia tersebut maju menuju sepertiga area serangan Milan melalui sisi kanan penyerangan Milan lalu memberikan passing pendek menuju Robinho. Bola kemudian dikembalikan lagi kepada Birsa dan langsung ditembak ke sudut kiri gawang yang dijaga oleh Ivan Kelava.

    High Pressing Yang Terlambat

    Main dengan intensitas yang serangan tinggi di babak pertama, Milan tak mampu mempertahankan dominasi serangan di babak dua. Justru serangan Milan cenderung mampu dihalau dengan baik oleh Udinese. Pressing ketat yang diberlakukan oleh para pemain Udinese membuat Milan mudah kehilangan bola dan tidak mampu mengalirkan bola ke lini depan.

    Dampak dari pressing ketat Udinese ini membuat pemain Milan cukup ketar-ketir ketika sedang menguasai bola. Sehingga tak ayal pemain Milan melakukan kesalahan-kesalahan elementer seperti salah passing. Bahkan tercatat hingga menit ke-80 Milan telah melakukan 20 kali wrong pass. Hal tersebut berbeda sekali dengan Udinese yang hanya mencatatkan 10 kali wrong pass pada laga ini.

    Tidak hanya intensitas serangan yang mengendur, Milan pun kesulitan untuk menembus area kotak penalti Udinese. Dengan menghadapi 3 centre back dan hanya mengandalkan 2 striker yang dibebankan kepada Matri dan Robinho, bola crossing yang dialirkan berhasil diantisipasi oleh barisan pertahanan Udinese. Skuat asuhan Max Allegri terlihat kesulitan dalam menembus lini pertahanan Udinese.

    Kesimpulan

    Milan cukup diuntungkan dengan gagalnya Udinese memanfaatkan celah yang seharusnya mampu diekspolitasi. Akan tetapi, tentunya keuntungan juga datang seiring dengan strategi yang tepat. Dalam laga ini, Milan mampu meredam aliran bola meski Udinese menempatkan 6 pemain di posisi gelandang. Kedisiplinan lini pertahanan menjadi kunci bagi Milan meraih poin penuh dan mencatatkan cleansheet.

    Selain menunjukkan bahwa lini pertahanan Milan mampu melewati ujian, dengan tidak tampilnya beberapa punggawa utama dan bermainnya dua pemain debutan, Rossoneri juga menunjukkan bahwa skuatnya cukup kompetitif dan mampu tampil sama baiknya dengan pemain utama.

    Di kubu Udinese, dengan gaya permainan yang terlalu kaku dan minim inovasi serangan membuat Guidolin harus menerima kekalahan keempatnya di ajang gelaran Serie A. Dengan hasil ini, Guidolin menambah catatan untuk Udinese yang tidak pernah meraih kemenangan tandangnya sepanjang gelaran Serie A musim ini. Tentunya, improvisasi perlu dilakukan Guidolin guna, setidaknya untuk mengamankan tiket menuju kompetisi Eropa.


    ===

    * Ditulis oleh Pandit Football Indonesia. Akun twitter: @panditfootball



    (mrp/a2s)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game