Liga Inggris: Newcastle 0-3 Sunderland
Pemanfaatan Peluang, Kunci Kemenangan Derbi Tyne-Wear
Di kandang Newcastle United, Saint James Park, sejarah berulang pada Tyne-Wear derby jilid kedua musim ini tadi malam, Sabtu (31/1/2014).
Awalnya, laga ini adalah kesempatan emas untuk para pendukung The Magpies untuk membalas dendam. Di Stadium of Light pada 27 Oktober lalu, Newcastle memang menderita kekalahan 2-1 dari Sunderland. Namun, kali ini mereka harus menelan kekalahan lagi, dengan skor yang sama, 3-0.
Ini adalah kemenangan double pertama yang bisa Sunderland lakukan atas Newcastle United sejak tahun 1967.
Setelah sebelumnya berhasil menembus final Piala Liga Inggris dengan mengalahkan Manchester United, dan kemudian mengangkat posisi dari zona degradasi, The Black Cats terlihat bermain lebih baik meskipun bermain di kandang lawan.
Pada pertandingan ini manajer Gustavo Poyet menurunkan pemain debutan mereka, Liam Bridcutt, yang didatangkan dari Brighton & Hove Albion. Sementara itu Newcastle bermain tanpa Loic Remy yang diberi larangan bermain tiga pertandingan. Mereka menurunkan Shola Ameobi di depan. Untuk pertama kalinya di Premier League, Shola berpartner satu lapangan bersama adiknya, Sammy Ameobi.
[Susunan pemain Newcastle United dan Sunderland. Sumber: www.whoscored.com]
Dari statistik secara umum Newcastle memang terlihat lebih menguasai pertandingan. Ini terlihat antara lain dari penguasaan bola dan jumlah tendangan ke gawang.
[Statistik pertandingan Newcastle (kuning) dan Sunderland (putih). Sumber: FourFourTwo Stats Zone]
Angka-angka sudah ditunjukkan, namun pemanfaatan peluang lah yang berbicara. Sunderland berhasil memenangi pertandingan melalui gol cepat dari titik putih yang disarangkan oleh pemain pinjaman dari Liverpool, Fabio Borini. Sebelumnya, Phil Bardsley dijatuhkan di dalam kotak penalti.
Tim tamu menggandakan keunggulannya tak lama setelah itu melalui sebuah serangan balik cepat. Jack Colback yang meluncur cepat ke kotak penalti Newcastle berhasil mengirimkan tembakan yang berhasil dimentahkan oleh Tim Krul. Namun bola muntahan itu berhasil dimanfaatkan oleh Adam Johnson.
Pada babak kedua Newcastle kemudian menurunkan pemain debutan mereka, Luuk De Jong. Ia sukses mengetes Vito Mannone dengan empat buah tendangan ke gawangnya.
Sunderland akhirnya berhasil menutup pertandingan dengan gol ketiga yang dicetak oleh serangan balik Jack Colback. Ia menggiring bola melalui sisi kiri dan melepaskan tembakan gledek.
Newcastle Melakukan Operan Lebih Baik
Pada derby kali ini Newcastle berhasil melakukan operan-operan yang lebih baik dan lebih akurat daripada tim tamu. Hal ini bisa dilihat melalui grafik operan di daerah attacking third seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.
[Grafik operan pada attacking third. Sumber: FourFourTwo Stats Zone]
Dari grafik di atas juga terlihat, bahwa selain melakukan operan-operan yang lebih akurat (95 operan berhasil dari 134 percobaan operan pada attacking third), Newcastle juga banyak melancarkan serangan-serangan mereka lewat tengah.
[Grafik arah serangan. Sumber: www.whoscored.com]
Sementara Sunderland banyak membangun serangan-serangan mereka melalui sayap. Ini terutama dilakukan di sayap kiri oleh Jack Colback dan Adam Johnson yang sering berpindah dari sisi kanan ke sisi kiri.
Moussa Sissoko dan Hatem Ben Arfa yang Efektif
[Grafik operan Moussa Sissoko dan Hatem Ben Arfa. Sumber: FourFourTwo Stats Zone]
Baiknya operan Newcastle tersebut dapat dilihat juga dari kinerja dua pemain mereka, yaitu Moussa Sissoko dan Hatem Ben Arfa. Keduanya sama-sama sering menciptakan peluang melalui chance created (arah panah berwarna biru muda) dengan Ben Arfa yang berhasil menciptakan lima peluang melalui operan kunci, jumlah yang paling banyak pada pertandingan ini.
Selain operan-operannya, Sissoko juga berhasil menyelesaikan dua buah take on dan tiga tekel berhasil sepanjang 90 menit.
Semakin Banyak Percobaan Tidak Berbanding Lurus dengan Gol
[Grafik percobaan tembakan ke gawang. Sumber: FourFourTwo Stats Zone]
Penguasaan Newcastle pada pertandingan ini kemudian bisa dilihat juga melalui jumlah tembakan yang dilepaskan. Newcastle berhasil melepaskan 28 tembakan, sementara Sunderland hanya berhasil lebih dari setengahnya, yaitu 16 buah tembakan.
[Area tembakan. Sumber: www.whoscored.com]
Sayangnya The Magpies terlihat lebih buruk dalam penyelesaian dengan hanya 9 buah tembakan saja yang berhasil sampai ke gawang. Jumlah yang besar ini juga bisa terjadi karena Newcastle banyak memanfaatkan tembakan-tembakan jarak jauh setiap mereka mendapatkan ruang untuk melakukannya.
Tumpulnya Lini Depan Newcastle
Absennya Loic Remy pada pertandingan ini terasa sekali untuk pasukan Alan Pardew. Penyerang Prancis yang dipinjam dari Queens Park Rangers ini memang sudah menjelma menjadi penyerang andalan The Magpies.
Sayangnya, sang pengganti, Shola Ameobi bermain sangat buruk terutama dalam hal tembakan ke gawang. Jika Anda ketinggalan menonton, meskipun berhasil melepaskan 9 buah tembakan, jangan harap Anda bisa melihat aksi-aksi dan peluang yang Shola Ameobi ciptakan pada pertandingan ini melalui cuplikan pertandingan.
[Grafik percobaan tembakan Shola Ameobi. Sumber: FourFourTwo Stats Zone]
Shola Ameobi bermain seperti bahan olok-olok, dengan tembakan-tembakannya yang melenceng terlampau jauh dari gawang. Beberapa tembakan yang mengarah ke gawang (2 on target dan 4 yang berhasil diblok) malah terlampau lemah.
Mungkin Luuk De Jong bisa menjadi jawaban sementara absennya Loic Remy. Meskipun hanya bermain satu babak, De Jong berhasil melepaskan 4 buah tembakan yang keempatnya mengarah ke gawang. Ia tentu bisa jadi alternatif untuk Pardew pada laga-laga berikutnya.
Pesona Adam Johnson
Cederanya Theo Walcott memang mengancam absennya sayap Arsenal tersebut untuk tim nasional Inggris di Piala Dunia 2014 di Brasil nanti. Hal ini seperti menjadi pecutan bagi sayap-sayap Inggris lainnya untuk bersinar dan memanfaatkan kesialan Walcott.
Tercatat performa apik sayap-sayap Inggris sejak Walcott cedera ditunjukkan oleh Ross Barkley, Adam Lallana, Raheem Sterling, Tom Ince, dan yang juga sedang panas-panasnya lagi, Adam Johnson.
Johnson meneruskan performa gemilangnya dengan mencetak gol ke-6 dari 5 pertandingan terakhirnya. Gol ini datang melalui salah satu dari empat tembakan ke gawang yang ia lancarkan. Mantan pemain Middlesbrough dan Manchester City ini juga berhasil melakukan 2 buah take on dan melepaskan 5 buah crossing ke dalam kotak penalti Newcastle.
[Overall player dashboard dari Adam Johnson. Sumber: FourFourTwo Stats Zone]
Adam Johnson adalah pemain yang bermain paling baik pada pertandingan ini. Jika ia berhasil meneruskan performa apiknya sampai akhir musim, apalagi jika berhasil membawa Sunderland menghindari degradasi, tidak dapat dipungkiri lagi, Roy Hodgson tentunya sangat mempertimbangkan Adam Johnson untuk masuk ke dalam skuad Inggris di Piala Dunia 2014 nanti.
===
* Akun twitter penulis: @panditfootball . Profil lihat di sini








