Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Champions: Juventus 2-2 Madrid

    Madrid Manfaatkan Ruang Kosong, Juventus Andalkan Llorente

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Real Madrid via Getty Images/Angel Martinez Real Madrid via Getty Images/Angel Martinez
    Jakarta -

    Bertandang ke markas Juventus, Real Madrid mencuri poin dengan memaksa La Vecchia Signora bermain imbang 2-2. Pertandingan berjalan cukup atraktif dan diwarnai dengan banyaknya peluang yang diciptakan kedua tim.

    Perlakuan Khusus Terhadap Ronaldo

    Menyadari peran sentral Cristiano Ronaldo bagi El Real, Antonio Conte mendelegasikan tugas khusus kepada Kwadwo Asamoah guna meminimalisir peran pemain asal Portugal tersebut.

    Hasilnya pun terbukti di babak pertama ketika Asamoah mampu menjalankan perannya dengan baik. Ronaldo yang ditempatkan di sayap kanan tidak mampu berbuat banyak. Ia tidak menciptakan peluang bagi rekan-rekannya, dan hanya mencatatkan 3 kali attempts off-target. Bahkan, seluruh passing-nya di area sepertiga lapangan akhir pun berakhir dengan kegagalan.

    Imbasnya, tak banyak intensitas serangan yang dihasilkan Madrid.

    Hal ini menyebabkan Ancelotti harus memutar otaknya untuk mengubah variasi serangan. Salah satunya dengan mengubah posisi Ronaldo. Pada awal pertandingan, Ronaldo memang ditempatkan di sayap kanan. Namun pada babak kedua Ia ditempatkan pada sisi kiri lapangan dan bertukar posisi dengan Gareth Bale.

    Cerdik Memanfaatkan Ruang

    Kredit khusus patut disematkan untuk barisan penyerangan Madrid. Meski Juventus bermain pada garis pertahanan yang dalam dan melakukan pressing ketat, Madrid tetap saja mampu mengeksploitasi area tersebut.

    Ancelotti sendiri memberikan kebebasan bagi trio penyerang Ronaldo, Karim Benzema, dan Bale dalam bergerak. Ini menyebabkan Juventus tampak kesulitan dalam membendung serangan Madrid. Pertukaran posisi yang acap dilakukan ketiga pemain tersebut membuat Madrid mampu memanfaatkan ruang-ruang kosong yang ada di lini pertahanan Juventus.

    *Gambar Pergerakan Benzema

    Sebagai salah satu contoh, pada gambar di halaman sebelumnya, Benzema dengan cerdik mampu bergerak dan mampu memanfaatkan ruang di antara bek Juventus.

    Berawal dari Sami Khedira yang mengirimkan passing kepada Modric. Kemudian Modric yang berusaha menjemput bola berhasil memancing Bonucci untuk maju untuk menutup pergerakan Modric. Akan tetapi, ternyata dengan sengaja Modric tidak berusaha untuk menguasai bola tersebut. Modric pun lebih memilih untuk membiarkan bola tersebut mengalir ke depan.

    Benzema yang berhasil menerima passing tersebut lalu bergerak menuju ruang yang ditinggalkan Bonucci, dan ia mampu menghasilkan attempts.
    Dengan cara memanfaatkan ruang kosong inilah Madrid, yang awalnya buntu dalam melakukan serangan, mampu tampil eksplosif di babak kedua. Apalagi Juventus sendiri kehabisan energi di babak kedua setelah melakukan pressing ketat di empat puluh lima menit pertama. Turunnya intensitas permainan menciptakan kerenggangan antar lini Juventus, sehingga bisa dimanfaatkan oleh El Real.

    Gol yang diciptakan oleh Bale pun tak lepas dari pemanfaatan ruang kosong tersebut. Ronaldo yang sedang menguasai bola mengirimkan passing kepada Bale. Lalu Bale dengan cermat mampu memanfaatkan ruang kosong di sisi kiri, tepat di depan Asamoah.

    Asamoah yang sempat tampil baik di babak pertama sendiri tak mampu meneruskan performanya di babak kedua. Hilangnya konsentrasi Asamoah ketika melakukan penjagaan di sisi kiri turut memperlancar terjadinya proses gol tersebut.

    Menghidupkan Serangan dari Sayap

    Menggunakan 3 penyerang di lini depan dan bertumpu pada Fernando Llorente sebagai ujung tombak, Juventus sendiri lebih mengandalkan serangan melalui sisi sayap. Dengan skema ini, Conte coba manfaatkan keunggulan Llorente dalam duel udara. Dengan keunggulan duel udara itu, Llorente juga diharapkan mampu memberikan peluang bagi rekan-rekannya.

    Hal tersebut dapat dilihat dari aliran serangan Juventus yang sering kali berawal dari skema yang sama. Baik lini pertahanan maupun gelandang kerap mengalirkan bola ke arah sayap. Caceres di sayap kanan ataupun Paul Pogba-Carlos Tevez yang saling bergantian di sisi kiri biasanya langsung meneruskan bola dengan umpan silang ke area kotak penalti.

    Melalui usaha tersebut, Juventus pun mampu memetik hasilnya. Gol yang dicetak oleh Fernando Llorente tak lepas melalui skema yang diterapkan. Passing Andrea Pirlo menuju Martin Caceres langsung dialirkan menuju area kotak penalti.

    Meski dikawal Raphael Varane, Fernando Llorente mampu mengandalkan kemampuannya dalam memanfaatkan umpan silang, sehingga gol penyama kedudukan bagi Juventus tercipta.

    Dalam skema 4-3-3 Madrid, Ramos, Varane, Pepe, dan Marcelo yang berperan sebagai kwartet pada lini pertahanan Madrid bermain rapat dengan berada di area kotak penalti. Sementara sayap Madrid memang tidak difungsikan untuk bertahan.

    Hal ini membuat ruang di bagian pinggir lapangan kosong, sehingga Juventus dapat menyerang lewat sayap.

    Terhadap skema menyerang Juventus ini, Pogba dan Vidal sendiri memiliki peran penting. Saat Pogba menusuk masuk kotak penalti, maka Vidal akan turun ke tengah. Hal sebaliknya juga terjadi saat Vidal yang menyerang. Pergerakan keduanya ini yang membuat perhatian centerback Madrid teralihkan dari Llorente.

    Peran Ganda Gelandang Madrid

    Rapatnya pos pertahanan Madrid juga diikuti dengan rapatnya para gelandang Madrid. Sami Khedira, Xabi Alonso, dan Luka Modric memang bermain lebih kedalam guna meredam gelandang Juve yang cukup dinamis. Apalagi Claudio Marchisio dan Tevez sendiri notabene berada di area gelandang Juventus.

    Ditambah lagi Arturo Vidal dan Pogba turut aktif bergerak, sehingga tiga gelandang Madrid harus berhadapan dengan 4 pemain Juventus di pos gelandang tengah.

    Hasilnya dapat dilihat dari chalkboard. Madrid mampu meredam aktifitas gelandang Juventus dengan aksi tackle dan intersepsi. Faktor ini juga yang turut mendorong Juventus untuk menguasai sisi sayap.



    *Chalkboard intersepsi Madrid



    *Chalkboard tackle Madrid


    Selain memiliki tugas untuk meng-cover area lini pertahanannya, gelandang Madrid juga dituntut untuk mampu mendistribusikan operan-operan matang bagi rekannya di lini depan.

    Dengan posisi gelandang yang bermain lebih ke dalam, Madrid pun bermain vertikal dengan langsung mengirimkan umpan ke lini depan. Hal inilah yang menjadikan ketiga gelandang Madrid memiliki peran ganda dalam tim.



    *Chalkboard passing Madrid pada area attacking third

    Tiga Bek Sejajar

    Juventus memang bermain dengan formasi 4-3-3, namun Juventus kerap meninggalkan hanya 3 bek di lapangan. Hal tersebut tak lepas dari peran Juventus guna menghidupi serangan dari sayap.

    Caceres yang notabene bermain pada posisi full-back terus menerus maju guna melakukan insiasi serangan dari sayap. Dengan kondisi tersebut, jika semula bermain dengan formasi empat bek, praktis Juventus hanya meninggalkan tiga bek sejajar di lini pertahanannya.

    Hal ini pula yang menjadikan Juventus bermain dengan skema full-back yang tidak simetris. Full-back kanan yang dihuni oleh Caceres bermain lebih ke depan, sementara Asamoah sebagai full-back kiri berada pada posisi sejajar dengan dua bek, Andrea Barzagli dan Leonardo Bonucci.

    Kesimpulan

    Skema yang diterapkan oleh kedua tim mampu berkerja dengan baik jika melihat pada proses gol yang terjadi. Pertarungan taktik antara Antonio Conte dan Carlo Ancelotti menjadi suguhan menarik pada laga matchday IV putaran grup Liga Champions ini. Skor imbang sudah menjadi hasil yang terbaik bagi kedua tim.

    Akan tetapi, apabila melihat pada posisi klasemen, tentunya Juventus menjadi pihak yang dirugikan kali ini. Juventus yang performanya inkonsisten di Liga Champions harus segera membenahi diri apabila klub asal kota Turin tersebut ingin membuktikan bahwa mereka mampu berbuat banyak.

    ====

    *dianalisis oleh @panditfootball
    *grafis WhoScored.com

    (roz/din)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game