Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Inggris: Southampton 1-1 Man City

    Berbagi Angka karena Bermain Aman di Babak Kedua

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    REUTERS/Stefan Wermuth REUTERS/Stefan Wermuth
    Southampton - Setelah melalui awal musim yang baik, Southampton harus merasakan pekan-pekan yang berat. Dalam sebulan terakhir mereka meraih satu kemenangan dan empat kekalahan. Dan di pekan ke-15 Southampton harus berjumpa tim kuat, Manchester City, Sabtu (7/12/2013).

    Kebalikannya, City menjemput laga tersebut dengan modal tiga kemenangan beruntun di liga. Juara dua musim lalu itu juga menjadi tim paling produktif dengan mencetak 41 gol.

    Dengan kondisi demikian wajar jika para suporter Southampton sedikit khawatir. Yang sedikit menenangkan barangkali karena City punya rekor bermain tandang yang tidak terlalu bagus.

    Yang terjadi kemudian setelah kedua tim ini bertarung selama 90 menit, City tampil kurang impresif, Southampton juga bisa bisa kembali ke performa terbaiknya. Berbagi poin menjadi hasil yang adil dalam skor 1-1.

    Susunan Pemain

    Masih dengan komposisi mudanya, Southampton menurunkan pemain-pemain dengan rata-rata umur 23 tahun. Tanpa dua gelandang andalannya, Morgan Scheiderlin dan Viktor Wanyama, manajer Mauricio Pochettino menurunkan Jack Cork dan Steven Davies di tengah.

    Di lini belakang, Nathaniel Clyne, yang harus absen digantikan pemain muda lainnya Luke Chambers. Sedangkan untuk striker, kali ini penyerang asal Italia Pablo Osvaldo diberi kesempatan tampil lebih dulu, sementara Rickie Lambert duduk di bangku cadangan.

    City tidak melakukan banyak perubahan. Masih dengan pola 4-4-2 dengan mengandalkan 2 pemain sayap, kali ini menempatkan Samir Nasri di kiri dan James Milner di kanan.

    Untuk lini depan, duet striker yang dipilih Manuel Pellegrini adalah Sergio Aguero dan Alvaro Negredo. Sementara itu Joe Hart hanya menonton dari bangku cadangan, karena Pellegrini masih memilih Castel Pantillimon untuk menunggui gawang.

    Terbebani dengan Bermain Lebih Ke Belakang

    Seperti biasa, serangan City bertumpu pada dua sisi sayapnya. Nasri dan Milner ditopang kedua fullback penuh energi, Aleksandr Kolarov dan Pablo Zabaleta. Komposisi sayap Southampton juga tidak bisa dikatakan lemah. Meski masih memiliki jam terbang minim, Adam Lallana, Jay Rodriguez, Calum Chambers dan Luke Shaw merupakan pemain yang cukup mumpuni beradu dengan pemain-pemain City.

    Southampton bermain sangat hati-hati di awal pertandingan. Pertahanan mereka ditarik lebih ke belakang. GelandangWard-Prowse, Jock Cork, dan Steven Davies, bermain disiplin di tengah mengawal empat pemain bertahan di belakangnya.

    Namun kondisi ini sepertinya justru membebani para pemain Southampton. Meski lebih banyak memainkan bola, Southampton hanya melakukan operan-operan pendek yang jauh dari kotak penalti City. Sebaliknya, tim tamu justru bermain lebih berani, dengan tusukan dari kanan dan kiri beberapa kali bola dimasukan ke kotak penalti melalui crossing.




    [Chalkboard passing Southampton (atas) dan Manchester City (bawah) pada 10 menit pertama. Sumber: fourfourtwo.com]

    Kelengahan Southampton

    Berkat gaya bermain City tersebut, Kolarov yang melakukan overlap bisa mendapatkan operan terobosan matang dari Nasri. Dengan satu sentuhan crossing mendatar, Kolarov memberikan umpan pada Aguero yang berdiri tanpa pengawalan di tengah. Striker Argentina itu dengan tanpa kesalahan menceploskan bola dan mendapatkan gol ke-12-nya di musim ini.

    Pada gol ini para pemain belakang Southampton melakukan kesalahan paling mendasar dalam menghadapi bola crossing. Enam pemain bertahan yang ketika itu berada di kotak penalti, hanya melihat ke arah Kolarov yang sedang memegang bola. Sementara itu, dua striker City yang berada di dalam kotak penalti, Negredo dan Aguero, sama sekali tidak diperhatikan. Akibatnya tidak ada satupun pemain Southampton yang dapat memotong umpan Kolarov. Padahal, laju bola dari Kolarov tidak terlampau kencang.

    Terlihat pada gambar di bawah, bahwa saat Kolarov melepaskan umpan, tidak ada yang mengawasi Negredo dan Aguero.




    Kembali ke Gaya Permainan Sebenarnya

    Dengan gol cepat ini sepertinya City akan menang besar. Namun ternyata Pellegrini tidak mau menganggap remeh musuh yang tahun lalu mengalahkan mereka dengan skor 3-1 di tempat yang sama. Para pemain City lalu ditarik mundur jauh ke belakang membentuk pertahanan.

    Dengan kondisi ini para pemain Southampton justru jafi lebih leluasa untuk memainkan bola. Mereka pun mulai menunjukkan permainan yang seharusnya dijalankan sejak awal pertandingan: umpan-umpan pendek dimulai dari belakang kemudian naik sedikit-demi sedikit masuk ke pertahanan City.

    Permainan mulai bergeser ke arah daerah pertahanan City, dengan Southampton yang memegang kendali dengan positioning sebesar 61%. Terlihat pada chalkboard passing Southampton, dari menit ke-10 hingga menit ke-45, Southampton mulai mengusai pertandingan dan beberapa kali menciptakan peluang.


    [Chalkboard passing Southampton pada menit 10-45 babak pertama. Sumber: Four Four Two]


    Teror dari Sisi Kiri

    Tidak mau kecolongan gol dengan cara yang sama, Southampton bermain lebih aman di sisi kanan. Calum Chambers meredam pergerakannya untuk naik ke depan. Ini dikarenakan Lallana yang berada di depannya sering bergerak ke tengah lapangan, bahkan sampai ke sayap kiri, dan meninggalkan ruang kosong. Sedikit saja kesalahan akan membuat Kolarov dan Nasri menyerang balik, seperti halnya pada gol pertama.

    Hal inilah yang membuat kemudian serangan lebih berat dari arah kiri. Jay Rodriguez yang memiliki kualitas baik dalam dribbling bergerak ke dalam mengobrak-abrik pertahanan City, sementara Luke Shaw dengan umpan silang terukurnya meneror dari luar.

    Taktik ini membuat Milner dan Zabaleta tidak dapat banyak kesempatan untuk menyerang. Tiga key-pass berhasil dilepaskan Luke Shaw dengan crossing-nya dari kiri.


    [Chalboard Luke Shaw di babak pertama]


    Aksi Luke Shaw ini tidak bisa lepas dari peran Steven Davies. Ruang kosong yang ditinggalkannya di sisi kiri pertahanan beberapa kali coba dimanfaatkan City untuk melakukan serangan balik. Bahkan, Aguero sering berdiri lebih melebar untuk menantikan operan ke area tersebut.

    Namun City tidak berhasil mendapatkan kesempatan itu. Ini karena karena Steven Davies kerap bergerak ke sayap kiri dan selalu berhasil mengamankan daerah kosong yang di area tersebut.

    Aksi Osvaldo di Akhir Babak Pertama

    Dominasi Southampton baru membuahkan hasil di akhir babak pertama. Setelah menciptakan beberapa peluang matang yang gagal dimanfaatkan, akhirnya Southampton berhasil memecah kebuntuan.

    Masih melalui serangan dari sektor kiri, Davies yang memulai serangan balik mengirimkan umpan terobosan kepada Osvaldo. Setelah mengecoh Vincent Kompany dan Zabaleta, Osvaldo kemudian melepaskan tendangan cantik melengkung ke pojok gawang.

    Lima pemain City yang ketika itu sebenarnya sudah kembali ke area pertahanan, hanya bisa melihat bola berjalan mulus ke arah gawang. City pun gagal menutup babak pertama dengan kemenangan.

    Bermain Aman di Babak Kedua

    Di babak kedua permainan berjalan dengan tempo yang lebih lambat. Kedua tim sepertinya sudah sepakat untuk berbagi angka satu. Yang pasti, City juga tidak mau dipermainkan terus oleh tuan rumah, dan mulai menekan ke depan dan meterus berusaha memotong penyerangan lawannya. Hal ini membuat operan-operan pendek Southampton tidak berjalan semulus babak pertama.

    Southampton yang sepertinya tidak menyiapkan rencana untuk memainkan bola-bola panjang, berkali-kali harus kehilangan bola. Ini karena mereka terpaksa melepaskan bola panjang akibat tekanan pemain City. Tercatat 11 kali Southampton kehilangan bola setelah melapaskan umpan panjang ke depan.

    Namun City juga tidak dapat berbuat banyak untuk menyerang ke pertahanan Southampton. Jack Cork, Ward Powse, dan Steven Davies, kali ini lebih ditugaskan untuk mengamankan daerah pertahanan. Ketiganya menutup pergerakan Yaya Toure dan Fernandinho di tengah.

    Posisi segitiga menghadap gawang sendiri, yang dibentuk ketiga pemain ini, membuat Yaya Toure tidak mampu memberikan banyak operan ke lini depan, baik pada Aguero maupun Negredo.

    Gagal dari tengah, serangan dari sayap City pun mendapatkan hadangan dari 2 fullback Southampton yang kali ini tidak banyak maju menyerang. Luke Shaw pun bermain rapih dan tidak bisa sering-sering meninggalkan posnya. Berbeda dengan babak pertama, Shaw hanya melepaskan 2 crossing di babak kedua.

    Meski tercipta beberapa peluang yang hampir menghasilkan gol, secara garis besar pertandingan babak kedua berjalan alot. Masuknya Edin Dzeko dan Jesus Navas, menggantikan Negredo danToure, serta Gaston Martinez dan Rickie Lambert menggantikan Lallana dan Osvaldo, tidak mengubah banyak keadaan ketika masing-masing tim sudah lebih berkonsentrasi untuk bertahan.

    Skor pun akhirnya tidak berubah. Pertandingan babak kedua berakhir dengan masing-masing tim hanya melepaskan 1 shot on goal.

    Dengan hasil ini Southampton yang belum berhasil meraih kemenangan dari empat laga terakhirnya harus rela terlempar ke papan tengah. Sementara itu City menyia-yiakan kesempatan untuk merangsek ke peringkat dua. Padahal, di waktu yang sam Chelsea takluk dari Stoke City.


    ===

    * Dianalisis oleh @panditfootball . Profil lihat di sini

    (a2s/cas)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game