Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Inggris: Tottenham 1-5 Man City

    Kartu Merah Muluskan Pesta City di Markas Spurs

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Getty Images/Jamie McDonald Getty Images/Jamie McDonald
    Manchester -

    Manchester City kembali jadi mimpi buruk untuk Tottenham Hotspur. Untuk kedua kalinya musim ini The Citizens berpesta gol ke gawang The Lilywhites.

    Sempat mengimbangi permainan City sepanjang babak pertama, Spurs harus menyerah dengan skor telak 1-5 akibat bermain sepuluh orang pada babak kedua. Spurs sendiri sempat menyamakan kedudukan lewat Michael Dawson, setelah kebobolan oleh gol Aguero pada menit ke-15, namun dianulir akibat offside.

    Petaka bagi tim London terjadi hanya lima menit setelah babak kedua bergulir. Pelanggaran oleh Danny Rose di kotak penalti berbuah wasit yang memberikan kartu merah. Spurs yang bermain hanya dengan sepuluh pemain kemudian membuat pertandingan jadi tidak lagi imbang.

    Skor 5-1 sendiri membuktikan bagaimana City tampil sangat dominan sepanjang babak kedua. Berikut ulasannya:

     

    Susunan pemain kedua tim [Whoscored]

    Poros Ganda City Membuat Permainan Menjadi Cair

    Menggunakan formasi dasar 4-4-2 yang menjadi salah satu dasar Pellegrini musim ini, City sebenarnya tidak banyak mengubah gaya bermain. The Citizens tetap mengandalkan duet Yaya Toure dan Fernandinho sebagai poros ganda sekaligus mesin utama permainan.

    Kedua poros ganda inilah yang menentukan arah sekaligus ritme bermain City. Keduanya bermain nyaris sejajar selama menyerang, dan membagi tugas saat bertahan. Fernandinho bertindak sebagai pemimpin serangan, sementara Toure adalah penyeimbang pertahanan dan sekaligus pelindung bagi bek City.

    Berkat permainan taktis tersebut, lini depan anak asuh Pellegrini bisa bermain lebih cair. Mereka bermain selayaknya air yang mengalir, bergerak bebas untuk mengisi ruang kosong. Area sepertiga akhir mutlak menjadi milik City, karena lini depannya sangat bebas dalam mencari posisi.

    Akibatnya pertahanan Spurs sulit untuk mengawal pemain City. Cara man to man marking jelas sulit dilakukan karena justru akan membuat skema pertahanan berantakan. Sedangkan zonal marking juga tidak mudah, mengingat bagaimana kualitas Silva dkk. Cara yang dapat dilakukan hanya mengikuti aliran bola dan menunggu kesalahan City.

    Sehingga sebenarnya tidak ada posisi mutlak bagi pemain depan The Citizens, karena Pellegrini lebih menitik beratkan pada fungsi masing-masing.

    Spurs yang Mudah Ditebak

    Berbeda dengan City yang sulit untuk dikawal, The Lilywhites relatif mudah ditebak cara bermainnya. Skema 4-2-3-1 yang diterapkan Tim Sherwood berjalan selayaknya standar permainan formasi tersebut. Mengandalkan sayap, dan meninggalkan striker tunggal menjadi seorang targetman.

    Selama babak pertama (sebelum kartu merah Danny Rose), Spurs sebenarnya mampu menciptakan beberapa peluang. Namun akibat dari cara bermain yang mudah ditebak, peluang-peluang itu tidak mudah untuk dikonversi jadi gol.

    Umpan silang yang dilakukan Spurs mampu terbaca pertahanan City, sementara serangan melalui tengah juga mampu diantisipasi duet poros ganda Toure-Fernandinho. Pengawalan man to man bahkan dapat dilakukan di area pertahanan Spurs, oleh kedua striker City. Hal ini semakin menunjukan bagaimana taktik Spurs yang kaku dan mudah terbaca.

    Mengatur Ritme, Kunci Kemenangan Pellegrini

    Jika melihat taktik Pellegrini, permainan City selalu berubah sepanjang pertandingan. Pada 15 menit pertama, seluruh pemain akan bermain rapat dengan umpan pendek. Fungsinya adalah untuk memancing dan memaksa pertahanan Spurs mengikuti apa yang mereka inginkan.

    Saat menerapkan umpan-umpan pendek, beberapa pemain lain akan berada tidak jauh dari bola. Dengan begitu, saat umpan gagal diberikan, atau bola berpindah penguasaan, pemain lain dapat mengambil kembali bola tersebut.

    Gaya bermain pada awal pertandingan ini membuat lini pertahanan tuan rumah tertekan semakin dalam. Penguasaan bola praktis mutlak milik City. Kejadian tersebut terus berulang sepanjang 15 menit pertama pertandingan.

    Satu hal yang menarik adalah bagaiman Pellegrini membongkar pertahanan Spurs dan mencetak gol pertama. Tepat pada menit 15, gaya bermain City berubah. Posisi pemain tidak lagi rapat dengan jarak antara poros ganda dan striker menjadi jauh.

    Hal ini membuat gelandang Spurs ikut maju, sedangkan bek tetap dibelakang karena harus mengawal Edin Dzeko dan Sergio Aguero sebagai striker. Perubahan posisi ini menyisakan ruang kosong antara gelandang dan bek.

    Taktik tersebut semakin sempurna dengan pergerakan Silva yang berlari tanpa kawalan untuk pindah ke arah kanan. Umpan terobosannya kemudian menciptakan sebuah assist terhadap gol Aguero.

    Perubahan ritme tersebut terus terjadi sepanjang pertandingan termasuk pada babak kedua. Barisan pertahanan dan gelandang City akan mundur ke belakang, untuk membuat gelandang bertahan Spurs keluar dari areanya. Baru kemudian melancarkan serangan balik cepat.

    Pertandingan Sudah "Selesai" Pasca Kartu Merah

    Pelanggaran berujung kartu merah yang dilakukan Rose di kotak penalti, membuat pertandingan seakan sudah selesai. Selain membuat City mampu menambah keunggulan melalui penaltiToure, permainan Spurs menjadi berantakan.

    Meski sempat memperkecil ketertinggalan melalu sepakan pojok, tidak ada perlawanan berarti sepanjang babak kedua yang dilakukan anak asuh Tim Sherwood.

    Usaha mengejar ketertinggalan seperti tidak terlihat, meski lini depan Spurs bermain ngotot. Para gelandang memilih bermain aman saat bermain dengan sepuluh orang. Lini tengah Spurs tidak berani ikut membantu serangan ke depan, dan lebih sering melakukan umpan panjang untuk mendistribusikan bola.

    Risiko besar memang mengancam gawang Hugo Lloris jika mereka meladeni permainan terbuka City. Bahkan saat telah berhasil masuk ke area sepertiga akhir, pemain Spurs tidak berani mencoba melakukan tembakan ke gawang atau umpan terobosan.

    Kehilangan bola saat para gelandang mereka sedang maju memang membawa petaka. Gol demi gol serta peluang yang dihasilkan City memang lebih banyak melalui serangan balik, akibat kosongnya area tengah Spurs.

     

    Umpan sepertiga akhir Tottenham pasca kartu merah [statszone]

    David Silva Sayap Kiri Sekaligus Pengatur Serangan

    Jika harus memilih siapa pemain terbaik dalam pertandingan kali ini, nama akan muncul di jajaran paling atas. Aksinya sepanjang pertandingan mampu menjadi kunci dari serangan City.

    Meski terus bergerak bebas ke seluruh area, terutama sepertiga akhir, Silva masih tetap bertanggung jawab terhadap posisi utama sebagai sayap kiri. Silva adalah nyawa bagi sayap kiri sekaligus nafas bagi seluruh serangan City.



    Aksi David Silva sepanjang pertandingan [Statszone]

    Fungsinya sebagai pengatur serangan terlihat jelas. Meski banyak berada di sayap, namun Silva tidak selalu melakukan umpan silang. Punggawa timnas Spanyol tersebut selalu mengisi ruang kosong dan ikut dalam aliran bola.

    Pergerakan Silva memang bukan untuk bertukar posisi dengan Navas (sayap kanan), karena rekan senegaranya tersebut tetap berada di pos sayap kanan sepanjang pertandingan. Tapi ketika bergerak ke satu area, Silva membuat zona tersebut "overload" sehingga pemain bertahan jadi tertekan.

    Satu assist-nya untuk gol Aguero melengkapi aksi gemilangnya di White Hart Line.

    Kesimpulan

    Secara kualitas tim (komposisi pemain dan peringkat), mesti diakui ada perbedaan antara kedua tim. Tapi selayaknya pertandingan Premier League lainnya, laga kali ini seharusnya mempertontonkan aksi yang menarik. Kartu merah yang diterima tuan rumah membuat jalannya pertandingan menjadi tidak seimbang.

    Meski demikian, skor ini masih terbilang sedikit “bersahabat” karena pada pertemuan pertama, Spurs justru dihajar enam gol tanpa balas. Strategi yang diterapkan Sherwood mampu terbaca oleh Pellegrini.

    Bagi City pertandingan kali ini memang sangat berarti. Selain menggeser Arsenal dari puncak klasemen, lini depan mereka menjadi semakin ditakuti pemain bertahan lawan. City berhasil mencetak minimal lima gol atau lebih dalam empat pertandingan musim ini.

    (mrp/a2s)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game