Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Preview Thailand vs Indonesia

    Mewaspadai Lini Tengah Thailand

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    AFP/Roslan Rahman AFP/Roslan Rahman
    Jakarta - <p>Sempat tampil buruk saat menghadapi Myanmar pada pertandingan pertama, Indonesia U-23 akhirnya mampu lolos dari Grup A SEA Games 2015 cabang olahraga sepakbola. Pada grup yang dihuni oleh lima negara tersebut, 'Garuda Muda' menempati peringkat kedua dengan raihan sembilan poin.<br /><br />Di babak grup, Indonesia berhasil mengalahkan Kamboja (6-1), Filipina (2-0), dan terakhir Singapura (1-0) setelah dikalahkan Myanmar 2-4 pada pertandingan pertama. Hasil tersebut membuat Indonesia melangkah ke babak semi-final untuk menghadapi juara grup B, Thailand.<br /><br />Lantas bagaimana peluang Indonesia saat menghadapi Thailand yang merupakan peraih emas SEA Games cabor sepakbola terbanyak? Akankah Indonesia melangkah ke babak final menghadapi pemenang antara Myanmar dan Vietnam? Atau Indonesia harus kembali takluk seperti yang teradi pada babak final SEA Games 2013?<br /><br /><strong>Kreasi Lini Tengah Thailand</strong><br /><br />Thailand kembali menunjukkan keperkasaannya pada SEA Games kali ini. Dari lima laga yang sudah dijalani pada babak grup, skuat berjuluk Gajah Putih ini mencetak 16 gol dan hanya kebobolan satu gol. Catatan ini tentunya lebih baik dari Indonesia yang mengumpulkan 11 gol dan kemasukan lima gol dalam empat pertandingan.<br /><br />Thailand lolos ke babak semifinal sebagai juara grup. Tim Gajah Putih menjungkalkan Laos dengan skor 6-0 pada laga pertama. Timor Leste dan Malaysia ditundukkan dengan skor tipis 1-0, sementara Brunei Darussalam digasak 5-0. Sementara pada laga penentuan juara grup melawan Vietnam, skuat asuhan Choketawee Promrut ini menang dengan skor 3-1.<br /><br />Ya, Thailand menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan pada babak grup, sementara Indonesia menelan satu kekalahan.<br /><br />Memiliki catatan 16 gol dalam lima pertandingan tentunya merupakan sebuah hal yang impresif. Ini artinya, Thailand memiliki rataan gol 3,2 per pertandingan. Dengan lini pertahanan Indonesia yang telah kebobolan lima gol, memperbesar peluang terciptanya gol ke gawang Indonesia.<br /><br />Jika melihat ke-16 gol yang dilesakkan Thailand selama babak grup, Thailand menunjukkan diri sebagai kesebelasan yang komplet. Gol-gol Thailand tercipta dari skema open play, tendangan bebas, tendangan penjuru, tendangan penalti, maupun skill individu. Ini artinya, banyak cara yang bisa dilakukan Thailand jika mengalami kebuntuan.<br /><br />Ini tak lepas dari kualitas skuat individu Thailand yang tak begitu timpang antar masing-masing pemainnya. Meski setiap pertandingan selalu berganti-ganti susunan pemain, permainan Thailand tetap tampil baik, kuat secara bertahanan atau pun menyerang.<br /><br />Dua bomber mereka, Chenrop Samphaodi dan Chananan Pumbhuppa, total mengemas enam gol. Keduanya menjadi penyerang tunggal secara bergantian. Pumbhuppa sendiri menjadi pencetak gol terbanyak sementara (bersama Evan Dimas dan Sithu Aung) dengan empat gol. Sementara Samphaodi baru menghuni susunan pemain dalam beberapa pertandingan terakhir.<br /><br />Thailand memang selalu menggunakan satu penyerang dalam setiap pertandingan. Namun, perubahan skema kerap terjadi di lini tengah. Pada beberapa kesempatan menggunakan formasi 4-2-3-1, pada kesempatan lain menggunakan 4-1-4-1.<br /><br />Lini tengah sendiri menjadi kekuatan utama Thailand dalam membobol gawang lawan-lawannya. Kreativitas yang dimiliki gelandang Thailand seringkali menjadi sumber terciptanya gol bagi Thailand. Akurasi dan visi dalam memberikan operan serta mencari area kosong menjadi salah satu kelebihan gelandang-gelandang Thailand.<br /><br />Dalam lima pertandingan, sembilan gelandang yang terdapat dalam skuat Thailand pernah merasakan bermain sejak menit pertama. Ya, rotasi selalu dilakukan sang pelatih, Choketawee, termasuk sang kapten kesebelasan Sarah Yooyen.<br /><br />Namun terdapat satu pemain yang tergantikan perannya di lini tengah Thailand. Ia adalah gelandang bernomor punggung 7, Puangchan Thitiphan. Gelandang berusia 21 tahun ini selalu bermain sejak menit pertama dalam setiap pertandingan grup B yang dijalani Thailand.<br /><br />Selain telah mengoleksi dua gol, gelandang yang bermain untuk Muangthong United ini merupakan kreator serangan Thailand. Pada dua gambar di bawah ini, merupakan sumbangsih Thitiphan saat Thailand menggasak Laos 6-0.<br /><br /><img src="https://akcdn.detik.net.id/albums/pmacitybayern/1AINAThailand.jpg" alt="" width="450" height="429" /><br /><br /><br /><br />Pada gambar 1, operan Thitiphan menjadi awal mula serangan Thailand yang menghasilkan gol kedua. Meski terdapat satu pemain di depan<br /><br />Operannya tetap sampai ke kaki Srinkayem. Setelah menerima bola, gelandang Chonburi ini langsung memberikan umpan daerah pada Pinyo Inpinit yang berlari di sisi kiri. Serangan ini diakhiri oleh umpan silang mendatar yang dilepaskan Inpinit pada Chananan yang menunggu di mulut gawang.<br /><br />Gambar 2 merupakan situasi sebelum terjadinya gol keenam Thailand ke gawang Laos. Tristan Do yang masuk pada babak kedua, melakukan umpan satu-dua dengan Thitiphan setelah menerima operan dari Songkrasin Chanatip.Tristan Do lantas memberikan umpan silang pada Chananan.<br /><br />Dua gambar di atas hanya sedikit contoh bagaimana Thitiphan menjadi otak serangan Thailand. Jangan lupakan juga umpan terobosannya pada Rungrat Poomcathuek yang berbuah gol tunggal bagi kemeangan atas Timor Leste. Atau operannya pada Pakorn Prempak yang diakhiri oleh gol Tristan Do yang mengunci kemenangan Thailand atas Vietnam.<br /><br /><strong>Menjaga Stamina Para Pemain Indonesia</strong><br /><br />Untuk menghadapi kreasi lini tengah Thailand, rasanya Indonesia perlu lebih disiplin dalam transisi menyerang ke bertahan. Karena kelengahan atau terlambat saat menutupi celah di tengah, beresiko besar dimanfaatkan oleh Tithipan dan kolega.<br /><br />Sebenarnya transisi menyerang ke bertahan Indonesia cukup baik dalam beberapa pertandingan terakhir. Terlebih ketika Paulo Sitanggang mulai diplot sebagai gelandang sayap. Paulo sangat disiplin melakukan <em>trackback</em> saat Indonesia kehilangan bola.<br /><br />Pun begitu dengan Ahmad Nufiandani yang merupakan andalan gelandang sayap kanan. <em>Winger</em> milik Arema Cronus ini memiliki kecepatan mumpuni baik saat ketika dengan bola ataupun tanpa bola.<br /><br />Namun masalah sering muncul ketika memasuki pertengahan babak kedua. Gelandang-gelandang Indonesia, termasuk Adam Alis, Zulfiandi, dan Evan Dimas, sering terkuras stamina ketika pertandingan memasuki menit ke-65. Saat ini terjadi, lini tengah dengan mudah dimasuki oleh lini serang lawan.<br /><br />Beruntung hanya Myanmar yang memiliki organisasi serangan yang baik dibanding kontestan lainnya di grup A. Myanmar mampu menguras stamina Indonesia sepanjang pertandingan sehingga menghasilkan empat gol yang bersarang ke gawang Indonesia yang dikawal M. Natsir.<br /><br />Terkurasnya stamina para gelandang Indonesia bisa kembali menjadi masalah pada pertandingan melawan Thailand. Hal ini dikarenakan pelatih Indonesia, Aji Santoso, tidak melakukan rotasi di lini tengah secara signifikan. Adam-Zulfiandi-Evan merupakan gelandang-gelandang yang selalu bermain sejak menit pertama pada empat pertandingan di babak grup.<br /><br />Berbeda dengan lini pertahanan yang selalu berganti-ganti skema. Syaiful Indra Cahya dan Mario Vava Yagalo secara bergantian mengisi pos bek kanan. Sementara Agung Prasetyo menjadi andalan baru di bek tengah setelah Hansamu Yama melakukan blunder pada pertandingan pertama.<br /><br />Namun pada laga ini, Indonesia dipastikan akan tampil tanpa Agung Prasetyo karena akumulasi kartu. Pun begitu dengan bek kiri andalan Aji Santoso, Abduh Lestaluhu, yang juga akan absen karena hukuman kartu.<br /><br />Ini akan membuat Hansamu Yama akan kembali berduet dengan Manahati Lestusen di depan Teguh Amiruddin yang mulai mengawal gawang Indonesia sejak pertandingan kedua. Sementara pos Abduh, sepertinya akan ditempati oleh Vava Yagalo.<br /><br /><strong>Kesimpulan</strong><br /><br />Indonesia tentunya tak lebih diunggulkan pada laga ini. Belum lagi catatan pertemuan keduanya di mana lebih unggul. Pertemuan terakhir yang terjadi pada 2013 pun dimenangkan oleh Thailand dengan skor tipis 1-0.<br /><br />Meskipun begitu, tak menutup kemungkinan Indonesia bisa menjungkalkan Thailand dan melangkah ke babak final. Syaratnya, Gelandang Indonesia perlu menjaga staminanya hingga pertandingan berakhir agar lini tengah Thailand tak bisa leluasa mengobrak-abrik lini pertahanan Indonesia.<br /><br /><br />====<br /><br />*dianalisis oleh @panditfootball, profil <a href="http://panditfootball.com/"><span style="color: #0000ff;">lihat di sini</span></a>.<br /><br /><br /><br /></p> (roz/roz)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game