Match Preview
Usaha Kolombia Membongkar Pertahanan Brasil dengan Variasi Serangan
Brasil akan kembali bertemu Kolombia pada fase grup Copa America 2015. Pertemuan kedua tim ini akan kembali mengingatkan kita pada pertandingan perempatfinal Piala Dunia 2014 yang berlangsung pada enam bulan yang lalu. Ketika itu, Kolombia yang menjadi tim kejutan kompetisi tersebut harus takluk 1-2 dari Brasil.
Kolombia tentu masih memendam sakit hati akibat kekalahan yang mereka alami di Piala Dunia lalu. Pasalnya, mereka seharusnya bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2 seandainya wasit tidak menganulir gol yang dicetak Mario Yepes di babak kedua. Gol Mario Yepes tidak dianggap sah oleh wasit karena dianggap terdapat pemain Kolombia lain yang berada dalam posisi offside. Hal ini pun menjadi pertanyaan banyak pihak karena ada yang menganggap bahwa pemain Kolombia yang berada dalam posisi offside tidak aktif mengejar bola. Sehingga seharusnya gol tersebut dapat disahkan.
Sedangkan bagi Brasil sendiri, pertandingan melawan Kolombia di babak perempatfinal tersebut bisa dikatakan sebagai awal dari mimpi buruk mereka pada kompetisi yang dilangsungkan di negara mereka sendiri. Akibat pertandingan tersebut, mereka harus kehilangan dua pemain andalan mereka, Neymar dan Thiago Silva. Neymar mengalami cedera punggung setelah berbenturan dengan pemain Kolombia sedangkan Silva harus mengalami akumulasi kartu. Kehilangan dua pemain andalan ini sedikit banyak menjadi penyebab kekalahan memalukan mereka Jerman di babak semifinal. Mereka harus mengalami kekalahan terburuk dalam sejarah, 1-7, di kandang mereka sendiri.
Pertemuan kedua tim kali ini memang dalam kondisi yang sedikit berbeda. Terdapat beberapa nama baru yang pada Piala Dunia lalu tidak masuk ke dalam susunan pemain kedua tim. Brasil kali ini tidak memasukan nama gelandang Chelsea, Oscar, serta pemain Zenit st. Petersburg, Hulk, pada susunan pemain mereka. Dengan kondisi ini lini tengah Brasil diisi oleh Douglas Costa bersama Willian dan Neymar.
Sedangkan di pihak Kolombia, mereka kini bisa memainkan penyerang andalan mereka, Radamel Falcao. Pemain yang kini berseragam Manchester United ini tidak bisa mengikuti Piala Dunia 2014 lalu akibat mengalami cedera ligamen lutut. Pada pertandingan ini, kemungkinan Falcao akan berduet dengan Jackson Martinez sebagai penyerang.
Di tengah, Kolombia akan kembali mengandalkan bintang Piala Dunia 2014 lalu, James Rodriguez. Bersama pemain Chelsea, Juan Cuadrado, mereka akan menjadi lini kedua yang membongkar pertahanan Brasil. Sedangkan pada barisan gelandang bertahan Kolombia tidak memasukkan nama Freddy Guarin. Carlos Sanchez dan Edwin Cardona akan menjadi pemain yang mengisi posisi gelandang bertahan Kolombia kali ini.
Neymar vs James
Satu hal yang paling menarik dari pertandingan ini tentu saja pertarungan antara dua bintang dari masing-masing negara, Neymar dan James Rodriguez. Kedua pemain ini sama-sama menjadi andalan bagi negaranya masing-masing saat Piala Dunia lalu. Pada pertandingan kali ini pun kemungkinan kedua pemain inilah yang akan menjadi kunci bagi negaranya masing-masing.
Neymar akan kembali menjadi andalan Brasil sebagai salah satu gelandang serangan. Dengan berada di belakang penyerang tunggal Brasil, Neymar akan diberikan keleluasaan untuk menembus pertahanan Kolombia dengan kemampuan individunya.
Meski tentu saja Neymar tidak akan bisa dengan mudah menembus pertahanan kolombia. Pasalnya, Kolombia sudah menempatkan dua gelandang bertahan yang berada di depan barisan pertahanan mereka. Hal ini tentu akan menghambat pergerakan Neymar yang akan banyak beroperasi di area ini.
Satu-satunya cara yang bisa membantu Neymar menembus lapangan tengah adalah dengan adanya bantuan dari pemain poros ganda Brasil yang kemungkinan akan ditempati oleh Fernandinho dan Elias. Kedua pemain ini bisa menaikan posisi mereka yang akan semakin menekan posisi barisan pertahanan Kolombia semakin rapat ke belakang. Kondisi ini akan memberikan Neymar ruang bergerak yang lebih luas sehingga bisa melakukan manuver menuju area kotak penalti Kolombia. Dengan keleluasaan ini pula, Neymar memiliki opsi untuk mengatur serangan dan mengalirkan bola ke sisi kanan atau kiri untuk menembus pertahanan Kolombia dari sisi sayap.
Namun, naiknya kedua poros ganda Brasil juga mendatangkan risiko tersendiri bagi Brasil. Pasalnya, Kolombia memiliki James Rodriguez yang selalu siap untuk melakukan serangan balik. Saat menyerang, James akan lebih banyak beroperasi di area tengah di belakang duet striker, Falcao dan Martinez. Dari posisi ini James akan menjadi pemain yang mengatur serangan Kolombia. Karena itulah akan sangat berbahaya bagi Brasil jika menciptakan ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan James untuk memulai serangan.
Selain itu Kolombia juga masih memiliki satu pemain lain yang bisa menembus pertahanan Brasil dengan kecepatannya, Juan Cuadrado. Sama-sama ditempatkan sebagai gelandang serang, Cuadrado akan lebih ditugaskan untuk membuat serangan melalui sisi sayap. Cuadrado akan memberikan opsi bagi James ketika ia tidak menemukan celah ke area pertahanan Brasil dari wilayah tengah.
Barisan Penyerang Kolombia
Selain James Rodriguez, Kolombia juga masih menyimpan pemain-pemain berkualitas lain. Namun sayangnya, pemain-pemain ini berada pada posisi yang sama yaitu penyerang. Setidaknya ada 6 penyerang Kolombia yang memiliki kemampuan sama baiknya. Hal ini sangat mungkin untuk membuat sang pelatih, Jose Pekerman kebingungan dalam menentukan siapa yang akan diturunkan sebagai starter.
Radamel Falcao kemungkinan akan tetap mendapatkan tempat utama di tim Kolombia. Meski penampilannya bersama Manchester United tidak terlalu baik musim lalu, namun pemain ini tetap bisa diandalkan sebagai penyerang Kolombia. Satu penyerang lain yang akan mendampingi Falcao-lah yang akan membuat Pekerman pusing.
Pekerman memiliki bintang FC Porto, Jackson Martinez, yang kini menjadi incaran banyak klub-klub besar Eropa. Pada musim 2014/2015 lalu Martinez mencetak 32 gol dalam 41 penampilannya di semua kompetisi bersama FC Porto.
Selain dua pemain tersebut, Pekerman masih bisa memainkan pahlawan Sevilla musim lalu, Carlos Bacca. Bersama Sevilla musim lalu, Bacca berhasil mencetak 28 gol dari 55 penampilannya di semua kompetisi. Prestasi terbesarnya tentu saja berhasil mengantarkan Sevilla menjadi juara Liga Eropa 2015.
Pekerman juga masih memiliki dua penyerang muda, Luis Muriel dan Victor Ibarbo. Meski tidak terlalu cemerlang bersama klubnya masing-masing, kedua pemain ini tetap menjadi opsi lain bagi Pekerman. Ditambah lagi, selain menjadi penyerang tengah, Ibarbo juga bisa ditempatkan sebagai penyerang sayap. Hal ini akan memberikan opsi penyerangan lain yang bisa dimainkan Kolombia.
Tidak hanya itu, Pekerman masih memiliki satu pemain lain yang bisa meningkatkan daya serang Kolombia. Pemain ini merupakan pemain yang bisa dikatakan paling berpengalaman ketimbang pemain lainnya. Dia adalah Theofilo Guiterrez yang menjadi andalan lini serang Kolombia pada Piala Dunia lalu.
Dengan adanya pilihan yang sangat luas pada barisan penyerangan Kolombia, akan menjadi ancaman tersendiri bagi Brasil. Hal ini akan membuat barisan pertahanan Brasil harus siap menghadapi serangan kolombia yang bisa sangat bervariasi.
Pekerman bisa saja mengubah formasi di tengah pertandingan menjadi 4-2-3-1 dengan memasukan satu penyerang yang ditempatkan sebagai penyerang sayap. Dengan begitu Falcao akan bermain sendiri di depan dan Kolombia akan lebih memusatkan aliran bola pada area kedua. Atau bisa juga Pekerman memainkan 3 penyerang sekaligus dengan formasi 4-3-3. Dengan formasi ini Kolombia akan bisa langsung memberikan tekanan kepada barisan pertahanan Brasil sehingga mereka tidak bisa dengan leluasa untuk melakukan overlap ke depan.
====
*dianalisis oleh @Panditfootball, profil lihat di sini.







