Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Preview El Clasico

    Beban Lini Tengah Madrid Untuk Atasi Permainan Cair Barca

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Jakarta -

    Tak bisa dipungkiri, laga antara Barcelona melawan Real Madrid selalu berlangsung seru. Apalagi musim ini kedua kesebelasan sedang bertarung ketat merebutkan posisi puncak klasemen La Liga.

    Barca sendiri meski sedang memimpin punya peluang untuk digeser tempatnya oleh Real Madrid yang hanya berjarak dua poin.

    Sederhananya, tim yang memenangkan laga ini akan menempati posisi puncak klasemen. Bukan tidak mungkin juga pertarungan yang akan berlangsung di Camp Nou tersebut menjadi salah satu penentu gelar juara akhir musim nanti.

    Pada pertemuan pertama yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Real Madrid mampu unggul dengan skor 3-1. Sementara itu Barcelona punya peluang besar untuk membalas kekalahan tersebut. Performa mereka juga sedang bagus dengan menyapu bersih lima pertandingan terakhir. Bandingkan dengan Real Madrid yang justru sedang tidak stabil. Meski menang pada laga terakhir melawan Levante, El Real hanya menang dua kali dalam 5 partai terakhir.

    Tetapi, satu hal yang perlu diingat, pada laga bertajuk El Clasico ini pemenang terkadang tidak hanya ditentukan soal taktik saja. Drama antarpemain dengan wasit, kartu merah, hingga perselisihan pemain kerap menjadi momen yang kemudian berpengaruh pada hasil pertandingan.

    Lebih Dari Sekadar Messi vs Ronaldo

    Untuk pertandingan sebesar El Clasico tidak mungkin untuk hanya mengandalkan jagoan masing-masing, Messi dan Ronaldo. Tanpa meragukan kehebatan mereka yang sama-sama menjadi topskor untuk kesebelasan masing-masing, ada banyak pemain yang bisa jadi menjadi kunci permainan selain kedua nama tadi. Apalagi tren taktik kedua pelatih juga mulai menghindari ketergantungan pada Messi dan Ronaldo.

    Luis Enrique, misalnya. Jika merujuk beberapa laga Barca terakhir, ia sudah mantap dengan trio Messi-Neymar-Suarez (MSN) untuk menjadi tukang gedor di lini depan. Sebenarnya formasi tersebut juga dipakai saat melawat ke Bernabeu putaran pertama lalu. Tetapi taktik yang dijalankan sekarang berbeda, yakni terkait posisi dan cara menyerang.

    Suarez tidak lagi menempati pos penyerang kanan pada saat awal ia bermain untuk Barcelona. Posisinya digeser ke tengah sebagai penyerang utama seperti ia ditempatkan oleh Brendan Rodgers di Liverpool dahulu.

    Lewat cara ini Messi yang berada di sayap menjadi lebih bebas bergerak dengan Barcelona tetap mempunyai pemain di dalam kotak penalti. Dengan demikian, arah serangan tetap berimbang dari kedua sisi melalui Neymar di kiri.

    Trio MSN juga semakin padu akhir-akhir ini dengan saling mengisi posisi yang ditinggalkan rekannya jika terjadi kekosongan. Hal berbeda terjadi di kubu Real Madrid trio Benzema, Bale, dan Cristiano Ronaldo (BBC) justru sedang mendapat sorotan negatif. Ronaldo dan Bale dikabarkan mengalami sedikit perselisihan terkait rasa ego di depan gawang.

    Kabar ini juga yang disinyalir menjadi salah satu alasan naik-turunnya performa Madrid belakangan. Sehingga secara tidak langsung juga menegaskan bahwa bergantung pada satu sosok saja adalah sesuatu yang keliru.



    Tugas Berat Luca Modric

    Apa guna kehebatan trio MSN vs BBC jika keduanya tidak mendapatkan suplai yang baik dan lini pertahanan mudah dibobol lawan. Maka tugas lini tengah menjadi sentral untuk menentukan siapa pemenang dalam El Clasico kali ini.

    Formasi 4-3-3 yang dijalankan oleh kedua manajer memang menitikberatkan pusat permainan di lini tengah. Barcelona diprediksi masih tetap menguasai bola melalui umpan-umpan pendek. Akibatnya, tanpa serangan balik cepat, para gelandang Real Madrid akan kesulitan menemukan momentum untuk menyerang.

    Ada dua alternatif Ancelotti untuk melakukan serangan tersebut, pertama adalah dengan mengandalkan umpan panjang ke area sayap yang dihuni Bale-Ronaldo, dan kedua menggiring lewat bek sayap. Penentuan taktik tersebut dapat dilihat pada bek sayap yang akan dipilih Ancelotti nanti.

    Jika memasang Marcelo, kemungkinan ia akan memilih taktik dengan memanfaatkan bek sayap. Tetapi, apabila Fabio Coentrao yang diturunkan, maka Ancelotti memilih opsi pertama.

    Tetapi, intinya adalah sebisa mungkin membawa bola ke area sepertiga akhir lawan agar Barca tidak punya banyak kesempatan menguasai bola dan menyerang. Tugas berat akan diemban oleh para gelandang bertahan yang akan bekerja keras malam nanti. Selain mengimbangi kecepatan lawan ia juga harus tetap membuat pertahanan rapat agar tidak ada ruang tembak bagi lawan.

    Di kubu Real Madrid, Modric kemungkinan besar akan dipilih memerankan tugas tersebut. Uniknya ia akan berduel dengan rekan senegaranya Ivan Rakitic. Pemain yang mencetak gol tunggal kemenangan Barcelona melawan Man City di Camp Nou. Kunci permainan Modric nanti adalah kemampuannya membaca permainan lawan.

    Taktik Barcelona yang mengandalkan umpan-umpan pendek lewat sayap membuatnya harus menganalisis kapan saat yang tepat bergerak melebar, atau tetap berada di tengah. Belum lagi jika ada pertukaran posisi antar trio MSN di dalam kotak penalti.

    Modric sebenarnya tidak sendirian karena kemungkinan akan diapit gelandang lain Isco dan Toni Kroos. Jika ketiga gelandang tadi tidak padu dalam menyusun pertahanan, dapat dipastikan gawang Iker Casillas akan banyak dihujani tembakan yang berpeluang menjadi gol.

    Permainan Cair Barcelona

    Laga kali ini berpeluang besar menciptakan hasil berbeda dibandingkan laga pertama. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Barcelona sedang dalam kondisi baik terkait sudah padunya taktik Enrique yang terlihat dari hasil positif di lima laga terakhir.

    Salah satu perubahan taktik Enrique yang kentara terlihat adalah ia memilih untuk memainkan umpan-umpan pendek di sisi sayap ketimbang tengah. Lewat cara ini, nyatanya pertahanan lawan lebih mudah ditembus karena ada kecenderungan pemain tengah lawan tertarik ke samping. Salah satu contohnya adalah gol Ivan Rakitic saat melawan Man City.



    Ketika Messi membawa bola di sisi kanan, Luis Suarez sambil berlari cepat menghampirinya dan membuat salah satu bek City mengikuti. Neymar dari sisi kiri kemudian masuk ke dalam kotak penalti bersama Rakitic. Karena menjaga Messi dan Suarez, otomatis tidak ada pengawalan berarti ke Rakitic sehingga dengan mudah menceploskan bola ke gawang Joe Hart.

    Model seperti ini juga didukung oleh kinerja baik Iniesta dan Rakitic yang mampu membuat seimbang lini tengah Barcelona, bergerak cair mendekati sepertiga akhir tetapi tidak pernah membuat sektor tengah mereka kosong karena selalu saling mengisi.

    Salah satu rahasianya adalah Enrique mulai memiliki pemain inti andalan selepas putaran kedua Januari lalu. Sebelumnya, pelatih asal Spanyol tersebut mendapat kritikan karena dianggap tidak memiliki the winning team.

    Prediksi Pertandingan

    Berdasarkan beberapa alasan di atas, Barcelona punya posisi untuk diunggulkan pada laga kali ini. Tetapi, sekali lagi, hasil laga El Clasico terkadang dapat ditentukan tidak melulu soal adu taktik dan strategi, tetapi juga faktor nonteknis.

    Absennya beberapa pilar kedua kesebelasan juga sepertinya tidak berpengaruh banyak, karena keduanya sama-sama kehilangan pemain kunci. Barcelona tidak dapat memainkan Busquets, sementara Real Madrid tanpa James Rodriguez.

    Meski menebak jalan dan hasil akhir El Clasico sulit dilakukan, tetapi, sekali lagi, jika harus memilih pemenang dalam laga ini, tampaknya Barca punya peluang lebih besar.

    [Lihat INFOGRAFIS preview El Clasico di sini]


    ====

    * Dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.

    (a2s/raw)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game