Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Inggris: Arsenal 1-1 Everton

    Everton Tahan Arsenal karena Pressing dan Kecemerlangan Pemain Muda

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Arsenal FC via Getty Images/David Price Arsenal FC via Getty Images/David Price
    Jakarta -

    Setelah sukses menundukkan Manchester United, Roberto Martinez kembali menunjukkan kemampuannya. Ia sukses menahan imbang sang pemimpin klasemen sementara, Arsenal, di London. Tak hanya itu, Martinez juga berhasil menerapkan sepakbola yang atraktif bersama Everton.

    Pertandingan ini memang berakhir imbang dengan satu gol untuk masing-masing tim. Everton sendiri bermain dengan atraktif sementara Arsenal terlihat lebih sabar.


    Starting Line Up Arsenal dan Everton (sumber: whoscored.com)

    Meski bermain sabar, Arsenal masih mengandalkan strategi menyerang seperti diperagakan pada pertandingan-pertandingan sebelumnya. Mereka masih mengandalkan Mesut Oezil sebagai pusat serangan mereka, sementara di belakang duet Per Mertesacker dan Laurent Koscielny masih menjadi batu karang andalan Arsene Wenger.

    Everton sendiri menurunkan komposisi pemain pemain-pemain starter dan cadangan yang sama ketika menang melawan Manchester United. Duet James McCarthy dan Gareth Barry masih dipilih sebagai penyeimbang lini tengah. Dari bawah mistar gawang, yang berubah hanya kumis dan jenggot Tim Howard yang sudah tercukur rapi, setelah sebelumnya dibiarkan lebat.

    Everton Bermain Seperti Biasa, Pressing!

    Everton bermain lebih percaya diri dengan pressing-pressing yang mereka lakukan. Mereka juga banyak melakukan variasi serangan melalui operan-operan di lapangan tengah. Hal ini tercermin dari penguasaan bola anak-anak Martinez yang mencapai 62% pada babak pertama.

    Pressing Everton membuat Arsenal beberapa kali kehilangan bola. Bahkan, The Gunners hanya menyelesaikan operan sebanyak 79%, atau 317 operan berhasil dari 403 percobaan. Percobaan Arsenal melalui bola-bola panjang pun seringkali gagal.

    Pertahanan Everton pada pertandingan kali ini pun patut diacungi jempol. Biasanya tim yang bermain di Emirates selalu mencoba melakuan perebutan bola di daerah sekitar kotak penalti sendiri. Namun, pada pertandingan ini, Everton bermain apik dengan melakukan tekel dan intersepsi di seluruh lapangan.

    Pertahanan Kokoh Arsenal

    Pertahanan Arsenal juga patut mendapat pujian pada pertandingan ini, juga selama musim ini berlangsung. Duet Mertesacker dan Koscielny seperti menjadi sebuah cahaya cerah di depan gawang Wojciech Szczesny. Mereka berhasil membentuk hubungan harmonis di pertahanan Arsenal dan menyingkirkan Thomas Vermaelen.

    Penyerang "badak" andalan Everton yang berhasil beberapa kali berhasil mempecundangi bek-bek tim Premier League, Romelu Lukaku, dibuat tidak berdaya oleh Mertesacker dan Koscielny secara berganti-gantian (dan juga beberapa kali berbarengan).

    Pada pertandingan ini Koscielny berhasil memuncaki raihan intersepsi dan clearance. Ia juga seukses melakukan dua blok tendangan ke gawang, yang salah satunya adalah tendangan krusial dari Kevin Mirallas. Sementara itu, Mertesacker juga tidak kalah cemerlangnya. Meskipun sibuk, mereka berdua berhasil tampil secara konsisten penuh selama 90 menit.

     

     

    Tenang, Ada Oviedo!

    Leighton Baines yang digadang-gadangkan sebagai bek kiri "kuli" Tim Nasional Inggris harus absen karena cedera ketika melawan Liverpool. Akibatnya, beberapa pendukung Everton pun khawatir sisi kiri akan menjadi lebih lemah tanpa kehadirannya. Namun sejauh ini, Bryan Oviedo mampu menggantikan peran Baines dengan sangat baik.

    Pria asal Kosta Rika, yang kemungkinan akan bertemu Baines di pertandingan kualifikasi grup Piala Dunia 2014 nanti, ini sudah bermain baik sejak laga melawan Arsenal. Ya, ia adalah pencetak gol kemenangan ke gawang Manchester United di Old Trafford pekan lalu.

    Selain kemampuannya dalam menggantikan peran Baines, ia juga mampu bekerja sama dengan baik di sisi kiri Everton bersama Steven Pienaar, bahu-membahu membangun ancaman serius bagi batu karang Arsenal.

    Jika Arsenal punya duet Koscielny-Mertesacker, duet Oviedo-Pienaar adalah duet andalan Everton pada pertandingan ini. Sepanjang 90 menit, mereka berdua berhasil melakukan 30 operan kombinasi.

    Everton sendiri banyak melakukan serangan melalui sisi kiri. Kevin Mirallas yang berada di seberang kanan juga kadang-kadang bertukar posisi dengan Pienaar untuk merepotkan pertahanan Arsenal. Bek kanan Arsenal, Carl Jenkinson pun dibuat kerepotan dalam bertahan. Ini membuat Jenkinson sejenak melupakan overlap ke depan untuk membantu serangan Arsenal.

     

    (Sumber: FourFourTwo)

    Gelandang Bertahan Arsenal yang Tidak Pandai Bertahan

    Arsenal memainkan formasi 4-2-3-1 dengan dua gelandang yang berperan sebagai gelandang bertahan. Biasanya gelandang bertahan identik dengan pekerjaan kasar. Sayangnya pada pertandingan ini Arsenal menempatkan Aaron Ramsey dan "sang mantan kekasih Everton" Mikel Arteta yang bermain kurang bertahan. Biasanya, keduanya banyak melakukan kreasi menyerang dari daerah tengah untuk diteruskan oleh sang wizard Mesut Oezil.

    Sebenarnya selama ini penempatan Ramsey-Arteta sebagai soft DM tidak pernah menjadi masalah. Namun, khusus pada pertandingan ini, mereka berdua sering kerepotan karena lini tengah Everton bermain baik dan berhasil mengontrol pertandingan.

    Secara teori, mereka seharusnya melakukan pekerjaan bertahan secara bergantian. Tapi Ramsey sepertinya lebih gemar menyerang sehingga sering meninggalkan Arteta di belakang.

     

    (Sumber: FourFourTwo)

    Untungnya Wenger sadar akan hal ini. Meskipun sejauh ini Arteta berhasil mengambil peran gelandang bertahan, tapi Arsenal harus melakukan pergantian pemain untuk mengambil alih penguasaan bola dari Everton. Wenger lalu memasukkan Mathieu Flamini untuk menggantikan Jack Wilshere pada menit ke-68.

    Benar saja, Flamini berhasil membantu Arsenal untuk mengganggu aliran bola Everton. Hal inilah yang berbuah gol manis Oezil pada menit ke-80.

    Gelandang Masa Depan Inggris

    Pemain kunci Everton pada pertandingan ini bukan lain adalah Ross Barkley. Dengan gerakan-gerakannya, ia berhasil mengerjai lini tengah Arsenal.
    Barkley, yang memang memiliki teknik spesial, fisik yang kuat, agresif, dan juga memiliki kecerdasan sepakbola di atas rata-rata. menjadi janji manis untuk Tim Nasional Inggris, bahkan untuk Piala Dunia 2014 nanti di Brasil.

    Pergerakan-pergerakannya sangat cerdas dalam menghadapi gelandang-gelandang Arsenal, terutama Arteta yang juga bermain apik. Ia beberapa kali bisa mempertahankan bola sehingga rekan-rekannya bisa mengisi ruang-ruang kosong di depan. Selain itu, operan-operannya (46 operan berhasil dari 58 percobaan) juga berhasil menciptakan key pass sebanyak tiga kali. Ia pun bermain seperti sudah setara dengan Oezil.

     



    Barkley memang dieksploitasi penuh oleh Martinez pada pertandingan ini, sehingga tidak heran jika ia kelelahan. Namun Martinez seperti sudah menyiapkan senjata cadangan dengan memasukkan Gerard Deulofeu. Meski hanya berada di lapangan selama 11 menit, tapi itu sudah cukup untuk melihat dampak Deulofeu terhadap hasil pertandingan.

    Menerima umpan Mirallas dari sisi kiri, seluruh pertahanan Arsenal berkonsentrasi pada Lukaku sehingga melupakan Deulofeu. Menguasai bola liar di kotak, meskipun dengan sedikit ruang untuk menembak, tapi Deulofeu berhasil mempecundangi Wojciech Szczesny untuk mencetak gol penyeimbang Everton.

     



    Menerima umpan Mirallas dari sisi kiri, seluruh pertahanan Arsenal berkonsentrasi pada Lukaku sehingga melupakan Deulofeu. Menguasai bola liar di kotak, meskipun dengan sedikit ruang untuk menembak, tapi Deulofeu berhasil mempecundangi Szczesny untuk mencetak gol penyeimbang Everton.

    Kesimpulan

    Ketidakmampuan Arsenal untuk mempertahankan keunggulan, dengan 11 menit waktu pertandingan yang tersisa, ini sebenarnya patut disesali Wenger. Bagaimanapun juga, Arsenal akan menghadapi lawan-lawan berat di dua partai selanjutnya, yaitu Chelsea da Manchester City.

    Jika mendapatkan 3 poin pada pertandingan ini, maka Arsenal bisa memastikan keunggulan 7 poin atas Liverpool dan Chelsea (peringkat dua dan tiga), serta menciptakan gap yang cukup aman, jika saja mereka terpeleset di depan.

    Sementara itu, bagi Everton hasil ini bisa dinilai sebagai raihan yang cukup apik. Dalam 4 pertemuan melawan Manchester United, Arsenal, Manchester City, dan Chelsea, anak-anak asuh Roberto Martinez sukses merebut 7 dari 12 poin yang tersedia. Ini berarti Martinez tak hanya sukses memberikan warna permainan baru yang atraktif bagi The Blues, tapi juga meningkatkan karakter bertanding mereka.

    ====

    *Dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini

    (roz/mrp)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game