Post Match Analysis: Manchester United 0-1 Everton
Everton Tipu MU dengan Umpan Silang Panjang
Everton sukses menundukkan Manchester United di stadion yang terhitung angker untuk mereka. Kunci keberhasilan The Toffees adalah permainan sayap yang dituntaskan dengan crossing-crossing ke jantung pertahanan ‘Setan Merah’.
Lebih dari satu dekade David Moyes coba untuk membawa Everton menang melawan MU di Old Trafford. Hari ini impian Moyes tersebut menjadi kenyataan. Sayangnya, ia kini duduk di bangku pelatih The Red Devils.
Dalam pertandingan yang berlangsung alot, Everton berhasil menundukkan United di hadapan pendukungnya sendiri. Satu-satunya gol dalam pertandingan ini bersarang di gawang David De Gea melalui gol pemain 23 tahun asal Kosta rika, Bryan Oviedo.
Susunan Pemain
Tanpa Robin Van Persie yang masih cedera, MU turun dengan pola yang biasa mereka mainkan di musim ini. Moyes memasang Ryan Giggs dan Marouane Fellaini sebagai tandem gelandang bertahan mereka, sementara duet Nemanja Vidic dan Chris Smalling bahu-membahu melapisi gawang De Gea.
Everton juga menggunakan pola serupa dengan United, yaitu 4-2-3-1. Duet Phil Jagielka dan Silvain Distin ditempatkan di jantung pertahanan, sementara James McCarthy dan Gareth Barry, yang bermain gemilang sejauh musim ini, dipasang sebagai poros ganda. Tentu saja, Romelu Lukaku berperan sebagai monster di depan gawang lawan.

Starting XI Manchester United (kiri) dan Everton (kanan). Sumber: fourfourtwo.com
Pertandingan berjalan sangat terbuka dengan kedua tim saling jual beli serangan. Hanya saja setiap serangan tidak berbuah apa-apa karena kedua tim sering melakukan kecerobohan. Persentase operan berhasil Everton yang hanya 74% sementara MU 80%. Ini menunjukan banyaknya kesalahan passing yang dilakukan.
Manfaatkan Kopongnya MU
Everton sendiri lebih memainkan defensive line yang lebih rendah. ‘Meryseyside Biru’ baru melakukan pressing ketika bola baru memasuki daerah pertahanan mereka. Sementara itu, MU bermain rapat di tengah dan menumpuk banyak pemain di kotak penalti sendiri. Hasil chalkboard defensive action kedua tim menunjukan kondisi tersebut.

Defensive action Manchester United (atas) dan Everton (Bawah)
Pressing Everton saat para pemain MU mulai memasuki daerah pertahanan sendiri sangat berguna untuk melancarkan serangan nan balik cepat. Roberto Martinez terlihat menggunakan strategi ini untuk mengeksploitas gaya bermain MU yang sangat rentan terhadap serangan balik.
Ini karena Danny Welbeck, yang bermain di sisi kiri MU, sering menusuk ke tengah lapangan sehingga Patrice Evra mesti berjaga sendirian. Giggs yang lebih aktif menyerang pun membuat lapangan tengah United kosong. Kondisi ini membuat pertahanan United akan sangat lowong, terutama ketika mereka mulai menyerang Everton. Hal inilah yang terus diincar Martinez.
Anti-Taktik dari Moyes
Namun ternyata Moyes juga mempunyai rencana untuk menyelesaikan masalah ini. Pemain yang sudah bersamanya sejak masih di Everton, Fellaini ditugaskan untuk mencegah strategi Martinez tersebut.
Fellaini, yang notabene telah mengenal cara bermain mantan rekan setimnya, sangat baik membaca serangan Everton. Pertahanan MU yang awalnya sangat rentan terhadap serangan balik justru menjadi sangat kokoh. Ini berkat Fellaini yang dengan baik memotong jalur operan.
MU sendiri, seperti pada pertandingan-pertandingan mereka sepanjang musim ini, masih mengandalkan umpan-umpan silang dalam menyerang, terutama dari kanan. Tercatat 36 crossing dilakukan baik oleh Antonio Valencia maupun Rafael dari sisi kanan MU sepanjang babak pertama ini.
Namun rapatnya pertahanan Everton membuat crossing yang dilepaskan selalu dapat dimentahkan kembali. Tercatat, sepanjang pertandingan hanya 10 umpan silang yang dilepaskan MU berhasil sampai ke sesama rekan.
Crossing yang dilakukan Manchester United
Pada babak kedua, baik MU maupun Everton masih memainkan sepakbola yang serupa dengan babak pertama. Moyes masih merapatkan wilayah pertahanan Everton dan melakukan serangan balik cepat untuk mengincar ruang kosong yang tercipta. Sementara MU juga masih terus berhasil memotong jalur operan Everton dengan menggunakan Fellaini.
Menginginkan kemenangan, Moyes lalu memasukan Nani dan Adnan Januzaj menggantikan Shinji Kagawa dan Rafael. Valencia kemudian ditempatkan sebagai bek kanan.
Januzaj, yang bermain di sayap kanan dengan ditopang oleh Valencia, sukses menjadikan serangan MU semakin mematikan. Penyerangan MU memang jadi lebih bervariasi melalui sayap kanan maupun kiri. Pergerakan aktif Januzaj juga berkali-kali membuat pertahanan Everton kocar-kacir.
Kejelian Martinez di Babak Kedua
Namun, penambahan personil penyerang ternyata justru memberikan dampak negatif yang besar bagi pertahanan MU. Pertahanan MU yang terlihat rapat di kotak penalti ternyata justru terlihat sebagai sebuah celah bagi Martinez.
Martinez memerintahkan kedua sayapnya untuk melepaskan crossing jauh ke sisi sebaliknya. Awalnya, crossing semacam ini terlihat seperti kesalahan passing yang berulang kali dilakukan oleh anak-anak Everton. Namun, kejelian ini Martinez baru terlihat ketika gol tunggal Everton tercipta pada menit ke-85.
Pemain Everton lagi-lagi melakukan crossing jauh yang seolah-olah merupakan sebuah kesalahan. Kali ini bola dari sisi kiri yang dibuang jauh ke kanan. Hal ini membuat para pemain MU langsung memindahkan fokus perhatiannya ke sayap kanan Everton di mana bola berada.
Namun, tanpa disadari, mereka justru membuat lubang besar di sisi kiri pertahanan. Hal ini berhasil dimanfaatkan Lukaku. Pemain yang dipinjamkan Chelsea ini meneruskan umpan terobosan jadi umpan silang ke arah sayap kiri. Oviedo tanpa kawalan dengan bebas menyambar bola liar itu untuk menjadi gol.

Proses terjadinya gol Everton
Kesaktian Howard dan Kegemilangan Oviedo
Kemenangan tak terduga Everton kali ini tidak lepas dari peran besar dua pemainnya, yaitu Tim Howard dan sang pencetak gol Oviedo.
Pujian khusus mesti diberikan pada Tim Howard yang berhasil mementahkan banyak peluang MU. Total 6 shot on goal MU berhasil dimentahkan dengan baik oleh Howard. Salah satunya adalah ketika bola sepak pojok dari Rooney berhasil disundul Vidic tepat di depan gawang Howard. Dengan cekatan Howard berhasil mementahkan kembali bola hasil sundulan yang berjarak tidak lebih dari lima meter tersebut.

Tembakan yang dilakukan Manchester United. Sumber: whoscored.com
Pemain lain yang layak mendapatkan perhatian adalah Oviedo. Melihat susunan pemain yang diturunkan Martinez di awal, banyak orang akan menganggap sisi kiri akan menjadi kelemahan dari Everton. Piennar yang tidak cukup baik dalam bertahan hanya ditopang oleh pemain yang baru dua kali menjadi starter musim ini.
Meski bermain cemerlang pada pertandingan sebelumnya (melawan Stoke City) dengan satu gol dan satu assist, banyak orang yang masih meragukan kemampuan Oviedo. Namun ternyata Oviedo kembali berhasil membuktikan kualitasnya. Pemain sekelas Valencia sekalipun harus merasakan berkali-kali kalah berduel dengan Oviedo.
Tak hanya menyerang, Oviedo juga mencatatkan lima kali tackle berhasil dari lima kali percobaan yang dilakukan Oviedo sepanjang pertandingan. Oviedo berhasil mengamankan sisi kiri pertahanan Everton dari gempuran para pemain MU. Puncaknya adalah saat Oviedo berhasil mencetak gol keduanya pada musim ini. Tidak salah jika gelar Man of the Match diberikan kepada pemain muda ini.

Chalkboard aksi Bryan Oviedo sepanjang pertandingan
Dengan kekalahan ini, posisi MU semakin jauh terlempar dari zona Liga Champhions dan berada di posisi 9 dengan 22 poin, selisih lima angka dari Liverpool di posisi keempat. Posisi Moyes pun semakin diragukan oleh banyak orang. Hasil kinerja terburuk MU dalam satu dekade terakhir membuat banyak orang bertanya-tanya, akan sejauh mana kah MU memberikan kesempatan kepada Moyes.







