Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Match Preview

    Menghadapi Permainan Terbuka Chile

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    AFP/Martin Bernetti AFP/Martin Bernetti
    Jakarta -

    Copa America 2015 sudah memasuki babak perempatfinal. Negara tuan rumah, Chile, akan berhadapan dengan tim juara bertahan, Uruguay, di Estadio Nacional, Santiago, Kamis (25/6/2015) pagi WIB.

    La Roja lolos sebagai juara Grup A setelah berhasil meraih dua kali kemenangan dan sekali hasil imbang. Sedangkan La Celeste mendapatkan tiket ke babak perempatfinal melalui jatah peringkat ketiga terbaik setelah mereka menempati posisi tiga Grup B dengan mengumpulkan empat poin.

    Uruguay memang belum menunjukan performa terbaik pada Copa America 2015. Kehilangan Luis Suarez menjadi salah satu penyebab utamanya.

    Masih absennya Suarez akibat sanksi akibat menggigit bahu Giorgio Chiellini, membuat lini serang Uruguay terlihat tumpul. Di fase grup, Uruguay hanya berhasil mencetak dua gol dalam tiga pertandingan.

    Tanpa Suarez, Uruguay harus membongkar pasang barisan penyerang mereka. Dalam tiga pertandingan di fase grup, sang pelatih, Oscar Tabarez, melakukan tiga kali perubahan pada barisan penyerang Uruguay.

    Pada pertandingan pertama melawan Jamaika, Tabarez memainkan formasi 4-4-2 dengan duet Edison Cavani dan Diego Rolan sebagai penyerang. Meski berhasil menang, namun kedua penyerang ini hanya berhasil melepaskan tendangan ke arah gawang masing-masing satu kali. Gol pun dicetak oleh pemain sayap mereka, Cristian Rodriguez.

    Pertandingan kedua melawan Argentina, Tabarez melakukan perubahan formasi menjadi 4-2-3-1. Ia memainkan Cavani sebagai penyerang tunggal dan menggeser Rolan menjadi penyerang sayap. Pada pertandingan ini Tabarez juga menurunkan Nicolas Lodeiro yang difungsikan sebagai gelandang serang di belakang Cavani.

    Sedangkan pada pertandingan terakhir di fase grup, Tabarez kembali menggunakan formasi 4-4-2. Hanya saja, kali ini ia lebih memilih Abel Hernandez untuk menemani Cavani di depan. Sedangkan Rolan dimainkan sebagai pemain sayap kiri.

    Di sisi lain, kubu tuan rumah justru sudah menunjukan performa yang luar biasa. Dalam tiga pertandingan di fase grup mereka sudah mengoleksi 10 gol. Duet penyerang mereka, Eduardo Vargas dan Alexis Sanchez, semakin menunjukan kombinasi yang baik.

    Ditambah lagi dengan dukungan Jorge Valdivia sebagai gelandang serang yang memberikan dua assist saat Chile mengalahkan Bolivia 5-0 di pertandingan ketiga.



    Prakiraan formasi kedua kesebelasan


    Meredam Lini Serang Chile

    Menghadapi Chile, Uruguay kemungkinan akan mengembalikan formasi mereka ke formasi 4-4-2. Formasi ini akan membuat permainan mereka lebih stabil dari sisi pertahanan dan penyerangan. Ditambah lagi, formasi ini sedikit banyak akan mampu meredam daya serang Chile.

    Formasi 4-4-2 Uruguay memainkan dua gelandang di tengah yang memiliki tipe gelandang bertahan, Alvaro Gonzalez dan Arevalo Rios. Kedua pemain ini bukan tipikal gelandang yang akan banyak memainkan bola melainkan merupakan dua gelandang yang fasih dalam menghalau aliran bola lawan. Karena itu, kedua pemain ini akan berdiri lebih ke belakang sebagai tembok pelapis pertama bagi pertahanan Uruguay.

    Kondisi ini akan baik bagi pertahanan Uruguay mengingat Chile memiliki Sanchez dan Jorge Valdivia yang akan banyak melakukan pergerakan mencari ruang di area sepertiga akhir lawan.

    Meski ditempatkan sebagai striker, Sanchez tetap diberikan tugas untuk keluar dari posisinya dan mencari ruang ke belakang. Keberadaan Rios dan Alvaro Gonzalez tentu akan mengurangi ruang gerak Sanchez dan Valdivia.

    Dengan berdirinya kedua gelandang Uruguay di depan barisan pertahanan Uruguay ini otomatis Sanchez dan Valdivia tidak akan mendapatkan ruang bebas di lapangan tengah.

    Satu-satunya area yang masih memberikan ruang bagi Sanchez mungkin hanya sisi sayap. Di sini, peluang Sanchez untuk mendapatkan ruang akan bergantung pada kedisiplinan pemain sayap Uruguay. Sebabnya, kedua pemain sayap Uruguay ini akan diberikan tanggungjawab untuk ikut menyerang dan bertahan.

    Formasi 4-4-2 Uruguay dengan dua gelandang bertipe bertahan di tengah, akan membuat Uruguay cenderung memainkan bola-bola panjang langsung ke kedua striker di depan. Namun, tanpa bantuan dari lini tengah, kedua striker tentu tidak akan dapat berbuat banyak menembus pertahanan Chile.

    Karena itulah harus ada bantuan dari lini tengah Uruguay untuk membuka serangan. Kedua pemain sayaplah satu-satunya opsi yang tersedia bagi Uruguay untuk untuk membantu kedua striker di depan.

    Di sinilah Sanchez bisa memanfaatkan celah untuk menciptakan peluang bagi Uruguay. Dengan kondisi pemain sayap Uruguay yang sibuk membantu serangan, akan tercipta ruang di sisi sayap pertahanan Uruguay. Area ini dapat dijadikan pilihan bagi Sanchez untuk membuka ruang ketika ia tidak mendapatkannya di area tengah.

    Serangan dari Lini Kedua Chile

    Pertahanan Uruguay sepertinya tidak bisa hanya berfokus pada Sanchez saja. Sebabnya, kekuatan serangan Chile justru terletak pada para gelandang mereka yang hadir dari belakang. 5 dari 10 gol yang mereka cetak pada fase grup dicetak oleh Arturo Vidal dan Charles Aranguiz yang berposisi sebagai gelandang.

    Pada Copa America 2015 ini, Chile memang menunjukan permainan menyerang dengan memanfaatkan penguasaan bola. Dari tiga pertandingan di fase grup, mereka menjadi tim dengan penguasaan bola tertinggi kedua setelah Argentina dengan rataan 67,3%.

    Selain itu, Chile juga merupakan kesebelasan yang memiliki rataan percobaan mencetak gol terbanyak di fase grup. Dalam tiga pertandingan rata-rata Chile melepaskan 15,3 percobaan mencetak gol.

    Untuk bisa meraih hal ini, Chile memanfaatkan tiga gelandang mereka yang dapat difungsikan untuk melakukan penguasaan bola di tengah. Ketiga gelandang yang diturunkan Chile merupakan gelandang pekerja keras yang juga mampu menjaga penguasaan bola.

    Vidal dan Aranguiz yang berada di sisi kanan dan kiri akan bergerak melebar guna membuka area permainan Chile. Sedangkan Marcelo Diaz akan tetap berada di tengah untuk mampu mengalirkan bola ke kanan atau ke kiri.

    Kondisi ini tentu akan membuat barisan pertahanan Uruguay semakin tertekan. Mereka harus selalu waspada mengawasi pergerakan Sanchez di depan, sambil menjaga pergerakan Vidal dan Aranguiz dari belakang. Kedua pemain sayap Uruguay pun kemungkinan akan lebih disibukan untuk menutup pertahanan mereka dari gempuran pemain-pemain Chile.

    Namun, bukan berarti Uruguay tidak memiliki peluang untuk mencuri kemenangan. Permainan terbuka Chile tersebut tentu akan membuat banyak lubang di area pertahanan mereka. Dengan bermain melebarnya Vidal dan Aranguiz saat menyerang, otomatis lapangan tengah hanya akan menyisakan Diaz seorang. Hal ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Cavani dan Rolan untuk membuka peluang.

    Dengan memerintahkan Cavani dan Rolan untuk berdiri sedikit ke belakang, umpan lambung Uruguay dari belakang bisa lebih diarahkan ke area ini. Dari area yang hanya diisi oleh Diaz seorang ini, seharusnya kedua duet striker Uruguay bisa langsung menciptakan peluang meski tidak mendapatkan bantuan dari barisan gelandang Uruguay.

    (cas/fem)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game