Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Inggris: Aston Villa 0-1 MU

    Padunya Poros Kiri sebagai Salah Satu Kunci Kemenangan United

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    John Peters/Man Utd via Getty Images John Peters/Man Utd via Getty Images
    Jakarta -

    Manchester United meraih kemenangan keduanya saat bertandang ke Villa Park, Sabtu (15/8) dini hari WIB. Gol tunggal Adnan Januzaj mengantarkan 'Setan Merah' mengalahkan Aston Villa 1-0.

    Meski hanya menang tipis, manajer United, Louis van Gaal, mengaku gembira dengan hasil tersebut. Ia menyatakan bahwa pertandingan tandang selalu menyulitkan. Terlebih, pada Desember tahun lalu, MU masuk ke dalam perangkap taktik Aston Villa yang berhasil menahan seri 1-1.

    United kembali ke Villa Park dengan susunan pemain yang jauh berbeda dan gaya permainan yang tak sama. Cuma Juan Mata dan Wayne Rooney yang menjadi saksi kekuatan Villa musim lalu.

    Dengan skuat yang lengkap, Van Gaal menurunkan formasi 4-2-3-1. Ia tak lagi menurunkan formasi tiga bek dengan Ashley Young dan Antonio Valencia di kedua sisi. Selain tidak lebih baik daripada pemain penggantinya, Young dan Valencia seperti menjadi anti-taktik Van Gaal musim lalu di Villa Park.

    Secara taktikal, satu-satunya perubahan yang dibawa oleh manajer Aston Villa, Tim Sherwood, adalah agresivitas serangan. Ia tak mampu membuat MU frustasi seperti yang dilakukan Paul Lambert pada Desember silam.


    [Komposisi pemain Aston Villa dan Manchester United. Sumber: whoscored]

    Menekan Sejak Awal

    Walau menang 1-0 atas AFC Bournemouth pada pekan pertama Liga Primer Inggris, sejatinya Villa tak begitu perkasa. Mereka kalah dalam penguasaan bola (39:41) dan kalah agresivitas jumlah tendangan (7:11).

    Lini belakang Villa terlalu terbuka yang menyebabkan pemain lawan mudah memasuki area kotak penalti. Untuk meminimalisir hal ini, Villa bermain menekan sejak menit pertama dengan tujuan membuat The Red Devils tak nyaman saat membangun serangan.

    Sayangnya hal tersebut tak begitu berpengaruh karena duet poros ganda United yang dihuni Morgan Schneiderlin dan Michael Carrick bermain tenang, serta tetap mampu memberikan suplai bola ke lini serang. Dikutip dari Whoscored, pada 15 menit pertama Villa melakukan dua potongan (intercept) berbanding limapotongan yang dilakukan MU. Jumlah kehilangan bola Villa malah lebih banyak dengan tiga berbanding dua.

    Padunya Poros Kiri United

    Memasang Schneiderlin dan Carrick tidak berarti alur serangan United dimulai dari tengah, melainkan dari sisi kiri. Pada pos tersebut, Luke Shaw, Schneiderlin, dan Memphis Depay bahu membahu dalam melakukan serangan. Ini terlihat dari jumlah umpan kombinasi ketiganya. Dikutip dari Stats Zone, umpan dari Shaw ke Schneiderlin dan Shaw ke Memphis masing-masing berjumlah 10 umpan.

    Ditambah lagi dengan menonjolnya peran Schneiderlin di lini tengah. Bekas gelandang Southampton tersebut melakukan tiga sapuan (clearence), lima potongan dan lima tekel. Schneiderlin pun melakukan 58 umpan dengan akurasi 88 persen atau hanya tujuh yang meleset.

    Pertahanan United Sulit Ditembus

    Berbeda saat menghadapi Tottenham Hotspur, lini pertahanan United yang digalang Shaw, Daley Blind, Chris Smalling, dan Matteo Darmian terbilang kokoh menahan gempuran serangan Aston Villa.

    Saat menyerang, Shaw naik membantu serangan sedangkan Blind, Smalling, dan Darmian, menjaga di tengah dengan satu gelandang—Schneiderlin ataupun Carrick—yang ikut mengantisipasi serangan balik Villa.

    Ketimbang saat menghadapi Spurs, Darmian lebih memerankan peran sebagai pemain bertahan ketimbang membantu penyerangan. Ini penting karena fullback kiri Villa, Jordan Amavi, memiliki kecepatan dan kemampuan olah bola yang sulit dihentikan. Ini terlihat dari jumlah dribble Amavi yang mencapai sembilan kali atau yang terbanyak di antara para pemain lainnya di pertandingan tersebut. Darmian bahkan dihadiahi kartu kuning karena melanggar paksa pemain berkebangsaan Prancis tersebut.

    Namun, secara umum Villa kesulitan menembus pertahanan United. Mereka cuma melepaskan lima tendangan yang hanya satu yang mengarah langsung ke gawang.

    Faktor Juan Mata


    [Umpan Juan Mata pada sepertiga akhir lapangan. Sumber: statszone]

    Musim lalu menjadi musim yang berat bagi Mata. Ia sampai harus tergeser karena performanya yang tak kunjung mengesankan. Namun, pada musim ini Van Gaal memberikan pos yang tepat bagi Mata.

    Meski ditempatkan sebagai sayap kanan, tapi Mata amat jarang menyisir sisi tersebut. Ia lebih sering memotong ke dalam dan memberikan umpan terobosan ke tengah.

    Gol United yang dicetak Januzaj berawal dari situasi ini. Mata bergerak ke sisi kiri serangan United, lalu mengirim umpan terobosan pada Januzaj yang lepas dari jebakan offside. Umpan-umpan serupa sebenarnya bukan cuma terjadi pada proses gol Januzaj semata. Peluang Depay pada babak kedua pun diperoleh dengan cara yang sama.

    Pembagian tugas Carrick-Schneiderlin


    [Kiri; heatmap Carrick; Kanan: heatmap Schneiderlin]

    Penempatan dua gelandang di lini tengah oleh Van Gaal, tak berarti kalau keduanya berfungsi sebagai tembok penahan. Dengan alur serangan Villa yang mengarah ke kedua sisi, membuat beban Carrick dan Schneiderlin tidak terlampau berat.

    Van Gaal menginstruksikan Memphis dan Mata untuk turun membantu pertahanan. Untuk serangan balik cepat, selalu ada di antara Carrick ataupun Schneiderlin di depan bek United.

    Carrick sejatinya lebih sering menjaga ruang yang ditinggalkan Schneiderlin. Peran Carrick secara statistik memang tidak terlampau istimewa. Namun, tanpa solidnya permainan Carrick, lini pertahanan United menjadi lebih rentan untuk ditembus.

    Villa Tidak Tenang

    Sherwood menempatkan tiga gelandang, Ashley Westwood, Idrissa Gueye, dan Jordan Veretout untuk meredam lini tengah United. Sialnya, United tak mengandalkan area tengah untuk membangun serangan melainkan dari sayap kiri. Ini yang membuat peran Westwood--yang menempati sisi berlawanan—dalam bertahan tak begitu terlihat sepanjang pertandingan.

    Dengan timpangnya serangan dan pertahanan, membuat Amavi dan Westwood memiliki “tenaga lebih” dalam membangun serangan. Westwood melepaskan tiga umpan kunci dan enam umpan silang; sementara Amavi melepaskan tiga umpan silang dan lima kali melewati pemain United.

    Namun, saat menyerang mereka seperti tergesa-gesa; salah satunya pada menit ke-53. Amavi yang berhasil menembus sisi kanan pertahanan MU, mengrimkan umpan silang yang sia-sia. Pasalnya umpan tersebut tak menjangkan Agbonlahor dan Ayew yang berdiri tanpa kawalan di depan gawang Sergio Romero.

    Hal serupa juga terjadi pada menit ke-47 di mana Ayew memiliki peluang di depan kotak penalti United. Tanpa pengawalan, Ayew tergesa-gesa melepaskan tendangan yang melambung di sisi kiri gawang MU.

    Pos Baru Januzaj

    Van Gaal menempatkan Januzaj di belakang Rooney. Meski tak mampu bermain lebih agresif, tapi kehadiran Januzaj mempu memberikan opsi lain serangan United.

    Ini terlihat dari gol yang ia cetak. Januzaj sebenarnya diberi pengawalan khusus oleh Guaye. Namun, perhatian Guaye teralihkan pada pergerakan Rooney yang diplot sebagai penyerang. Januzaj pun berada pada posisi yang lebih bebas untuk membuat peluang.

    Penempatan posisi Januzaj secara tidak langsung membebaskan Juan Mata dari kawalan. Mata bermain lebih ke samping untuk mendapatkan suplai bola, yang kemudian dialirkan ke area depan kotak penalti.

    Kesimpulan

    Aston Villa bermain meyakinkan dengan menekan sejak awal. Namun, United berhasil melepaskan diri dari tekanan dan membangun serangan dari sisi kiri.

    Saat menyerang Villa terkesan tergesa-gesa. Setidaknya tiga peluang tidak berhasil dimanfaatkan karena ketidakcermatan dalam memberikan umpan maupun mengakhiri peluang.

    Villa sebenarnya bisa memanfaatkan tendangan sudut karena United begitu kepayahan dalam duel bola udara. Ada dua peluang tendangan sudut yang didapatkan Micah Richards yang ditarik kostum dan lehernya oleh Darmian, serta sundulan Agbonlahor yang menang duel dengan Schneiderlin.
    Terdapat penurunan intensitas serangan MU sejak menit ke-35. Usai gol Januzaj, MU seperti kesulitan menembus pertahanan Villa. Sebaliknya, Villa berulang kali menembus pertahanan United dari kedua sisi maupun dari salah umpan yang dilakukan para pemain MU sendiri.

    (din/cas)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game